Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DINAMIKA KOALISI
Akhir Juni, Nasib PKS Diputuskan
REVISI UU ADMINDUK
Nisa: Lindungi Status Hukum Rakyat
IDEOLOGI BANGSA
Nilai Pancasila Meredup
DARMA BAKTI MILITER
KSAU dan KSAL
Raih Bintang Kehormatan
REALISASI ANGGARAN
KPU-Bawaslu Diminta Transparan
PILGUB JATIM
Elektabilitas "Karsa" 62,5 Persen
HAK BERSERIKAT
Mendagri: RUU Ormas Sudah Komprehensif
TALENTA KIDS
DPD Dorong Pengembangan
Generasi Multitalenta
KUNJUNGAN CHINA (6)
Ningxia Penghasil Goji Terbaik Dunia
PROGRAM KERAKYATAN
PDIP Tak Jegal BLSM
PEMERINTAHAN
Apkasi: Tuntaskan RUU Administrasi Negara
KONFLIK PARTAI
Tifatul: Fraksi PKS Membangkang
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
Pesawat OV Bronco Dimuseumkan
PDIP Siapkan Pengganti Taufiq Kiemas
Penandaan Surat Suara Akan Disederhanakan
Keterwakilan Perempuan Alami Kemajuan
PKPI Keberatan Laporkan Dana Kampanye
Pilgub Maluku Habiskan Rp 95 Miliar
arsip  
 
 
RESES DPR
Demokrat Benahi Kapasitas Komunikasi Politik


Rabu, 25 April 2012
CIREBON (Suara Karya): Partai Demokrat sedang membenahi kapasitas komunikasi politik, menyusul hilir-mudik komunikasi tak efektif dari para politisinya yang duduk di kepengurusan pusat maupun legislatif (DPR). Pembenahan ini menjadi pondasi harmonisasi internal dan eksternal partai berlambang bintang mercy itu sendiri.

Hal ini dikatakan Ketua DPP Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR, E Herman Khaeron usai melakukan panen raya Denfarm Padi Dilokasi GP3K di Desa Ujungsemi, Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (24/4). Selain panen raya bersama petani Kaliwedi, Herman memanfaatkan masa reses DPR untuk berkomunikasi dengan para tokoh lintas agama wilayah cirebon serta mengunjungi para nelayan.

Herman juga melakukan pengobatan gratis serta menyalurkan dua kapal tangkap ikan kapasitas 30 GTT bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan 26 unit sepeda motor bantuan Kementerian Pertanian (Kementan). Kegiatan ini dilakukan Herman untuk memelihara komunikasi antara anggota DPR dengan dengan rakyat.

Herman tak membantah jika komunikasi politik yang dilakukan beberapa politisi partai Demokrat belum efektif. Komunikasi cenderung tak terukur karena tak sesuai bidang yang diembannya. Akibatnya, komunikasi yang disampaikan politisi itu tak seutuhnya sampai pada rakyat.

Karena itu, Herman berharap agar seluruh pengurus DPP dan politisi Partai Demokrat mengadopsi santunitas dan cara berkomunikasi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Komunikasi SBY bisa jadi panutan untuk membangun komunikasi politik. Hal ini pun langkah untuk menjaga citra partai.

Etika Politisi

Sementara itu, pakar filsafat politik dari Universitas Indonesia (UI) Haryatmoko mengatakan, membangun komunikasi politik akan efektif jika dilandasi etika yang baik dari politisi itu sendiri. Itu artinya, komunikasi politik tak akan pernah efektif jika polisi itu dasar moral dan etika.

Namun sayangnya, dia sendiri meragukan etika politisi. "Berbicara etika politik itu seperti berteriak di padang gurun. Etika politik itu nonsens," ujar dia.

Realitas politik, menurut Haryatmoko, pertarungan kekuatan dan kepentingan. Politik dibangun bukan dari yang ideal serta tidak tunduk pada apa yang seharusnya. Dalam politik, kecenderungan umum adalah tujuan menghalalkan segala cara.

"Dalam konteks ini, bagaimana etika politik bisa berbicara," tanya dia. "Betapa kasar dan tidak santunnya suatu politik, tindakannya membutuhkan legitimasi," tambah Haryatmoko.

Menurut dia, egitimasi tindakan ini mau tidak mau harus merujuk pada norma-norma moral, nilai-nilai hukum atau peraturan perundangan. Di sini letak celah di mana etika politik bisa berbicara dengan otoritas. Etika politik berbicara dari sisi korban. (Feber S)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i