Menuntut Keseriusan Berantas Narkoba
Kamis, 12 April 2012
Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kabar yang sungguh menyedihkan. Anak dari sahabat orangtua saya, meninggal dunia dalam keadaan overdosis. Umurnya baru sekitar 25 tahun. Dia adalah anak tertua sahabat orangtua saya itu. Ia adalah harapan keluarga, dan tentu saja sejuta asa telah digantungkan kepadanya.
Ihwal keterlibatan sang anak dengan narkoba sebenarnya bukanlah hal yang baru. Yang bersangkutan, dalam beberapa tahun belakangan memang sudah sa ngat menyusahkan orangtuanya karena terlibat pemakaian narkoba. Bahkan belakangan dia sempat dikejar-kejar polisi karena dinilai menjadi salah satu bandar yang dianggap paling berbahaya di kota kami.
Sudah tak terhitung berapa biaya yang dihabiskan orangtuanya untuk mengurus permasalahan yang menimpa anak tersebut. Belum lagi, rasa malu, dan tentu kesedihan luar biasa sebagai orangtua, yang pastinya dianggap sebagai orangtua yang gagal mendidik anaknya. Beberapa tahun terakhir kehidupan orangtuanya hanyalah sibuk memulihkan dan melepaskan ketergantungan anaknya pada narkoba.
Namun, berita terakhir yang kami terima sungguh membuat miris. Usaha mereka layaknya sia sia. Seberapa besar apa pun upaya pemulihan yang dilakukan tak membuahkan hasil, karena anak mereka seperti terus dikuntit para pengedar, para bandar, dan jaringan yang sudah mengakar kuat di negara ini. Tak ada kesempatan bagi pecandu yang bertobat untuk sembuh.
Kematian, sepertinya adalah nasib akhir para pencandu narkoba di negara ini, dan pastinya di seluruh belahan dunia lainnya.
Kabar di berbagai media yang menyebutkan betapa kuatnya jaringan narkoba di Tanah Air, yang bahkan telah dikendalikan dari balik penjara, membuat saya tersadar bahwa nasib yang menimpa sahabat orangtua kami itu wajar jika melihat mengerikannya peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, ranah hukum, penjara, yang seharusnya menjadi tempat membuat para perusak moral generasi muda itu bertobat pun, tak mampu berbuat banyak. Malah, konon kabarnya, uang telah membuat para pengelola lapas terhanyut, bahkan beberapa di antara mereka ikut terlibat jaringan pengedar narkoba itu.
Menurut saya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun tangan langsung dalam memberantas narkoba. Jangan percaya saja dengan bawahannya. Pasalnya, jaringan ini didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar. Jangan beri ampun kepada para pengedar narkoba. Jika sekali saja kita lengah, bersantai dan menganggap enteng masalah ini, maka akan semakin banyak generasi muda yang hilang. Akan banyak anak-anak lain yang mati sia sia karena barang terlarang itu. Lalu, bagaimana dengan masa depan bangsa ini?
Fadriah Sungkar
Empang, Bogor
Jawa Barat
|
|