Kilas Ekonomi Bulog Maksimalkan Pengadaan Beras
Rabu, 25 April 2012
SURABAYA (Suara Karya): Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) memanfaatkan momen panen raya periode Maret-Mei 2012 untuk memaksimalkan pengadaan beras. Dari total target pengadaan Bulog Jatim sebesar 1,036 juta ton, selama musim panen raya ini berhasil dihimpun 353.000 ton beras milik petani. Menurut Kepala Perum Bulog Divre Jatim Rito Angky Pratomo, pengadaan beras Bulog makin maksimal berkat dukungan 118 gabungan kelompok tani (gapoktan) aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Jatim. "Target kami hingga akhir April ini akan memperoleh sekitar 400.000 ton setara beras," ujarnya di Surabaya, Senin (23/4).
Bulog Jatim optimistis target pengadaan beras pada 2012 (lebih tinggi dibanding realisasi pengadaan selama dua tahun terakhir) bakal terlampaui. Selain didukung oleh mitra, kondisi iklim saat panen raya tahun ini juga lebih bagus dan tidak terlalu banyak hama yang menyerang tanaman padi. Anggota Komisi B DPRD Jatim yang juga Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Jombang Sumrambah mengakui, kerja sama Bulog dengan gapoktan diminati, karena mampu memangkas sedikitnya empat fase dalam mata rantai pemasaran. "Kalau setiap pintu butuh biaya Rp 50 per kilogram beras yang dijual, berarti harga yang diperoleh petani lebih tinggi Rp 200 per kilogram dibanding biasanya," ujarnya. Sebelumnya, para petani harus mengirim hasil panennya ke pengepul dan selanjutnya ke penggilangan dan ke mitra Bulog.
Sumba Jadi Pulau 100 Persen EBT
KUPANG (Suara Karya): PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) terus mendorong Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai pulau 100 persen untuk penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Ini terkait upaya untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan EBT, seperti dari air, panas bumi, matahari, dan biomass, untuk kelistrikan. Hal ini dikatakan General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur, kemarin. Turut menyertai Humas PLN Wilayah NTT Paul Bola. Saat ini, Kabupaten Sumba Barat Daya sudah memiliki pusat listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Lokomboro untuk 800 kilowatt (kW). Namun, PLTMH Lokomboro ini akan dikembangkan dengan tambahan 2x500 kW dan 2x200 kW.
Mikrohidro merupakan salah satu EBT dan mendukung Sumba menjadi iconic island, karena 100 persen kebutuhan listriknya akan dipasok PLTMH. Selain Lokomboro, juga akan dikembangkan potensi mikrohidro yang ada di Sumba, di antaranya menggunakan air terjun Umbu Wangu untuk PLTMH 2x500 kW dan Bendungan Kambaniru dengan potensi 2x500 kW. Di Pulau Sumba yang dikelola empat pemerintah kabupaten banyak tersedia sumber EBT. Di sisi lain, kebutuhan listrik di pulau ini belum begitu besar. Selain mikrohidro, saat ini juga sedang dikembangkan pemanfaatan energi matahari. Untuk memanfaatkannya PLN mengembangkan program Super Ekstra Hemat Energi Mandiri bagi masyarakat di daerah pelosok karena sulit dijangkau jaringan listrik konvensional. (Bonne Pukan)
|
|