Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Komentar 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Suparman Marzuki
Nakhoda Baru KY
Norman Marciano
Kebanggaan National Defense
Putri Kuswisnuwardani
Srikandi Budaya Indonesia
Peter O'Niell
Pemimpin Bersih PNG
Prof Dr Rochmat Wahab, MPd MA
Master Cendekia
Agun Gunanjar Sudarsa
Pengawal Pemilu
Ito Warsito
Begawan Pasar Modal
Dwi Soetjipto
Motor Pembangunan Infrastruktur
Prof Dr H Abd A'la MAg
Penyokong Kewirausahaan
Henry Kissinger II
Penasihat Politik AS
Karen Agustiawan
Sang Pemberani
Evi Firmansyah
Punggawa Bank BTN
arsip  
CATATAN AKHIR TAHUN
Angkutan Massal Belum Mampu
Berikan Rasa Aman
Andhara Early
Tetap Merahasiakan Ayah Bayinya
arsip  
 
 
Sapta Nirwandar
Sinatria Ekonomi Kreatif


Selasa, 24 April 2012
Banyak kalangan menilai Sapta Nirwandar bukan sekadar birokrat karena memiliki jiwa pemasaran tinggi dan pecinta budaya. Doktor lulusan Paris IX-Dauphine ini merupakan pengambil kebijakan berbasis kearifan lokal. Kecintaan terhadap kearifan lokal itu ditunjukkan dengan penganugerahan gelar Sinatria Cipta Karya dari masyarakat adat Jawa Barat dan Banten baru-baru ini.

Masyarakat adat Jawa Barat dan Banten memberikan gelar Sinatria Cipta Karya karena putra kelahiran 13 Mei 1954 di Tanjung Karang ini dianggap sebagai ksatria di bidang ekonomi kreatif, khususnya kesenian, kebudayaan serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. "Bangsa yang maju tak akan pernah melupakan budayanya," kata suami dari Sri Kuntari Baiquni ini menanggapi pemberian gelar itu.

Karena keandalan di bidang pemasaran dan seni budaya, tak salah apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Sapta Nirwandar sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf). Bersama Menparekraf Mari Elka Pangestu, Sapta bertekad terus menggenjot pemasaranan pariwisata nasional ke tingkat internasional, agar kunjungan wisatawan mancanegara 2012 sebanyak 8 juta orang akan tercapai.

Sapta dikenal supel bergaul dan fasih berbahasa Inggris, Prancis, Jawa, Sunda, Lampung, dan Palembang. Ayah tiga anak ini ini menyelesaikan pendidikan dasar di Tanjung Karang dan Yogyakarta. Setamat dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, ia melanjutkan studi di Institute International Administration Publique (IIAP), University Paris I-Sorbonne, dan Ecole Nationale Administration (ENA), serta University Paris IX Dauphine, di Paris, Prancis. (Sadono)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i