Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PROTES TURKI
Pemerintah Ancam Gerakan Militer
PENCEMARAN LINGKUNGAN
ASEAN Gelar Pertemuan
Mendadak Bahas Asap RI
KRISIS SURIAH
Arab Saudi Kirim Rudal Bantu Oposisi
BAJAK LAUT
Ancaman Beralih ke Afrika Barat
KEUANGAN EROPA
Spanyol Segera Bangkit
PENYADAPAN
Rusia Berang, Indonesia Masih Sabar
PROTES KEKERASAN
Demonstrasi Turki Makin Meluas
PENYADAPAN
Snowden: KTT G-20 Juga Diretas
KRIMINAL
Presiden Putin Dituduh Mencuri Cincin Berlian
SKANDAL
Menteri Korupsi, PM Ceko Mundur
SEMENANJUNG KOREA
Korut Usulkan Dialog dengan AS
PILPRES IRAN
Hassan Rouhani Ungguli Kandidat Konservatif
arsip  
Komunis Culik Tentara Filipina
Hong Kong Tolak Serahkan Snowden
Dialog Berdasarkan Hukum
AS Hukum Mati Pembunuh
Sekjen PBB Desak Rujuk Nasional Irak
Myanmar Kandangkan Pesawat China
arsip  
 
 
EMBARGO
Korsel Perluas Sanksi terhadap Korut


Jumat, 27 April 2012
SEOUL (Suara Karya): Korea Selatan akan memperluas sanksi-sanksi PBB hingga menjangkau 19 lembaga Korea Utara yang saat ini belum terkena sanksi, setelah negara itu secara luas mengutuk peluncuran roket bulan ini, kata satu laporan, kemarin.

Seoul telah menyampaikan daftar lembaga-lembaga itu termasuk Aprok Development Bank and Haesung Trading, yang diduga terlibat dalam perdagangan senjata-senjata dan kegiatan-kegiatan lain, kata surat kabar Dong-A Ilbo. Surat kabar itu mengutip seorang pejabat senior PBB tak dikenal.

Lima atau enam negara termasuk Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mengirimkan daftar mereka masing-masing, kata sumber itu dikutip Dong-A.

Washington berusaha untuk membekukan rekening bank dan aset-aset lain dari 17 lembaga Korea Utara tambahan di luar yang sudah berada di bawah sanksi PBB, katanya.

Juru bicara kementerian luar negeri Korea Selatan tidak segera bersedia untuk berkomentar.

Korea Utara pada 13 April meluncurkan apa yang disebut roket pembawa satelit untuk menandai seratus tahun kelahiran pemimpin pendiri negara itu Kim Il-Sung, yang adalah kakek pemimpin baru sekarang Kim Jong-Un.

Amerika Serikat dan sekutunya, mengatakan itu adalah uji coba rudal balistik jarah jauh terselubung yang dilarang berdasarkan resolusi PBB.

Peluncuran ini memicu kecaman Dewan Keamanan PBB. Dewan keamanan memerintahkan "lembaga-lembaga dan materi baru" untuk ditambahkan ke daftar komite sanksi yang dibuat setelah uji nuklir Korea Utara pada tahun 2006 dan 2009. (Ant/Kardeni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i