Sapta Nirwandar Sinatria Ekonomi Kreatif
Selasa, 24 April 2012
Banyak kalangan menilai Sapta Nirwandar bukan sekadar birokrat karena memiliki jiwa pemasaran tinggi dan pecinta budaya. Doktor lulusan Paris IX-Dauphine ini merupakan pengambil kebijakan berbasis kearifan lokal. Kecintaan terhadap kearifan lokal itu ditunjukkan dengan penganugerahan gelar Sinatria Cipta Karya dari masyarakat adat Jawa Barat dan Banten baru-baru ini.
Masyarakat adat Jawa Barat dan Banten memberikan gelar Sinatria Cipta Karya karena putra kelahiran 13 Mei 1954 di Tanjung Karang ini dianggap sebagai ksatria di bidang ekonomi kreatif, khususnya kesenian, kebudayaan serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. "Bangsa yang maju tak akan pernah melupakan budayanya," kata suami dari Sri Kuntari Baiquni ini menanggapi pemberian gelar itu.
Karena keandalan di bidang pemasaran dan seni budaya, tak salah apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Sapta Nirwandar sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf). Bersama Menparekraf Mari Elka Pangestu, Sapta bertekad terus menggenjot pemasaranan pariwisata nasional ke tingkat internasional, agar kunjungan wisatawan mancanegara 2012 sebanyak 8 juta orang akan tercapai.
Sapta dikenal supel bergaul dan fasih berbahasa Inggris, Prancis, Jawa, Sunda, Lampung, dan Palembang. Ayah tiga anak ini ini menyelesaikan pendidikan dasar di Tanjung Karang dan Yogyakarta. Setamat dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, ia melanjutkan studi di Institute International Administration Publique (IIAP), University Paris I-Sorbonne, dan Ecole Nationale Administration (ENA), serta University Paris IX Dauphine, di Paris, Prancis. (Sadono)
|
|