Senin, 27 Mei 2013
HARIAN UMUM SUARA KARYA
DITERBITKAN OLEH:
PT SUARA RAKYAT MEMBANGUN
SURAT IZIN: KEPUTUSAN MENPEN NOMOR
070/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986,
TANGGAL 1 MARET 1986

Perintis:
Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani, Sapardjo

Penasihat:
Aburizal Bakrie, M Jusuf Kalla,
Akbar Tandjung

Pemimpin Umum:
Airlangga Hartarto

Wakil Pemimpin Umum:
Lalu Mara Satriawangsa

Pemimpin Redaksi/
Penanggung Jawab:

Ricky Rachmadi

Wakil Pemimpin Redaksi:
Kodrat Wahyu Dewanto

Redaktur Pelaksana:
Djunaedi Tjunti Agus

Wakil Redaktur Pelaksana:
Asep Yayat, Victor A Simandjuntak

Dewan Redaksi:
Ricky Rachmadi (Ketua),
Kodrat Wahyu Dewanto,
Djunaedi Tjunti Agus,
Asep Yayat,
Victor A Simandjuntak

Kepala Badan Litbang dan
Pengembangan Usaha:

Tiara Tohir

Redaktur Senior:
Bambang Soesatyo

Redaktur:
Sabpri Piliang, AAGDWA Ariwangsa, Ami Herman,
B Pudja Rukmana, Dwi Putro Agus Asianto, Mohamad Guntur S,
Kentos Reza Artoko, Yudiarma, Jimmy Ratu Radjah

Wakil Redaktur:
Lerman Sipayung, Laksito Adi Darmono, Yon Parjiyono,
Syamsudin Walad, Abdul Choir, Agus Haryanto,
Andry Bey Rusmanto, Indra D Himrat,
Budi Seno P Santo, Rully Ariefandi

Staf Redaksi:
H Singgih Budi Setiawan, Nunun Nurbaiti, Tri Wahyuni, Devita Dahlia,
Wilmar Pasaribu, Hanif Sobari, Joko Sriyono,
Sadono Priyo, Silli Mela Novi, Syamsuri S, Wem Fauzi, Muhamad Kardeni,
Nefan Kristiono, Andira, Sugandi, Hedi Suryono, Tri Handayani,
Kartoyo DS, Bayu Legianto, Feber Sianturi

Kontributor:
Ashari Nasution, Markon Piliang (Jakarta), Agus Dinar (Bandung),
Wahyudi HR, Pudyo Saptono (Semarang), Bambang Sugiarto (Yogyakarta),
Endang Kusumastuti (Solo), Manahan Tampubolon (Medan), Adrizas (Pekanbaru),
Chairul Ishar Wisnu (Serang), Hedi Suhaedi (Sukabumi), Tarwono (Bogor),
Windrarto (Depok), Yacob Nauli (Sorong), Bonne Pukan (Kupang),
Darwis Kusi (Makassar), Dina Kristina (Bandar Lampung), Kusyana (Indramayu), Muhajir (Bekasi)

Tim Penyunting Bahasa:
Wahiduddin (Wakil Kepala Bagian)
Sonny Heru Kusumo (Staf)

Kabag Pracetak:
Kusyanto

Wakil Kabag Pracetak:
Budi Pitoyo

Staf Pracetak:
Sugiyo, Suharno Glinka,
Sugeng Pramono, Chotimah,
Pramuji, Chaliri CH,
Harno

Staf SK Online:
Ari Wibowo, Elma Efly, Atim

Pemimpin Perusahaan:
Rakhmat Junaedi

Wakil Pemimpin Perusahaan:
Ph Ateng Winarno

Pemasaran & Iklan:
Manaek Sinaga

Sirkulasi dan Distribusi:
St N Haryaka

Keuangan:
Chairul Wahid

Alamat Redaksi & Tata Usaha:
Jalan Bangka Raya No 2
Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp: 7191352 dan 7192656
Faksimil: 71790746

e-mail: redaksi@suarakarya-online.com
Bagian Iklan: Telp: 7182270/71
Faksimil: 7182271

Pengaduan Dan Permintaan Langganan:
Telp: 7192656 - 7191352

Tarif Iklan Koran:
Hitam Putih: Umum Rp 39.000,-
Duka Cita: dari Keluarga Rp 29.000,-
dari Perusahaan Rp 33.000,-
Khusus 1 kolom X 100 mm Rp 33.000,-(per mmk), Mini: Rp 33.000,-/baris
Warna: 1 warna spot harga Rp 41.000,-
2 warna spot harga Rp. 45.000,-
Separasi warna (full colour) Rp. 55.000,-
Halaman I Rp 125.000,- (per mmk).

Tarif iklan belum termasuk PPN 10 persen

Bank Mandiri Kebayoran Baru No 126-007 4000349.
Giro Pos No 12745.

