PERSAINGAN DI MYANMAR 65 Persen Cabang SEA Games XXVI Dipertahankan
Kamis, 24 November 2011
JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 65 persen dari 44 cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games XXVI/ 2011, yang berakhir pada Selasa malam, rencananya akan dipertandingkan pada SEA Games dua tahun mendatang di Myanmar.
"Sekitar 65 persen dari cabang olahraga yang dimainkan di sini akan dipertandingkan di Myanmar. Saya sudah menerima undangannya dari Myanmar," ujar Ketua Kontingen Indonesia Tono Suratman di Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Rabu.
Tono Suratman tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari Palembang bersama lebih dari 200 atlet yang bertanding di ibu kota Sumatera Selatan. Turut hadir bersama rombongan adalah Menpora Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo, yang kemudian melakukan pengalungan karangan bunga sebagai tanda selamat datang.
Meski demikian, Tono Suratman belum bisa merinci cabang-cabang apa saja dari 26 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Myanmar nanti. Ia mengatakan, selain ke-26 cabang tersebut, pihaknya bersama induk-induk organisasi olahraga (PB) akan melakukan pendekatan agar beberapa cabang lain bisa pula dipertandingkan, meski tidak seluruhnya seperti yang dipertandingkan di SEA Games Jakarta dan Palembang.
"Prioritas utamanya dalam pembinaan ke depan adalah cabang-cabang Olympic. Meski demikian, cabang olahraga seperti panjat tebing dan sepatu roda sebenarnya ada kejuaraan dunianya. Jadi, cabang seperti ini masih akan diperjuangkan," ujarnya.
Tono menambahkan, Myanmar sebagai tuan rumah SEA Games XXVII tahun 2013 memang hanya mampu menggelar sebanyak 26 cabang olahraga. Hal tersebut dikarenakan infrastruktur yang dimiliki negeri rumpun Indocina itu agak terbatas. "Mereka punya alasan yang kuat kenapa hanya bisa mempertandingkan 26 cabang saja," kata Tono Suratman.
Menyinggung tentang sukses Indonesia merebut gelar juara umum, Tono menyatakan terima kasih kepada atlet yang sudah berjuang habis-habisan di arena pertandingan, meski hasil yang diperoleh beragam, emas, perak, dan perunggu.
Bahkan untuk yang tidak berhasil meraih medali sama sekali, Tono tetap mengucapkan terima kasih atas jerih payahnya selama ini.
"Kemenangan kontingen Indonesia ini adalah kemenangan untuk semua. Prestasi yang dicapai atlet-atlet Indonesia tentu tidak terlepas dari kerja keras atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri. Mereka sudah menjalankan program yang dibuat Satlak Prima dengan baik, sampai akhirnya kita berhasil menjadi juara umum," katanya.
Menurut Tono, ke depan, untuk menghadapi ajang multievent perlu mempersiapkan diri lebih lama dengan pelatih-pelatih berkualitas. Sistem yang dilakukan adalah dengan memperbanyak mendatangkan pelatih asing yang sudah memiliki spesifikasi terbaik, memiliki sertifikat bahwa mereka adalah pelatih yang pernah melahirkan atlet berprestasi.
"Sekarang kita sudah melihat hasil dari berbagai cabang yang memakai pelatih asing. Rata-rata mereka berhasil, bahkan ada yang melampaui target yang diminta. Ke depan, kita akan melakukan evaluasi untuk cabang-cabang yang berhasil, langkah apa yang harus dilakukan ke depan. Sementara untuk yang tidak berhasil akan dikaji lagi di mana letak kesalahannya. Apakah ada masalah dengan fisik, teknik, atau taktik," kata Tono. (Gungde Ariwangsa) |
|