KEMENPORA Harapkan Pembinaan Atlet Junior Diperkuat
Jumat, 27 April 2012
YOGYAKARTA (Suara Karya) : Atlet Prima Pratama yang kini sudah direkrut menjalani pelatnas untuk periode empat tahun ke depan harus benar-benar atlet pilihan. Mereka diharapkan menjadi penyambung mata rantai pembinaan atlet junior untuk menjadi atlet senior.
Demikian diungkapkan Deputi Bidang Pembinaan Prestasi Atlet Menpora Djoko Pekik Irianto saat tampil sebagai pembicara pada Rakornis Pelatih Prima Pratama di Yogyakarta, kemarin. Ia menegaskan, Satlak Prima Pratama pimpinan Surya Dharma mempunyai tiga pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam masa kepengurusannya. Pertama, menyukseskan kontingen Indonesia menuju ASEAN School Games (ASG) di Surabaya, Juni 2012, Asia Youth Games (AYG) 2013, dan PON Remaja 2013.
"Melalui persiapan yang matang, saya optimis Prima Pratama mampu menurunkan atlet berprestasi puncak yang kini digodok dalam Pelatnas Prima Pratama. Dua multievent internasional memiliki jenjang yang bagus dalam melahirkan atlet berprestasi menuju Prima Utama dan Muda," ujar Djoko Pekik.
Djoko pekik melanjutkan, rangkaian event internasional yang akan diikuti atlet Prima Pratama itu bisa dimulai melalui rakornis di Yogyakarta. Karena melalui Rakornis, semua pelatih yang bertugas menempa atlet pratama memiliki satu visi dan misi dalam memajukan prestasi nasional hingga internasional.
Prima Pratama merupakan cikal-bakal pembinaan atlet nasional. Keberhasilan atlet nasional mempertahankan juara umum di SEA Games harus dimulai dari Prima Pratama dalam pembinaan atletnya. Begitu juga dalam memperbaiki peringkat di Asian Games.
"Untuk beberapa cabang tertentu, atlet Pratama juga sudah bisa diturunkan di ajang multievent, seperti SEA Games. Misalnya atlet renang, senam, dan wushu yang memang mereka sudah berprestasi pada usia muda," ucapnya.
Dikatakan, Satlak Prima Pratama serta Utama dan Muda merupakan program pemerintah. Dengan begitu, Prima Pratama tidak perlu canggung untuk bekerjasama dengan induk organisasi olahraga yang ada di bawah naungannya, seperti panahan, bola voli pantai, balap sepeda, dan wushu, serta cabang lainnya.
Untuk menguji prestasi atlet pratama, lanjut Djoko, intrumen kompetisi yang menjadi tolok ukur prestasi atlet remaja harus diikuti, seperti Popda, Popwil, Popnas, O2SN, dan Poppenas. Dari ajang tersebut bisa dilakukan evaluasi terhahadap prestasi atlet. (Markon Piliang)
|
|