Pilkada Aceh Wujudkan Kembali Wawasan Kebangsaan
Sabtu, 14 April 2012
Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Aceh baru saja digelar untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta dan walikota dan wakil walikota.
Sebagai warga masyarakat, kita berharap agar para calon pemimpin yang digadang-gadang oleh partai politik (parpol) yang mengusungnya, dapat menepati janji-janjinya jika terpilih nanti. Jangan sampai program-program yang dikampanyekan hanya menjadi bualan semata. Dengan demikian, hal ini akan memunculkan ketidakpercayaan masyarakat kepada para politisi. Karena, dampaknya akan dapat berpotensi terjadinya gangguan keamanan masyarakat.
Sesuai fakta yang terjadi selama ini, setelah para pejabat terpilih menjadi pejabat, rata-rata di antara mereka biasanya lupa akan janji-janjinya, khususnya dalam mensejahterakan rakyat. Umumnya saat ini jika sudah menjadi pejabat, mereka justru terlibat kasus tindak pidana korupsi yang berarti tujuannya menjadi pejabat hanya untuk memperkaya diri sendiri dan cenderung mengabaikan kepentingan rakyatnya.
Perlu diketahui bahwa Aceh pada masa lalu adalah daerah konflik dan juga pernah mengalami bencana alam tsunami yang hebat. Apalagi, beberapa hari lalu gempa bumi serupa (berkekuatan besar) kembali melanda daerah itu meski tidak menimbulkan tsunami.
Dengan kejadian tersebut, pemimpin terpilih diharapkan betul-betul akan membangun Aceh yang lebih bermartabat dan demokratis. Sehingga, perbedaan pendapat yang pernah terjadi pada masa lalu justru akan dapat memotivasi dan memperkokoh Aceh dalam kedudukan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.
Kita tahu bahwa lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, semuanya adalah mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sehingga, sebagai warga negara, kita berharap agar siapa pun yang nantinya terpilih dapat didukung oleh segenap elemen lainnya sehingga damai Aceh akan tetap berlangsung selamanya.
Kita juga berharap agar pemimpin terpilih nantinya memiliki komitmen, integritas dan kecintaan terhadap keutuhan NKRI. Rasa patriotisme dan wawasan kebangsaan menjadi syarat mutlak bagi pemimpin Aceh.
Bagi kita semua, yang paling utama adalah komitmen mereka terhadap keutuhan NKRI. Dhus, kita sebagai bagian dari komponen bangsa harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu membangun Aceh dalam bingkai NKRI.
Yani Andaryani
Teluk Pucung
Bekasi Utara
|
|