Selasa, 21 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
MUTASI TNI AD
Presiden Tunjuk Moeldoko Jadi KSAD
INTOLERANSI
SBY Tak Pantas Dianugerahi
Negarawan Dunia
LEGISLASI
14 RUU Bidang Pertahanan Belum Tergarap
DINAMIKA KEMENTERIAN PERTAHANAN
DOKTOR ILMU HUKUM

Sekjen MK: Putusan MK Merefleksikan
Semangat dan Karakter Hukum Progresif
PILKADA TANAH LAUT
KPU dan Bupati
Dituding Tak Netral
DEMOKRASI
Irman: Pilkada Langsung
Masih Jadi Pilihan Terbaik
PERTAHANAN LAUT
Pendekatan Humanis Militer Dibudayakan
HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Jadikan Pijakan untuk
Maju di Segala Bidang
Gerakan AMM
Gelorakan Semangat Pengabdian
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pemerintah Prioritaskan Daerah Tertinggal
CAPRES 2014
Prabowo Mencalonkan jika Didukung Rakyat
PEMENANGAN PEMILU
ARB Minta Kader Bekerja untuk Rakyat
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
Tujuh Anggota DPR PAW Dilantik
KPU Segera Tetapkan
Gubenur-Wagub NTB Terpilih
DPD Rekomendasikan Tiga Nama Anggota BPK
KPU Tetapkan Enam Cagub-Cawagub Malut
RI-Turki Kerja Sama Modifikasi Tank
Sultan: RI Perlu Kepemimpinan Kuat
arsip  
 
 
GALERI PENDAPAT


Sabtu, 28 April 2012
Mendikbud, Mohammad Nuh
Budi Pekerti

Ujian Nasional (UN) tetap akan dipertahankan sebagai sistem kelulusan siswa dari tingkat SD hingga SMA karena memiliki sistem terbaik dibandingkan sistem-sistem lainnya. Jika masih ada kecurangan dalam UN, akan terus kita perbaiki. Karena, dalam sebuah sistem tetap ada kelemahannya.

Di masa depan, tidak menutup kemungkinan nilai UN SMA bisa menjadi jalan masuk ke PTN. Siswa pun tak perlu bolak-balik ikut seleksi masuk PT, karena nilai UN sudah terintegrasi di dalamnya. Sistem ini jadi lebih efisien dari segi biaya dan tenaga. Yang menggembirakan, nilai UN tak menjadi satu-satu kriteria kelulusan siswa, karena memperhitungkan pula aspek moral dan budi pekerti siswa, nilai rapor dan nilai ujian akhir sekolah (UAS) dari mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Jadi, semua komponen dalam proses belajar mengajar di sekolah diperhitungkan. (Tri Wahyuni)


Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso
Minimalisasi Kecurangan

Masih adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN, tahun ini jelas mengagetkan. Karena, dalam setiap pertemuan dengan Mendikbud Mohammad Nuh selaly dijelaskan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi kecurangan. Pemerintah bahkan berani menjamin pelaksanaan UN akan terolah, terdisain dan termanajemen dengan baik.

Kendati demikian, kami percaya Kemendikbud sudah mempunyai mekanisme yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan semacam itu. Dengan demikian, UN bisa diselesaikan dengan baik. Dan, yang penting siswa tidak boleh dirugikan dalam setiap permasalahan dalam UN. (Tri Wahyuni)


Guru Besar UNJ, Arif Rahman
Standar Norma

Penilaian standar pendidikan tidak bisa sepenuhnya menggunakan standar mutlak, tetapi harus memperhitungkan pula standar norma. Karena, standar mutlak itu tidak memberikan ukuran pendidikan secara valid. Sementara rumusan standar norma adalah nilai mentah dikurangi rata-rata daerah dibagi standar deviasi. Perhitungan itu akan lebih adil karena nilai rata-rata daerah diperhitungkan. Jadi, benar-benar yang didapat adalah hasil kemampuan siswa berdasarkan kemampuan daerahnya.

Satu hal yang perlu diperbaiki adalah standar mutlak yang diterapkan pemerintah sebelumnya hingga menimbulkan perasaan minder di sebagian guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak di UN-kan. Muncul fenomena baru di mana guru agama, kesenian dan olahraga setiap kali menjelang UN jalannya bungkuk, lesu. Ini bereda dengan guru matematika, bahasa Indonesia atau hahasa Inggris yang lebih parlente karena dicari banyak siswa. (Tri Wahyuni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i