KRIMINALITAS Aksi Perampokan Toko Emas Makin Marak
Jumat, 13 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Maraknya aksi perampokan bersenjata api di Jakarta dan sekitarnya makin mencemaskan. Belum lama masyarakat terkejut dengan kenekatan kawanan penjahat yang menjarah empat toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (12/4) ini, aksi serupa terjadi lagi di toko emas di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kawanan penjahat yang diperkirakan berjumlah enam orang itu merampok toko emas di Jalan Haji Mawi, Parung, Bogor.
"Mereka menggunakan tiga kendaraan bermotor, mengenakan helm, dan penutup muka. Tiba-tiba sejumlah pelaku menodongkan senjata api dan mengambil barang-barang berharga di tempat lokasi kejadian (TKP)," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan di lokasi kejadian, kemarin.
Pelaku berhasil menjarah 2 kilogram emas dan uang tunai sekitar Rp 3 juta. Kerugian yang diderita pemilik toko, sebagaimana dilaporkan polisi, mencapai miliaran rupiah.
Saksi mata Linda (26) mengatakan, kejadian perampokan itu berlangsung sekitar pukul 13.10 WIB. Ia melihat enam pelaku menggunakan tiga sepeda motor tiba-tiba berhenti dan masuk ke dalam toko. Mereka menggunakan helm, penutup muka mirip cadar, dan sarung tangan. Sebagian dari mereka menggunakan senjata api laras panjang, pistol, dan ada yang memegang golok.
Setelah menodongkan senjata, menurut Linda, para pelaku langsung mengambil emas di etalase dan memasukkannya ke dalam tas. Para pelaku tidak membuang tembakan karena saat itu Toni (41), si pemilik toko, hanya bersikap pasrah.
"Setelah selesai mengambil emas, para pelaku kabur ke arah Ciseeng, Parung," kata Linda. Saat ini petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut.
Hasil sementara olah TKP dan keterangan yang dihimpun dari saksi-saksi menunjukkan, dari empat penodong, tiga orang memakai senjata api dan satu orang membawa golok. Kemudian ada lagi satu pelaku yang ditugaskan menodongkan senjata ke toko mainan (sebelah toko emas) dan satu orang di kendaraan mengawasi area parkir.
Sejak beberapa tahun terakhir, toko emas sering menjadi sasaran perampokan. Sebelumnya, kasus perampokan yang menghebohkan terjadi di empat toko emas di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, 23 Maret 2012. Perampokan toko emas juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, awal pekan ini.
Perampokan di Ciputat sendiri telah berhasil dibongkar Polda Metro Jaya. Sebanyak sembilan tersangka ditangkap, satu orang di antaranya berperan sebagai penadah.
Dua tersangka ditangkap di Serang, yakni Erwanto dan Sanim alias Toing. Sebelum itu, polisi menangkap lima tersangka, yakni Anwar Syarifudin, Muhamad Ibrahim alias Wongso, Edy Sumarno alias Andong, Suratno, dan Tomi. Mereka berperan sebagai eksekutor.
Sementara tersangka Erwanto berperan menerima hasil kejahatan setelah perampokan, menerima sebagian eksekutor perampokan itu, dan membantu mempersiapkan rencana melarikan diri. Dia bahkan menyediakan pengacara jika dibutuhkan. Sedangkan tersangka Sanim juga menyediakan tempat perlindungan dengan jaminan keselamatan.
Dalam penangkapan itu, pihak kepolisian juga menyita sejumlah uang tunai hasil kejahatan. Dari tersangka Erwanto diamankan uang Rp 32 juta dan dari tersangka Sanim diamankan uang Rp 42 juta. Uang tersebut diduga imbalan atas peran mereka membantu pelaku lainnya. Total uang tunai yang menjadi barang bukti sebesar Rp 464 juta.
Menanggapi aksi perampokan ini, Mabes Polri mengimbau pemilik toko emas dan sentra-sentra bisnis lainnya agar memaksimalkan pengamanan swakarsa serta memasang kamera pengintai (CCTV).
Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, pengamanan swakarsa akan membantu pihak kepolisian dalam memberikan informasi dan mengungkap tindak kejahatan. Adanya petugas keamanan swakarsa setidaknya dapat mempermudah proses identifikasi terhadap orang yang diduga pelaku kejahatan itu, sedangkan kamera CCTV sebagai alat bantu untuk mengenali pelakunya. (Sadono)
|
|