Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Surat Pembaca 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Diputus BBM Naik, Bung!
Menyelamatkan
Industri Nasional
Malu Aku Rusuh
di Negeri Orang!
Memacu Produk
Andalan Dalam Negeri
Tingkatkan Kualitas
Produk Lokal
Tanggapan Mengenai
"Kartu BRIZZI BRI Mengecewakan"
Pemerintah Kembali
Bilang BBM Naik
Gairah Investasi
dan Tindakan Tegas
bagi Anarkisme
Antara Harga
BBM Bersubsidi
dan Harga Pangan
Dampak BBM
Ditambal dengan Balsem!
Antisipasi Banjir,
Masyarakat Harus
Lebih Peduli Sampah
Menanti Kepastian
Kenaikan Harga BBM
arsip  
Diputus BBM Naik, Bung!
Menyelamatkan
Industri Nasional
Malu Aku Rusuh
di Negeri Orang!
Memacu Produk
Andalan Dalam Negeri
Tingkatkan Kualitas
Produk Lokal
Tanggapan Mengenai
"Kartu BRIZZI BRI Mengecewakan"
arsip  
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
arsip  
Harga Baru BBM
dan Spekulan
Refleksi Cinta Indonesia
Harga BBM dan
Ketidakpastian
Menanti Ketegasan SBY
Jurus Mengatasi Rupiah
Harga Kebutuhan
Pokok Mengancam
arsip  
 
 
Ekses Lain Demo Anarkis


Rabu, 11 April 2012
Harus diakui bahwa isu kenaikan harga BBM telah berhasil membuat tegang di beberapa kota termasuk Jakarta. Hal ini disebabkan oleh guncangan gelombang aksi demonstrasi dengan segala pernak-perniknya mulai dari pemblokiran jalan hingga keanarkisan.

Dampak yang sangat terasa adalah sulitnya warga masyarakat untuk mengakses jalanan yang menjadi arena demonstrasi. Alasannya, bukan sekadar karena jalan ditutup, melainkan juga karena khawatir akan adanya tindakan kekerasan yang dapat membahayakan mereka ketika melintasi arena itu.

Ketika demonstrasi memanas akibat massa berhadap-hadapan dengan aparat keamanan, kericuhan kadang sulit dihindarkan. Lemparan batu akan melayang ke sembarang arah dan jatuh bebas ke mana pun, menimpa kendaraan umum dan penumpang di dalamnya.

Walhasil, beberapa instansi memulangkan stafnya lebih awal sebelum demo menjadi anarkis, atau bahkan meliburkannya dengan alasan keamanan. Bahkan, ada juga orangtua yang melarang anaknya pergi ke sekolah atau kuliah. Demikian, Jakarta di satu sisi menjadi begitu ngeri, menakutkan, akibat demonstrasi yang terjadi.

Aksi demo tampaknya tidak berhenti dengan dibatalkannya kenaikan BBM per 1 April 2012, karena demo-demo ke depan masih terus terjadi. Hal itu disebabkan oleh konsekuensi dari keputusan hasil Sidang Paripurna yang menunda kenaikan harga BBM melalui revisi pasal 7 UU tentang APBN 2012 dengan penambahan ayat 6a.

Para pendemo jalanan bukan hanya menuntut agar BBM tidak dinaikkan tetapi juga melakukan tindakan inkonstitusional dengan menuntut pemerintahan SBY-Boediono turun. Demo penolakan harga BBM hanyalah sasaran antara. Sementara tujuan yang diduga lebih jahat sebenarnya adalah ingin menggulingkan pemerintahan sah. Tindakan kaum intelektual ini tentu sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Masyarakat sendiri, melihat tindakan anarkis yang dilakukan oleh para pendemo sebenarnya merasa gerah dan geram. Aksi para demonstran, terutama pada tanggal 30-31 Maret lalu, hanya membuat mobilitas terganggu akibat lalulintas macet. Demonstrasi itu sendiri hanya mampu meneriakkan suara 'perlawanan' terhadap kebijakan pemerintah, seperti "Turunkan harga BBM! Turunkan SBY-Boediono!" dan lain sebagainya, tanpa memberikan usulan solusi konkrit kepada pihak yang mereka teriaki.

Demonstrasi yang diangap sebagai jalan penyelesaian masalah krusial, ternyata malah menyebabkan masalah lain dengan rusaknya sejumlah fasilitas umum, seperti pintu tol, pagar dan pintu gerbang gedung DPR yang roboh, kendaraan dibakar, dan bermacam aksi anarkis lainnya. Sayang memang, kalau mahasiswa sudah kehilangan intelektualnya.

Sugiyatno
Kp Gebang, Periuk
Kota Tangerang

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i