Kamis, 23 Mei 2013
HARIAN UMUM SUARA KARYA
DITERBITKAN OLEH:
PT SUARA RAKYAT MEMBANGUN
SURAT IZIN: KEPUTUSAN MENPEN NOMOR
070/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986,
TANGGAL 1 MARET 1986

Perintis:
Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani, Sapardjo

Penasihat:
Aburizal Bakrie, M Jusuf Kalla,
Akbar Tandjung

Pemimpin Umum:
Airlangga Hartarto

Wakil Pemimpin Umum:
Lalu Mara Satriawangsa

Pemimpin Redaksi/
Penanggung Jawab:

Ricky Rachmadi

Wakil Pemimpin Redaksi:
Kodrat Wahyu Dewanto

Redaktur Pelaksana:
Djunaedi Tjunti Agus

Wakil Redaktur Pelaksana:
Asep Yayat, Victor A Simandjuntak

Dewan Redaksi:
Ricky Rachmadi (Ketua),
Kodrat Wahyu Dewanto,
Djunaedi Tjunti Agus,
Asep Yayat,
Victor A Simandjuntak

Kepala Badan Litbang dan
Pengembangan Usaha:

Tiara Tohir

Redaktur Senior:
Bambang Soesatyo

Redaktur:
Sabpri Piliang, AAGDWA Ariwangsa, Ami Herman,
B Pudja Rukmana, Dwi Putro Agus Asianto, Mohamad Guntur S,
Kentos Reza Artoko, Yudiarma, Jimmy Ratu Radjah

Wakil Redaktur:
Lerman Sipayung, Laksito Adi Darmono, Yon Parjiyono,
Syamsudin Walad, Abdul Choir, Agus Haryanto,
Andry Bey Rusmanto, Indra D Himrat,
Budi Seno P Santo, Rully Ariefandi

Staf Redaksi:
H Singgih Budi Setiawan, Nunun Nurbaiti, Tri Wahyuni, Devita Dahlia,
Wilmar Pasaribu, Hanif Sobari, Joko Sriyono,
Sadono Priyo, Silli Mela Novi, Syamsuri S, Wem Fauzi, Muhamad Kardeni,
Nefan Kristiono, Andira, Sugandi, Hedi Suryono, Tri Handayani,
Kartoyo DS, Bayu Legianto, Feber Sianturi

Kontributor:
Ashari Nasution, Markon Piliang (Jakarta), Agus Dinar (Bandung),
Wahyudi HR, Pudyo Saptono (Semarang), Bambang Sugiarto (Yogyakarta),
Endang Kusumastuti (Solo), Manahan Tampubolon (Medan), Adrizas (Pekanbaru),
Chairul Ishar Wisnu (Serang), Hedi Suhaedi (Sukabumi), Tarwono (Bogor),
Windrarto (Depok), Yacob Nauli (Sorong), Bonne Pukan (Kupang),
Darwis Kusi (Makassar), Dina Kristina (Bandar Lampung), Kusyana (Indramayu), Muhajir (Bekasi)

Tim Penyunting Bahasa:
Wahiduddin (Wakil Kepala Bagian)
Sonny Heru Kusumo (Staf)

Kabag Pracetak:
Kusyanto

Wakil Kabag Pracetak:
Budi Pitoyo

Staf Pracetak:
Sugiyo, Suharno Glinka,
Sugeng Pramono, Chotimah,
Pramuji, Chaliri CH,
Harno

Staf SK Online:
Ari Wibowo, Elma Efly, Atim

Pemimpin Perusahaan:
Rakhmat Junaedi

Wakil Pemimpin Perusahaan:
Ph Ateng Winarno

Pemasaran & Iklan:
Manaek Sinaga

Sirkulasi dan Distribusi:
St N Haryaka

Keuangan:
Chairul Wahid

Alamat Redaksi & Tata Usaha:
Jalan Bangka Raya No 2
Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp: 7191352 dan 7192656
Faksimil: 71790746

e-mail: redaksi@suarakarya-online.com
Bagian Iklan: Telp: 7182270/71
Faksimil: 7182271

Pengaduan Dan Permintaan Langganan:
Telp: 7192656 - 7191352

Tarif Iklan Koran:
Hitam Putih: Umum Rp 39.000,-
Duka Cita: dari Keluarga Rp 29.000,-
dari Perusahaan Rp 33.000,-
Khusus 1 kolom X 100 mm Rp 33.000,-(per mmk), Mini: Rp 33.000,-/baris
Warna: 1 warna spot harga Rp 41.000,-
2 warna spot harga Rp. 45.000,-
Separasi warna (full colour) Rp. 55.000,-
Halaman I Rp 125.000,- (per mmk).

Tarif iklan belum termasuk PPN 10 persen

Bank Mandiri Kebayoran Baru No 126-007 4000349.
Giro Pos No 12745.

ISSN 0215-3130

Isi diluar tanggung jawab Percetakan


ooOoo

" >

PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Ekonomi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
TUGAS MENKEU
Batasi Utang Luar Negeri
REL GANDA
Proses Tender Dilakukan secara Terbuka
IIF 2013
Peluang Menarik bagi Investor Asing
PENGHARGAAN
Hatta Terima "Reformasi Award"
GANGGUAN KESEHATAN
Impor Ikan Beku Indonesia Harus Dibatasi
KENDALA INDUSTRI
Perlu Koreksi Target
Pertumbuhan Manufaktur
PROGRAM EKONOMI
Menkeu Diminta Dorong Investasi
PRODUK ANYAMAN
Tingkatkan Kreativitas guna Penuhi Pasar
STAGNASI PRODUKTIVITAS
Sulit Capai Target Swasembada Pangan
PELUANG USAHA
Belanja Iklan Capai 50 Triliun
HORTIKULTURA
Ewindo Kenalkan Benih Unggul Baru
PERIKANAN
KKP Targetkan Nilai Ekspor 5 M Dolar AS
arsip  
PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL
Dana Investasi Jamsostek
Tumbuh 15 Persen
AKSI KORPORASI
CSR, Jadi Perhatian Emiten
arsip  
 
 
LAPORAN BKPM
Investasi Naik 32,8 Persen


Selasa, 24 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi triwulan I (Januari-Maret) 2012 mencapai Rp 71,2 triliun.

