BALI Pasien Terduga Flu Burung Meninggal
Kamis, 26 April 2012
DENPASAR (Suara Karya): Pasien terduga flu burung, berinisal P (8), meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar. Bocah ini secara klinis menunjukkan kondisi terserang penyakit mematikan tersebut.
"Kami memang merawat pasien yang secara klinis arahnya ke flu burung. Kemudian berdasarkan pemeriksaan laboratorium secara sederhana di RSUD Bangli juga menunjukkan gambaran infeksi virus," kata Sekretaris Panitia Penanggulangan Penyakit Flu Burung Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah dr IGB Ken Wirasandhi, Rabu.
Dia mengatakan, sehingga pasien bocah perempuan asal Kintamani, Kabupaten Bangli, itu langsung dirawat di ruang Nusa sebagai ruang isolasi bagi penderita flu burung, sejak kedatangannya pada Selasa (24/4) sore sekitar pukul 17.00 Wita.
Hasil pemeriksaan, lanjut Ken, tergambar memang sangat mendukung ke arah positif flu burung hal itu ditunjang dari serial foto pasien. "Selain itu ditunjang juga dengan hasil pemeriksaan polymirasea chain reaction (PCR) di laboratorium yang ada di Bali dinyatakan jika positif flu burung," ujarnya.
Dia menjelaskan, pasien datang dengan kondisi yang sudah shock sehingga dalam beberapa jam saja sejak dirawat di rumah sakit itu, nyawa bocah perempuan tersebut tidak tertolong.
"Saat ini jenazah pasien sudah dipulangkan oleh keluarganya. Penanganan jasadnya pun dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yakni menutup dengan baik menggunakan peti yang sudah tersegel untuk mencegah penyebaran virus itu," katanya.
Terkait itu, Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kota Denpasar, Bali, akan melakukan penyemperotan terhadap unggas yang memasuki maupun melintasi wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakalut) Denpasar Anak Agung Bayu Bramasta di Denpasar, Rabu, mengatakan, kegiatan penyemprotan unggas akan dilakukan Kamis (26/4) di titik-titik sentra pengawasan di kawasan Denpasar.
"Ini adalah salah satu bentuk pengawasan dan antisipasi kami karena kasus virus flu burung ini kembali merenggut seorang bocah berinisial NP berumur delapan tahun asal Kabupaten Bangli, setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUP Sanglah," katanya.
Penyemperotan ini, kata dia, sedikitnya dilakukan di tiga sentra pengawasan yakni di Terminal Ubung, Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar serta wilayah Penatih sebagai perbatasan Denpasar dengan kabupaten lain.
"Untuk besok spraying atau penyemprotan akan kami lakukan di perbatasan Timur, yakni kawasan Jalan By Pass Prof Ida Bagus Mantra," katanya. (Ant/Tri Wahyuni)
|
|