ISSN 0215-3130

Isi diluar tanggung jawab Percetakan


ooOoo

" >

PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PARPOL
Bubarkan Penerima Uang Haram
PILPRES 2014
Indonesia Butuh Pemimpin Kuat
BIROKRASI
Lokomotif Wujudkan Indonesia Maju
PERGANTIAN JABATAN
Peningkatan Kualitas dan Kinerja
HUBUNGAN BILATERAL
Irman: AS-Indonesia Saling Membutuhkan
REKONSILIASI
Elite Diminta Saling Memaafkan
PARPOL
Islam atau Non-Islam Sama
SURVEI PILPRES
Rizal Ramli Capres Sangat Reformis
SURVEI CSIS
Demokrat dan PKS Makin Terpuruk
KASUS PENCUCIAN UANG
Terima Dana Haram,
Partai Bisa Dibubarkan
PILGUB JATENG
Bibit-Sudijono Imbau Warga Tidak Golput
VARIA TNI
Mabesau Simulasi Pemadam Kebakaran
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
Marzuki Belum Tentukan Sikap
Hadapi Konvensi Capres
Tujuh Anggota DPR PAW Dilantik
KPU Segera Tetapkan
Gubenur-Wagub NTB Terpilih
DPD Rekomendasikan Tiga Nama Anggota BPK
KPU Tetapkan Enam Cagub-Cawagub Malut
RI-Turki Kerja Sama Modifikasi Tank
arsip  
 
 
PEMILU 2014
ARB Yakin Jabar
Mampu Meraup Kemenangan


Jumat, 13 April 2012
SUBANG (Suara Karya): Dalam safari politik ke empat yang dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) di Jawa Barat. Dirinya merasa yakin, Partai Golkar akan meraup kemenangan pada 2014 mendatang dengan dukungan dari para petani.

"Saya bangga melihat petani di Subang padinya sudah semakin mengguning, dan langit masih tetap membiru. Insya Allah, pada 2014 Partai Golkar akan panen di seluruh Indonesia dan menyapa para petani yang ada di desa-desa," ujarnya pada acara Panen Raya dan Ramah Tamah dengan petani padi, tambak, nelayan, KUD Mina dan Kepala Desa di Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang, Kamis (12/4).

Hadir mendampingi Ketua Umum Aburizal Bakrie, Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I Ade Komarudin, Ketua DPP Golkar Fuad Hasan Masyhur, Rizal Malarangeng, anggota FPG DPR Eldie Suwandie, Ketua DPD Golkar Kabupaten Subang Rumanda.

Menurut ARB , untuk bisa memanen padi di desa-desa seperti di Subang, maka semua anggota DPR dari FPG harus terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan menyapa para konstituennya. "Saya optimistis Golkar akan bisa panen asalkan anggotanya mampu berbuat karya nyata untuk masyarakat. Jadi, setiap anggota DPR harus dekat dengan konstituennya dan berbuat yang terbaik untuk petani, nelayan, buruh dan masyarakat," kata dia.

Dialog Petani
Dalam dialog dengan petani di Desa Mandalawangi itu, Aburizal juga mendengarkan berbagai keluhan petani seperti patokan harga dasar gabah oleh pemerintah sebesar Rp 3600/kg, sementara harga dipasaran mencapai Rp 4100/kg. Selain itu, mereka juga mengeluhkan soal infrastruktur pedesaan dan irigasi yang ada di Subang mengalami kerusakan, soal perlunya pelatihan SDM petani, pemulihan sungai Cipunegara serta meminta agar Aburizal Bakrie tidak mendukung kebijakan impor beras.

"Kalau perlu kami siap melakukan kontrak politik agar Pak ARB tidak mendukung impor beras. Kami percaya produksi padi di Subang bisa ditingkatkan asalkan Golkar menentang impor beras agar kesejahteraan petani bisa meningkat," ujar salah satu petani.

Sementara para kepala desa yang hadir meminta agar Aburizal Bakrie segera memperjuangkan RUU Desa yang sampai sekarang semakin tidak jelas pembahasannya. "RUU Desa ini sangat penting dalam rangka penataan perangkat desa sebagai ujung tombak pemerintah pusat," ujarnya.

Sebelumnya ARB bersama rombongan juga meninjau dan berdialog dengan Gapoktan Ternak Itik Batara Mas di Desa Mariuk, Kecamatan Tambak Dahan, Kab Subang."Saya bangga dan terharu para peternak itik ini sudah mampu mengembangkan usahanya. Insya Allah, saya akan membantu pemodalan agar mampu mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi," ujarnya.

Selain itu, selaku tokoh nasional dan pengusaha yang sukses, saat memberikan ceramah motivasi dihadapan 500 pelajar SMK Bina Taruna di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Aburizal menatang para pelajar untuk membuat karya terbaru seperti yang dilakukan SMK di Solo Jawa Tengah.

"Jika pelajar mampu membuat karya-karya inovatif, saya berjanji akan membiayai semua proyek yang dibutuhkan. Kalau SMK Solo bisa, tunjukkan SMK Bina Taruna Subang juga lebih hebat dari Solo. Jadi, harus bisa dan pelajar harus mampu berbuat karya inovatif," tegas dia.

Menurut ARB , karya anak bangsa di bidang otomotif masih tertinggal dan semua produk yang ada berasal dari luar. "Saya berharap putra-putri Indonesia bisa membuat produk dengan kemampuan sendiri, sekalipun baru sampai tahap prototipe seperti mobil kijang," papar dia.

Dia juga mengakui pernah membuat prototipe mobil Indonesia pada 1997, dan hasilnya bagus, lolos uji emisi. Hanya saja, ketika itu krisis ekonomi melanda Indonesia sehingga proyeknya ti-dak lanjut, padahal proyeknya sudah menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar.

"Saya percaya suatu saat nanti kita akan menjadi bangsa besar yang mampu melahirkan karya-karya besar anak putra-putri Indonesia," ujar dia. (Rully)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i