NTT Angin Kencang Kandaskan Kapal
Kamis, 22 Maret 2012
KUPANG (Suara Karya): Hujan disertai angin kencang dan badai gelombang yang melanda perairan wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan kapal motor (KM) Willis milik PT Pelni karam di seputar Pelabuhan Waingapu, Pulau Sumba, NTT.
Keterangan yang diperoleh Suara Karya dari Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika kapal tersebut hendak melanjutkan perjalanan dari Waingapu menuju Ende dan selanjutnya ke Kupang pada Selasa (20/3). Ketika sedang mengambil haluan, tiba-tiba kapal nahas itu diterpa angin kencang sampai akhirnya karam sekitar 300 meter dari bibir pantai.
Pelaksana Harian Administrator Pelabuhan Nusantara Waingapu, Maxianus Moy, yang dihubungi pada Rabu (21/3) menjelaskan, penyebab kandasnya kapal itu karena angin kencang dan pada saat itu juga air laut di sekitar pelabuhan sedang surut.
Upaya menarik KM Wilis yang mengangkut 123 penumpang dan 54 anak buah kapal (ABK) dari lokasi karam di Dermaga Nusantara, Waingapu, itu sulit dilakukan. Semua penumpang dievakuasi sejumlah petugas dari PT Pelni dan Administrator Pelabuhan (Adpel) Waingapu. Kapal baru berhasil ditarik sekitar pukul 20.30 Wita ke Dermaga Nusantara dan diberangkatkan ke Ende pada 22.00 Wita.
Sementara itu, dari Flores Timur diperoleh laporan, Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin dan rombongan lolos dari maut setelah kapal Napoleon 005 yang membawa mereka dari Desa Sagu kandas di Pantai Dua, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Senin (19/3) malam.
Kapal milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Flores Timur yang dinakhodai Feldi Kleden itu naik ke daratan sekitar pukul 20.05 Wita. Kejadian itu berlangsung setelah rombongan Bupati Flores Timur dalam perjalanan pulang ke Larantuka usai mengunjungi korban bencana di Desa Sagu, Kecamatan Adonara.
Kapal berukuran 6 x 2,5 meter itu merupakan bantuan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal tersebut belum lama berada di Flores Timur, bahkan belum dilakukan serah terima. (Bonne Pukan)
|
|