PENONTON TEWAS Keluarga Eko Terima Santunan KONI Pusat
Kamis, 24 November 2011
TANGERANG (Suara Karya): Keluarga Aprilianto Eko Wicaksono, yang merupakan korban tewas saat menonton final sepak bola SEA Games di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, menerima santunan dari Ketua KONI Rita Subowo.
"Nilainya tidak perlu diberitahukan, namun kami harapkan bantuan ini dapat memberikan semangat dan mengurangi kesedihan keluarga yang ditinggalkannya," katanya saat mengunjungi rumah korban di Jalan Danau Batur V RT 001 RW 07, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu.
Almarhum Eko tewas karena terinjak-injak puluhan ribu pendukung timnas Indonesia saat final sepak bola SEA Games pada Senin (21/11) lalu. Korban sempat dievakuasi dan mendapat pertolongan medis, namun tidak tertolong akibat luka memar yang dideritanya.
Dalam kunjungannya ke kediaman korban, Ketua KONI Rita Subowo didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng serta anggota DPR dari Partai Demokrat Jafar Hafsah.
Eko merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Siriwindo dan Suprapti (32). "Kami keluarga sangat kehilangan. Apri meninggal dengan masih mengenakan baju timnas berwarna merah dengan lambang Garuda di dada serta celana hitam," kata Sugihadi, paman korban.
Menurut Sugihadi, korban pergi bersama delapan orang temannya. Sebagian di antaranya merupakan teman sekolahnya. Korban sendiri tercatat sebagai siswa kelas 2 SMPN 1 Kelapa Dua.
Eko memang ingin sekali menonton final di Stadion GBK, setelah diperbolehkan oleh ibunya, lalu pergi dengan bawa uang Rp 86 ribu untuk beli tiket. "Tetapi nahas, nasib yang diterima bila keinginan tersebut harus mengorbankan jiwanya terinjak-injak puluhan suporter lainnya. Kondisi yang letih diperkirakan yang membuat almarhum tidak kuat menahan rasa sakit itu," katanya.
Sementara itu, Eko dimakamkan di TPU Carang Kulang Curug, Kabupaten Tangerang. Saat proses pemakaman, ibu korban, yakni Suprapti, tampak bersedih dan tak kuasa menahan tangis.Apri dimakamkan berdekatan dengan almarhum ayahnya Siriwindo, yang meninggal tiga tahun lalu. (Ant/Gungde Ariwangsa)
|
|