Kilas Nusantara Pemanfaatan Energi Panas Bumi Ditolak
Kamis, 3 Mei 2012
SLAWI (Suara Karya): Sejumlah warga Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, yang lokasinya berada di objek wisata Air Panas Guci, menolak rencana pemanfaatan energi panas bumi untuk kepentingan pasokan listrik. Warga menilai, pemanfaatan energi panas bumi itu dipastikan merusak alam sekitar wisata Guci dan mematikan pendapatan warga yang mengandalkan hidup di objek wisata itu.
Tokoh masyarakat Desa Rembul, Komarudin, mengatakan, alasan warga menolak rencana eksploitasi cadangan panas bumi yang ada di kawasan Guci adalah untuk kepentingan lingkungan agar tidak rusak. Selain itu, warga mengkhawatirkan, jika energi panas bumi benar-benar dieksploitasi, akan berdampak pada ekonomi warga sekitar Guci.
Ia mengatakan, hingga saat ini warga desanya tidak pernah dilibatkan dalam rencana eksploitasi. Menurut Komarudin, warga desanya hanya diminta menghadiri acara pertemuan yang isinya menyetujui rencana eksploitasi energi panas bumi yang ada di desanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rojikin AH, mengatakan, keberatan warga Desa Rembul terkait rencana eksploitasi panas bumi di desanya sangatlah wajar. "Saya kira ini wajar-wajar saja," katanya.
Perlu diketahui, pada tahun 2014 mendatang, menurut Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Investasi Toto Subandrio, Pemerintah Kabupaten Tegal rencananya akan memanfaatkan energi panas bumi di Desa Rembul, Kecamatan Bojong. Pemanfaatan energi itu dimaksudkan untuk mengurangi defisit listrik yang saat ini masih terjadi. (Herman Budiyanto)
Kabupaten Indramayu Dongkrak IPM
INDRAMAYU (Suara Karya): Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memacu peningkatan indeks pendidikan di daerah itu. Peningkatan indeks pendidikan, seperti perbaikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, akhirnya akan mendongkrak akselerasi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) secara menyeluruh.
Semua pihak keluarga besar pendidikan merasa terketuk untuk berbuat yang terbaik guna meningkatkan indeks pendidikan. Ini sesuai dengan visi Kemendikbud lewat program 5K, yaitu ketersediaan pendidikan, keterjangkauan pendidikan, kualitas pendidikan, dan kesetaraan baik gender maupun tingkat ekonomi serta keterjaminan suatu pendidikan yang diharapkan.
"Oleh sebab itu, diharapkan peran serta sektor pendidikan ke depan harus lebih baik daripada yang sudah dicapai saat ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Indramayu Dr H Odang Kusmayadi, MM, ketika dikonfirmasi Suara Karya usai acara memperingati Hardiknas 2 Mei 2012 di alun-alun Pemkab Indramayu, Rabu (2/5).
Dalam peringatan Hardiknas itu dilakukan acara penyerahan hasil program sertifikasi terhadap guru berjumlah 1.216 orang di Indramayu yang lulus program sertifikasi.
Indramayu juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kkota Isomaki, Jepang, untuk memberikan kesempatan kepada siswa Indramayu melakukan magang di Negeri Sakura. Saat ini ada 100 pelajar Indramayu yang akan dibawa ke perusahaan Jepang untuk dilatih di sana.
Sementara itu, Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah dalam sambutan acara itu menyampaikan harapan agar seluruh jajaran pendidik di Indramayu memacu pengabdian mereka. (Kusyana)
IPNU Harus Lebih Berkiprah
CIREBON (Suara Karya): Untuk mewujudkan semangat dan nilai-nilai luhur keislaman sesuai khitah Ahlussunnah wal Jamaah, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kota Cirebon, sebagai garda terdepan, harus lebih berkiprah lagi untuk melakukan kaderisasi.
"IPNU dipercaya oleh NU merupakan garda terdepan dalam proses kaderisasi," kata Ketua IPNU Wilayah III Cirebon, Moh Tohari, Rabu (2/5), saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan raker pengurus Pimpinan Cabang Pelajar Nahdatul Ulama (PC IPNU) Kota Cirebon masa khidmat 2012-2014. Acara yang berlangsung di ruangan Balai Kota Cirebon itu mengangkat tema "Aktualisasi Nilai-Nilai Ahlussunah wal Jamaah bagi Kehidupan Bernegara NKRI".
Ia menyebutkan, IPNU sudah terbentuk sejak 50 tahun yang lalu. Artinya, IPNU sudah bisa dikatakan matang berorganisasi dan kiprahnya tidak sama dengan pengaderan organisasi atau kelompok lainnya.
"Yang perlu diingat dalam melakukan kaderisasi IPNU bukanlah hanya mencari dan memperbanyak kadernya. IPNU harus lebih dari itu, yaitu bagaimana melakukan upaya pemberdayaan kadernya," ujar Tohari.
Sementara itu, Ketua PBNU Kota Cirebon H Eman, yang diwakili Drs H Moh Mudhofar, MAg, dalam sambutannya mengatakan, sebagai kader awal di lingkungan NU dan calon-calon pemimpin NU, IPNU harus bisa optimal dalam proses kaderisasi.
"NU tidak akan maksimal kalau tidak dibantu oleh IPNU. Maka, hal yang baik pada saat proses kaderisasi upayakan untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah sesuai dengab khitahnya," katanya.
Adapun Wali Kota Cirebon Subardi, SPd, yang diwakili Asisten Kesra Drs Aman Suraman, mengharapkan dukungan IPNU untuk menyukseskan berbagai program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat daerah itu. (Hasan)
|
|