Kilas Nusantara Peringatan Dini Tsunami di Papua Barat
Senin, 23 April 2012
MANOKWARI (Suara Karya): Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ir ML Rumadas, mengatakan, peralatan peringatan dini tsunami akan dipasang di daerah-daerah pesisir dan kepulauan di provinsi itu yang berpotensi tsunami.
Menurut Rumadas, di beberapa daerah kabupaten di Papua Barat telah dipasang alat peringatan dini tsunami. Namun, alat tersebut ke depan harus ditambah karena daerah kepulauan dan pesisir yang berpotensi tsunami di Papua Barat cukup luas.
Daerah pantai yang cukup rawan dan berpenduduk seperti Manokwari, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, sebagian Kabupaten Sorong Selatan, juga Kepulauan Raja Ampat dan Kota serta Kabupaten Sorong harus dipasangi alat peringatan dini tsunami karena kawasan itu padat penduduk.
Hal itu dikatakan Rumadas setelah terjadi gempa yang mengguncang Manokwari, Sabtu (21/4), pukul 10.16 WIT, berkekuatan 6,8 SR pada kedalaman 10 km di wilayah 88 km tenggaran Manokwari. Lalu gempa berikutnya pukul 10.24:43 berkekuatan 5,7 SR dengan kedalaman 10 di wilayah 83 km timur laut Bintuni, dirasakan di seluruh Provinsi Papua Barat.
Menjawab pertanyaan wartawan, Rumadas mengatakan belum ada laporan korban tewas atau luka akibat gempa itu. Juga belum ada laporan kerusakan bangunan yang signifikan.
Khusus di Manokwari, gempa itu sudah dianggap biasa bagi sebagian warga. Sebab, apabila terlanda gempa, otomatis warga sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban. Misalnya, harus segera ke luar rumah langsung mencari dataran tinggi untuk menghindari tsunami. (Yacob Nauly)
BPK Sosialisasi ke UPS Tegal
KOTA TEGAL (Suara Karya): Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasa Bisri mengatakan, masyarakat secara luas perlu memahami kerja dan tugas lembaga negara. Hal itu mutlak dipahami agar masyarakat tidak salah memahami keberadaan suatu lembaga negara.
"Salah satunya mengerti tugas dan peran Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK," kata Hasan Bisri saat menjadi pembicara dalam kegiatan BPK Road Show to Campus, di aula Fakultas Ekonomi Universitas Panca Sakti (UPS), Tegal, kemarin.
BPK, misalnya, adalah lembaga pemeriksa keuangan negara yang memiliki tugas atau peran memeriksa penggunaan uang negara dari mulai tingkat pemerintahan kabupaten/kota hingga pemerintahan pusat. Pemeriksaan itu dilakukan agar penggunaan keuangan negara tidak diselewengkan sehingga sesuai prosedur yang ditetapkan.
Kegiatan BPK Road Show to Campus, menurut rencana, akan dilakukan di beberapa kampus di Jawa Tengah. Antara lain, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Sebelas Maret Solo, dan Universitas Pancasakti Tegal.
Ketua Panitia BPK Road Show to Campus UPS Tegal, Mahben Jalil, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di kampusnya dihadiri 400 peserta yang berasal dari perwakilan perguruan tinggi yang ada di sekitar pantura. "Perwakilan itu antara lain dari kalangan mahasiswa, dosen, dan aktivis keuangan. Rencananya, kegiatan semacam ini menjadi agenda tahunan Universitas Pancasakti Tegal," kata Mahben. (Herman Budiyanto)
Hj Anna Sophanah Lepas Kafilah Indramayu
INDRAMAYU (Suara Karya): Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah, Jumat (20/4), melepas para kafilah MTQ Kabupaten Indramayu yang akan mengikuti MTQ ke-32 tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Karawang.
Bupati dalam sambutannya mengharapkan para kafilah dari Indramayu dapat mengikuti MTQ di Karawang secara maksimal, sekaligus menjadikan kegiatan itu sebagai motivasi untuk terus mencintai, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur`an. Jika kita berpegang teguh pada Al-Qur`an, insya Allah, akan selamat di dunia dan akhirat.
Anna Sophanah juga mengingatkan agar para kafilah selalu bersikap dan berperilaku terpuji untuk menjaga nama baik pemerintah dan masyarakat Indramayu.
Ketua I Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Indramayu yang juga menjabat Kepala Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Drs H Yayat Hidayat, MAg, mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakannya pelepasan kafilah MTQ Kabupaten Indramayu adalah untuk memberikan motivasi kepada para pembina dan peserta MTQ agar lebih gigih dalam meraih prestasi MTQ di Kabupaten Karawang.
Jumlah kafilah MTQ Indramayu ada 50 orang yang terdiri dari ofisial 12 orang, pembina cabang 8 orang, dan peserta MTQ 30 orang. Ada tujuh cabang MTQ yang diikuti peserta dari Indramayu. (Kusyana)
|
|