KRIMINALITAS Dosen UI Dibunuh Keponakan Sendiri
Kamis, 19 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Pembunuh dosen Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Suwantji Sisworahardjo (73) ternyata adalah keponakannya sendiri yang bernama Satriyo Utomo (45) alias SU. Tersangka melakukan perbuatan keji itu lantaran kecewa tidak dipinjami uang untuk membayar rumah kontrakan.
"Pada hari kejadian, tersangka Utomo minta bantuan pada korban (pinjam uang), tetapi tidak dipenuhi sehingga terjadi pembunuhan itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Jaya, Jakarta Rabu (18/4).
Suwantji merupakan salah seorang pendiri jurusan ilmu kesejahteraan sosial FISIP UI. Guru besar yang hidup sendiri ini ditemukan tewas di kediamannya di Jalan Kalpataru 28 RT 08 RW 07 Perumahan Larangan Indah Ciledug, Minggu (15/4) sore, oleh adik bersama anak adik korban dan tetangga. Jenazahnya ditemukan sudah membengkak, terduduk dan bersandar di ruang teras belakang.
Rikwanto menjelaskan, tersangka SU ditangkap di Jalan Gajah Pungkur, Jakarta Selatan, yang merupakan rumah salah satu keluarganya, Selasa (17/4) pukul 23.00 WIB. Tersangka tidak melakukan perlawanan setelah melalui pendekatan kekeluargaan.
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Widada menambahkan, sebelum ditangkap, polisi telah berunding dengan keluarga besar SU untuk melakukan penangkapan. Pihak kepolisian dan keluarga sepakat untuk membujuk SU agar menyerahkan diri secara sukarela. SU juga dibujuk agar mengakui perbuatannya.
"Dengan pendekatan ini, tidak akan ada kekerasan ataupun jatuh korban, dan juga membantu polisi dalam proses penyidikan," kata Wahyu Widada.
Kronologis pembunuhan, awalnya SU mendatangi rumah Suwantji, Jumat (13/4), di Perumahan Larangan Indah, Ciledug, Tangerang. SU bermaksud hendak meminjam uang guna membayar rumah kontrakan selama tiga bulan. Bukannya diberi uang, SU malah dimarahi oleh almarhumah. SU kemudian emosi dan menyetrum korban dengan menggunakan setrum gun yang dibawanya.
Korban sempat berteriak minta tolong. Hal tersebut membuat SU panik. Ia kemudian membekap mulut SU dan mencekiknya menggunakan sapu tangan. Kepala korban juga dibenturkan pada benda yang keras. Pendarahan dalam kepala ini yang diduga menyebabkan kematiannya.
Setelah diketahui tidak berdaya, tersangka mempreteli gelang dan anting korban. "Berdasarkan pengakuan tersangka, gelang dan anting emas seberat 22 gram serta HP korban dijual seharga Rp 8.650.000. Uang hasil kejahatan itu dipakai untuk bayar kontrakan selama tiga bulan, batas pembayarannya Sabtu, 14 April 2012," kata Rikwanto.
Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Tangerang memburu lelaki berinisial R, teman Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat.
Izzun menjadi korban pembunuhan pada 7 April 2012. Dari hasil pengusutan polisi, R adalah orang terakhir yang berhubungan dan berkomunikasi dengan korban, sebelum gadis berusia 24 tahun itu ditemukan tewas dengan leher tergorok.
"Berdasarkan keterangan saksi, R bersama korban pada malam sebelum korban ditemukan tewas. Dia baru dikenal korban dan bukan mahasiswa UIN," kata seorang penyidik Polres Kota Tangerang, Rabu (18/4).
Seperti diketahui, mayat berjilbab yang ditemukan di Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, itu baru terungkap setelah sepekan. Mayat ini belakangan diketahui sebagai Izzun Nahdiyah (24), mahasiswi semester 12 Fakultas Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah.
"Kini kami fokus untuk pengejaran pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga.
Menurut sejumlah saksi, Izzun pernah menjalin hubungan istimewa dengan sejumlah pria, di antaranya adalah I, RI, dan R. Polisi masih menelusuri nama-nama pria itu. Namun, malam sebelum ditemukan tewas, ada saksi melihat Izzun dijemput seorang laki-laki berinisial R. (Sadono)
|
|