Selasa, 18 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Metropolitan 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DEMO ANTIKENAIKAN BBM
Polisi Represif Bubarkan Massa
PEMBAKARAN MAPOLRES
Pasukan Brimob Diterjunkan ke Lokasi
TERSELENGGARANYA PERDAMAIAN DUNIA
Agama Memiliki Peran Penting
PEMKOT BEKASI
Berdayakan Gerakan Koperasi Daerah
REDAM PEREDARAN NARKOBA
BNN dan Polres Jaksel
Jalin Kerja Sama
KAWASAN JATINEGARA
4 Mobil Diderek, Pemilik
Panik Mengira Kehilangan
DKI JAKARTA
Sedot Jutaan Pengunjung, PPKD Segera Dievaluasi
PROGRAM SINERGITAS
Isu Kependudukan Harus Jadi Gaya Hidup Remaja
TINDAK KEKERASAN
Siswa SD Jadi Korban Pencabulan di Warnet
PROGRAM KB
Kontrasepsi Spiral Minim Peminat
PERINGATAN BMKG
Waspadai Hujan Lebat dan Badai
BANJIR ROB
PU Diminta Anggarkan Pembelian Pompa
arsip  
KRIMINALITAS
Karyawati Rumah Makan Otaki Pembunuhan Teman
KRIMINALITAS
Polda Metro Tingkatkan
Patroli Atasi Derek Liar
PENJARAHAN RUMAH KOSONG
Kawanan Kriminal Diringkus
BOGOR
3 Siswa SMP Gagalkan Perkosaan
KRIMINALITAS
Rokib Tewas Dirampok
saat Berpacaran di BKT
KRIMINALITAS
Dua Pembobol ATM
Tewas Didor Petugas
arsip  
 
 
EDUKASI
Gelanggang Olahraga
Solusi Tekan Geng Motor


Selasa, 24 April 2012
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan mengaktifkan kembali sarana gelanggang remaja yang ada di kota-kota besar di Indonesia sebagai sarana olahraga dan seni budaya bagi kaum muda. Ini penting agar energi lebih kaum muda bisa tersalurkan secara positif dari pada membentuk geng motor.

"Revitalisasi gelanggang olahraga ini diharapkan dapat menyalurkan energi kaum muda di bidang olahraga maupun seni budaya," kata Menko Kesra HR Agung Laksono dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin sore.

Menurut Menko Kesra, kesamaan hobi, pola berfikir, daerah dan berbagai kesamaan lainnya, sering dijadikan alasan untuk suatu kelompok dalam membentuk geng motor. Sehingga tidak heran jika geng yang akhirnya dibentuk, semakin mengukuhkan sifat kelompok tersebut, baik positif maupun negatif.

Namun, dalam kenyataannya, justru yang banyak disorot oleh media saat ini adalah ulah negatif geng motor. Pemukulan, pembacokan, penganiayaan, hingga pembunuhan.

Karena itu, menurut Agung Laksono, pemerintah akan segera mengembalikan fungsi gelanggang remaja, sebagai sarana kaum remaja untuk berkreasi dalam hal olahraga dan seni budaya.

Agung melihat selama ini gelangang remaja hanya untuk pernikahan dan seminar. Sementara untuk kegiatan remaja dan anak muda sudah tidak terdengar lagi.

Selain itu, untuk meminimalisasi tindakan negatif geng motor, Agung menganggap perlu dibangunnya sirkuit motor di tiap daerah. Sirkuit ini diharapkan dapat menyalurkan hobi kaum muda dalam mengendarai motor, daripada di ajang balapan liar.

Selain itu perlu pula mengikutsertakan generasi muda dalam sektor pertanian, dan sektor budaya. Sehingga yang harus ditekankan oleh pemerintah daerah dan provinsi adalah bagaimana cara menggandeng geng motor, bukan malah mengucilkan. "Konsep kita, dekati anak muda," katanya.

Menurut Agung, Jika pembangunan tersebut dilakukan, maka mungkin akan mengurangi maraknya isu negatif geng motor. Ketimbang lebih menyoalkan siapa pelakunya.

"Saya imbau tidak terlalu menyoalkan pertarungan geng satu dan lain. Tapi lebih bagimana menghilangkan hal negatif," katanya.

Pada bagian lain, Agung Laksono membantah adanya kebocoran soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK. Jika pun ada kebocoran, jawaban yang termuat juga tidak tepat.

"Indikasi adanya kebocoran soal tidak terbukti. Walaupun faktanya ada, jawaban yang tertera di dalamnya juga tidak tepat," ujar Agung.

Dalam acara ini, Agung juga menjelaskan soal adanya buku ajar yang dinilai tidak sesuai. Dia mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk menangani hal tersebut. "Kami akan membentuk tim agar persoalan semacam 'istri simpanan' yang masuk ke materi pelajaran tidak terulang kembali," katanya.

Selain itu, Agung juga menerangkan, tugas tim yang akan dibentuk tersebut salah satunya adalah menyeleksi bahan. "Agar persoalan itu tidak terulang lagi, harus ada seleksi bahan," katanya. (Singgih BS)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i