WILAYAH LANGGANAN BANJIR Penurapan Kali Mookervart Tidak Tuntas
Selasa, 17 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Penurapan dan normalisasi Kali Mookervart oleh Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta yang tidak tuntas, membuat warga bantaran kali di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat masih menjadi langganan terendam banjir.
"Penurapan Kali Mookervart tidak tuntas, masih ada lebih kurang 150 meter tanggul di daerah Rawa Buaya, yang belum diturap, akibatnya pada saat kali itu banjir, airnya meluap, bisa menggenangi permukiman penduduk. Disamping itu, yang sudah diturap, malah dikasih puluhan lubang berdiameter duapuluh cm, sehingga saat musim hujan, terjadi banjir, air meluap menggenangi warga," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua, Minggu (15/4).
Politisi Partai Beringin ini heran, mengapa lurah Rawa Buaya, membiarkan penurapan tidak tuntas. Seharusnya, lurah ikut mengawasi kerja kontraktor yang meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas.
"Saya juga heran, tanggul yang diturap kok dikasih lubang-lubang yang cukup besar, sehingga pada saat banjir, airnya menyemprot ke permukiman warga, sehingga mereka terkena banjir," kata Inggard. Inggard yang juga Koordinator Komisi A (Bidang Pemerintahaan) DPRD DKI itu mengharapkan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng dan Wali Kota Jakarta Barat, bisa mengimplementasikan penyelesaian penurapan kali Mookervart oleh Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum DKI.
"Penurapan dan pengerukan Kali Mookervart harus selesai tahun 2012 dan paling lambat 2013, sehingga warga di Rawa Buaya tidak kebanjiran lagi," kata Inggard menegaskan.
"Warga di sini mendukung 100 persen upaya Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Dinas PU DKI menormalisasi Kali Mookervart dan Kali Angke yang melintasi wilayah kami," ujar Ade Rohadi, warga RT 013/ RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Selama ini, kata Ade Rohadi, Kelurahan Rawa Buaya menjadi daerah langganan banjir. Sebab, wilayah tersebut dilintasi Kali Mookervart yang selama ini belum dikeruk dan dipenuhi bangunan liar. Akibatnya, air seringkali meluap ke pemukiman warga.
Begitu mengetahui Pemprov DKI tengah memulai program normalisasi dengan menertibkan bangunan liar dan juga rencana pengerukan kali, Ade Rohadi sangat bersyukur. "Semoga program tersebut bisa secepatnya selesai," kata Ade Rohadi berharap.
Ade Rohadi mengharapkan, Pemprov DKI juga menambah jumlah pompa air di wilayah Rawabuaya.
Camat Cengkareng, Rohali mengatakan, saat ini Pemprov DKI memang tengah melakukan normalisasi kali untuk menanggulangi banjir. Dan kebetulan untuk wilayah Kecamatan Cengkareng yang dilalui Kali Mookervart dan Kali Angke juga akan dinormalisasi. Untuk itu, Rohali sangat berharap seluruh masyarakat mendukung program tersebut. "Saya berharap masyarakat mendukung program ini," katanya. (Yon Parjiyono)
|
|