JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta menjelaskan kaitan transaksi bisnis pembelian 10,9 persen saham PT Garuda Indonesia Airlines Tbk oleh pengusaha Chairul Tanjung. "Ini seharusnya yang perlu dijelaskan oleh Menteri BUMN, bukan yang lain. Sebab, Menteri BUMN ujuk-ujuk sangat bangga atas pembelian itu hanya dengan alasan bahwa pembelinya pengusaha nasional," ujar Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu. Selain itu, Iskandar mengingatkan agar KPK mengembangkan adanya dugaan tindak pidana korporasi. Dalam persidangan dengan terdakwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, terungkap bahwa sebagian dari "keuntungan" proyek pembangunan wisma atlet yang diterima PT Permai Group milik Nazaruddin, digunakan untuk membeli saham PT Garuda Indonesia. Tentunya, lanjut Iskandar, Dahlan Iskan harus memaparkan jawabannya agar masyarakat tidak bertanya-tanya. IAW, kata dia, sudah menelisik luar biasanya hasil rolling program, dikenal dengan istilah bank secure private placement program.
(Jimmy Radjah)
Arifpudin Jadi Karutan KPK
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menunjuk Arifpudin sebagai kepala Rumah Tahanan Salemba Cabang KPK. Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, Arif berasal dari internal KPK, tepatnya dari bagian Kesekjenan KPK. Ke depan, Arifpudin bertanggung jawab terhadap pengelolaan Rutan, termasuk soal keamanan Rutan yang kini diisi Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang itu. "Karutan sudah ditunjuk oleh pimpinan KPK, namanya Arifpudin," kata Johan saat dihubungi, Minggu (29/4). Rutan KPK mulai beroperasi sejak Maret lalu. Rumah tahanan yang berlokasi di basement gedung KPK dan khusus untuk tahanan KPK itu dinyatakan memenuhi standar Rutan yang ditetapkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Keamanan Rutan dijaga oleh satuan Brimob. KPK, kata Johan, juga menyediakan dokter untuk menangani tahanan yang mengeluh sakit. (Nefan Kristiono)