| |  | | | | GENG MOTOR Perusakan Hotel Bermula dari Taruhan Balap Liar
Senin, 23 April 2012
SEMARANG (Suara Karya): Perusakan beberapa bagian Hotel Dafam di Jalan Imam Bonjol Nomor 188 Semarang oleh puluhan anggota geng motor bermula dari taruhan balap liar yang dilakukan oleh dua kelompok bengkel.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara terhadap sembilan saksi yang kami periksa, perusakan Hotel Dafam bermula dari taruhan balap liar antarkelompok bengkel," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Semarang Tengah AKP Rudi Montolalu di Semarang, Minggu.
Ia menjelaskan, sebelum terjadi perusakan, ada dua kelompok bengkel yakni kelompok Pak Wit dan kelompok Mbah Ran yang melakukan taruhan balap liar dengan sepeda motor mesin berkapasitas 125 cc di Jalan Imam Bonjol Semarang pada Minggu dini hari. Saat balap liar dengan uang taruhan Rp 150 ribu tersebut berlangsung, pembalap liar dari kelompok Mbah Ran berbuat curang dengan memotong jalan pebalap dari kelompok Pak Wit sehingga kalah.
"Karena merasa dicurangi, sembilan orang yang merupakan kelompok Pak Wit tidak bersedia menyerahkan uang taruhan kepada kelompok Mbah Ran yang jumlahnya pada saat itu sekitar 20 orang lebih," ujarnya.
Puluhan kelompok Mbah Ran yang emosi kemudian mengeroyok dan menyerang kelompok Pak Wit yang jumlahnya kalah banyak dengan menggunakan senjata tajam sehingga anggotanya langsung melarikan diri dengan bersembunyi di halaman Hotel Dafam Semarang.
Mengetahui korban ada yang menyelamatkan diri dengan masuk ke halaman Hotel Dafam, puluhan anggota kelompok Mbah Ran kemudian melakukan perusakan beberapa bagian hotel dengan menggunakan batako serta batu.
Selain menyebabkan kerusakan di beberapa bagian Hotel Dafam, penyerangan tersebut juga menyebabkan salah seorang anggota kelompok Pak Wit yang bernama Eka Candra (17) menderita luka terkena sabetan senjata tajam di bagian punggung, dan dua sepeda motor--Yamaha Vega bernomor polisi H 3046 QS dan Honda Supra--milik Agus Dwi (20) yang diduga dibawa kabur oleh kelompok Mbah Ran.
Eka Candra yang ditemui di sela pemeriksaan kepolisian di Mapolsek Semarang Tengah mengaku berusaha menyelamatkan diri bersama beberapa rekannya dengan masuk ke halaman Hotel Dafam. "Saya hanya mencari tempat yang aman saat kelompok kami diserang," kata siswa SMA yang bertempat tinggal di Jalan Ketileng Indah Semarang itu.
Seperti diketahui, beberapa bagian Hotel Dafam Semarang dirusak oleh puluhan anggota geng motor pada hari Minggu (22/4) sekitar pukul 03.30 WIB.
Akibat perusakan di beberapa bagian Hotel Dafam itu yang berlangsung sekitar 15 menit itu, kaca di pos parkir dan papan nama hotel pecah, satu unit monitor komputer hilang, dan alat sensor parkir rusak. (Ant/Pudyo S)
|
| |
|
|