BENCANA ALAM 10 Titik Longsor Putuskan Jalur Bengkulu - Lebong
Selasa, 24 April 2012
"Ada 10 titik longsor cukup parah, dengan ketinggian timbunan tanah mencapai 10 meter dan sepanjang 4 kilometer, sehingga memutus jalan sepanjang empat kilometer. Kami membutuhkan bantuan alat berat," kata Sekretaris Dinas PU Lebong Edy Syamsuar di Lebong.
Hujan deras selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu (21-22/4), yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara mengakibatkan longsor dan memutus total jalan dua kabupaten itu.
Saat ini, menurut dia, hanya ada dua alat berat yang dapat dioperasikan untuk membuka kembali jalur itu. "Satu alat berat merupakan bantuan dari pemerintah provinsi, tetapi itu belum cukup karena volume longsoran cukup besar," katanya.
Sembilan kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua hingga Senin (23/4) petang masih terjebak di jalur yang menghubungkan dua kabupaten itu, tepatnya di Desa Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara.
"Kalau hanya mengandalkan dua alat berat ini, butuh satu minggu untuk mengatasi timbunan tanah yang menutupi jalan," katanya.
Bencana alam itu mengakibatkan akses dari Lebong menuju Kota Bengkulu melalui jalur Kabupaten Bengkulu Utara terputus total. Jalur lain yang bisa digunakan ialah melalui Kabupaten Rejang Lebong, namun jaraknya lebih jauh dibanding lewat Bengkulu Utara.
"Yang pasti, akses menuju Bengkulu Utara terputus total, padahal jalur ini paling banyak digunakan untuk menuju Kota Bengkulu karena jaraknya lebih pendek dibanding lewat Curup, Rejang Lebong," katanya.
Informasi lainnya menyebutkan, luapan Sungai Air Aman dan Sungai Air Santan di Kabupaten Lebong, Senin, mengakibatkan rumah warga di bantaran sungai itu hanyut.
Sungai Air Aman menghanyutkan satu rumah warga Desa Talangulu, Kecamatan Lebong Utara, milik Nahrul Mahdi (45). Selain satu rumah hanyut, enam rumah lainnya di bantaran sungai juga terancam ambruk sebab fondasi rumah sudah terkikis akibat derasnya arus sungai. "Satu bangunan usaha penggilingan padi juga hanyut," kata Supintri Yohar, warga setempat.
Saat ini, menurut dia, warga bergotong royong memperkuat fondasi pinggiran sungai sehingga rumah yang berada di bantaran sungai tidak ambruk.
Air sungai yang sudah mulai surut memudahkan warga untuk memperkukuh tanggul pinggir sungai sebab musim hujan diperkirakan masih melanda daerah itu.
"Masyarakat juga berjaga setiap hujan deras. Sebab, kalau kikisan air sungai kembali seperti yang terjadi kemarin, rumah di pinggir sungai dikhawatirkan akan hanyut," katanya menerangkan.
Luapan Sungai Air Santan juga mengakibatkan satu rumah hanyut di Desa Tiktelu, Kecamatan Pelabai. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Edy Syamsuar mengatakan, Bupati Lebong Rosjonsyah telah melaporkan musibah itu ke Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah. Pihak yang bersangkutan langsung terjun ke lapangan, Minggu (23/4) malam.
"Kami sudah mengimbau warga waspada, sedangkan yang kehilangan rumah untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya," katanya. (Antara/Dwi Putro AA)
|
|