UJIAN NASIONAL Pelaksanaan UN SMP Lebih "Rumit"
Senin, 23 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 3,7 juta siswa SMP/MTs seluruh Indonesia akan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan digelar secara serentak pada 23-26 April 2012. Waktu pelaksanaan lebih pendek karena hanya mengujikan empat mata pelajaran, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (20/4) petang, mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMP lebih "rumit" jika dibandingkan dengan UN tingkat SMA. Alasannya, jumlah pesertanya UN SMP lebih besar sebanyak 3,7 juta siswa, sedangkan SMA 2,5 juta siswa.
"Semakin banyak siswa yang ikut UN, semakin banyak jumlah kelas dan pengawas yang dikerahkan. Dibutuhkan kerja keras semua pihak," ujarnya.
Alasan lainnya, Nuh menyebutkan, rentang sekolah yang harus dijangkau. Pasalnya, titik lokasi SMP dapat menembus sampai ke desa-desa, sedangkan SMA hanya berada di tingkat kecamatan. Sehingga koordinasi antara dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan sekolah sangat diperlukan demi kelancaraan pelaksanaan UN SMP.
"Tahun ini, pelaksanaan UN SMP melibatkan 419.096 pengawas dengan menggunakan 209.548 ruang ujian. Sama seperti tingkat SMA, materi soal UN dibuat dalam 5 versi yang berbeda-beda, yang diharapkan bisa meminimalisasi kecurangan dan kebocoran soal," ucap Nuh menandaskan.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, tidak ada soal cadangan untuk UN SMP. Hal itu untuk menghindari kebocoran soal.
"Proses distribusi soal ke rayon dan subrayon akan terus dikawal ketat polisi untuk mengamankan dari kebocoran," kata Taufik Yudi usai serah terima materi soal UN dari percetakan untuk disimpan di sekolah rayon Jakarta Timur yang berlokasi di SMP Negeri 225, Sabtu (21/4).
Di Jakarta Pusat, materi soal UN SMP disimpan di SMP Negeri 1, di wilayah Jakarta Selatan dipusatkan di SMP Negeri 19, Jakarta Barat disimpan di SMP Negeri 45 dan Jakarta Utara dipusatkan di SMP Negeri 30.
Taufik menegaskan, materi tersebut kemudian pada Minggu (22/4) dibagikan ke 22 sekolah subrayon yang tersebar di seluruh DKI. "Baru pada Senin (23/4) pukul 05.00 WIB, materi soal UN yang disimpan di sekolah subrayon diserahkan ke sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Proses pembagian soal UN ini juga dikawal 1-2 polisi untuk keamanan," ujarnya.
Setibanya disekolah, lanjut Taufik Yudi, materi soal UN akan dikawal sesuai prosedur yang melibatkan polisi, pihak perguruan tinggi sebagai pengawas independen dan guru sekolah bersangkutan.
Sejumlah perguruan tinggi yang menjadi pengawas independen dibagi menjadi 5 wilayah, untuk wilayah Jakarta Timur dikoordinasikan oleh Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Barat oleh Universitas Tarumanegara, Jakarta Selatan oleh Universitas Pancasila, Jakarta Utara oleh Universitas Jayabaya dan Jakarta Pusat oleh Universitas Indonesia.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rakmat Sutomo, Minggu (22/4), mengatakan, naskah soal ujian UN SMP sederajat telah tiba di Kota Solo pada hari Sabtu (21/4). Kemudian hari Minggu (22/4) dibagikan ke sub rayon yang terletak di tiga sekolah yakni SMP 15, SMP 10 dan SMP 8. Pada saat ujian, panitia ujian akan mengambil langsung ke sub rayon tersebut.
Sebanyak 11.288 peserta ujian untuk tingkat SMP tersebut akan dibagi di 601 ruangan dengan jumlah pengawas sebanyak 1.222 orang. Untuk pola pengawasan dan pengamanan distribusi naskah soal, akan sama seperti pengamanan UN tingkat SMA yang telah dilaksanakan sebelumnya. (Tri Wahyuni/Endang K)
|
|