KABUPATEN CIANJUR Tidak Ada Koordinasi Penanggulangan Kerusakan Jalan
Senin, 16 April 2012
CIANJUR (Suara Karya): Upaya menanggulangi kerusakan jalan, akibat kegiatan penambangan pasir di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sangat sulit dilakukan karena banyak "tangan yang bermain" dan satu sama lain tidak ada koordinasi.
"Mereka memiliki kepentingan sendiri, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan keompoknya," kata Kepala Bidang Pertambangan Dinas PSDAP (Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan) Kabupaten Cianjur, Endang Suparman, pekan lalu, di ruang kerjanya.
Dicontohkan, mereka memperoleh konpensasi dari pengusaha pertambangan setempat dengan dalih untuk pengamanan dan menanggulangi kerusakan jalan yang diakibatkan truk-truk pengangkut pasir. Sedangkan dalam pelaksanaannya, keadaan jalan yang dilalui truk-truk pengangkut pasir mengalami kerusakan karena tidak adanya pemeliharaan atau perbaikan.
"Akibat banyak tangan yang bermain dan tidak ada koordinasi di antara mereka. Yang dirugikan warga masyarakat karena jalan mengalami kerusakan parah. Para pengusaha pun dirugikan. Banyak dana yang keluar, namun tidak tepat sasaran," ungkap Endang.
Diakui Endang, akibat kegiatan pertambangan pasir, terutama di tiga wilayah kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Cikalong Kulon, Cilaku, dan Sukaluyu, puluhan kilometer jalan desa dan jalan kabupaten mengalami kerusakan yang sangat parah. Sejumlah ruas jalan rusak akibat hilir-mudiknya puluhan truk pengangkut pasir.
Untuk itu, mwnurut Endang, Dinas PSDAP dengan pengusaha dan pihak-pihak terkait sudah melakukan pembahasan untuk menanggulangi kerusakan jalan tersebut. Ada beberapa tahap yang akan dilakukan, di antaranya koordinasi. Pihak kecamatan bertindak sebagai koordinator, bekerja sama dengan pengusaha dalam menangani kerusakan jalan. (*/Dwi Putro AA)
|
|