Angka ini menunjukkan adanya peningkatan 32,8 persen dibanding periode yang sama pada 2011 yang hanya Rp 53,6 triliun.

"Pertumbuhan realisasi investasi ini didorong upaya peningkatan pemerataan investasi ke seluruh wilayah Indonesia melalui berbagai kebijakan. Sudah memperlihatkan hasil menggembirakan," kata Kepala BKPM Gita I Wirjawan di Jakarta, Senin (23/4).

Menurut dia, meningkatnya penanaman modal tercermin dari realisasi investasi luar Jawa yang hampir mendekati separuh dari total realisasi investasi. Realisasi penanaman modal sepanjang tiga bulan pertama 2012 ini terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 51,5 triliun. Ini berarti naik 30,3 persen dibanding periode sama 2011 sebesar Rp 39,5 triliun. Realisasi investasi PMA pada triwulan I 2012 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 19,7 triliun atau naik 39,7 persen dari periode yang sama pada 2011 yang hanya sebesar Rp 14,1 triliun.

Sementara itu, berdasarkan sektor usaha, peringkat lima besar investasi PMDN meliputi pertambangan Rp 5,8 triliun, selanjutnya industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi sebesar Rp 2,5 triliun, serta tanaman pangan dan perkebunan Rp 2,3 triliun. Setelah itu industri kertas, barang dari kertas dan percetakan Rp 1,6 triliun, serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 1,4 triliun.

Untuk lima besar PMA meliputi sektor usaha pertambangan 1,1 miliar dolar AS serta tranportasi gudang dan telekomunikasi 0,8 miliar dolar AS. Selanjutnya, tanaman pangan dan perkebunan 0,5 miliar dolar AS, kemudian barang logam, mesin dan elektronik 0,5 miliar dolar AS serta industri alat angkutan dan transportasi lainnya 0,4 miliar dolar AS.

Sedangkan berdasarkan lokasi, realisasi investasi PMDN terbesar di Jawa Timur sebesar Rp 3,8 triliun, DKI Jakarta Rp 3,1 triliun, Kalimantan Timur Rp 2,3 triliun, Sumatera Utara Rp 1,4 triliun, dan Kalimantan Tengah Rp 1,4 triliun. Sementara untuk PMA, yakni DKI Jakarta 1,2 miliar dolar AS, Jawa Barat 1,1 miliar dolar AS, Banten 0,6 miliar dolar AS, Sulawesi Selatan 0,4 miliar dolar AS, dan Nusa Tenggara Barat 0,4 miliar dolar AS.

BKPM juga mencatat 5 negara dengan realisasi PMA terbesar. Yakni Singapura 1,2 miliar dolar AS, Jepang 0,6 miliar dolar AS, Korea Selatan 0,5 miliar dolar AS, British Virgin Islands 0,3 miliar dolar AS, dan Belanda 0,3 miliar dolar AS. Selama triwulan I 2012, total penyerapan tenaga kerja di Indonesia dari realisasi investasi tersebut mencapai 358.385 orang. ini berarti meningkat dibanding periode yang sama pada 2011 sebanyak 196.906 orang. Penyerapan tenaga kerja pada proyek PMDN sebanyak 250.711 orang dan PMA sebanyak 250.711 orang.

Gita yang juga menjabat Menteri Perdagangan ini menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir, peningkatan investasi asing, terutama Korea Selatan dan Jepang, menunjukkan peningkatan. Tercatat dua perusahaan Korea yang sudah merealisasikan investasinya, yaitu Posco untuk pabrik baja di Cilegon dengan investasi sekitar 6 miliar dolar AS dalam rentang wkatu 3-5 tahun ke depan. Selain itu, Hankook dalam 2-3 tahun ke depan dengan investasi sekitar 1,3 miliar dolar AS.

"Harus diakui investasi asing saat ini performanya meningkat, tetapi kondisi ekonomi di beberapa negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat belum sepenuhnya pulih. Masih diperlukan kerja keras untuk memperbaiki iklim investasi, sekaligus meyakinkan bahwa prospek investasi Indonesia cukup bagus," tutur Gita.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, Honam Petrochemical Corporation (perusahaan asal Korea Selatan) siap menanamkan modal sekitar 4 miliar-5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45 triliun untuk membangun industri petrokimia terpadu di Cilegon, Banten. "Honam sudah menjajaki investasi di Indonesia dan memilih Cilegon sebagai lokasi pabrik," katanya.

Menurut Azhar, untuk masuk ke Indonesia Honam menggandeng mitra lokal PT Titan Kimia Nusantara Tbk. Untuk membangun industri ini, Honam yang merupakan bagian dari Lotte Grup ini memerlukan lahan seluas 60 hektare dan kemungkinan di kawasan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

"Sejauh ini rencana investasi Honam hanya terkendala lahan. Karena belum tercapai kesekapatan dengan Krakatau Steel. Jadi, permasalahan lahan yang akan dijadikan lokasi pabrik ini masih harus diselesaikan. Kita berharap Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut membantu penyelesaian masalah lahan ini," tutur Azhar. (Indra)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i