Senin, 20 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
SEMENANJUNG KOREA
Lagi, Korut Luncurkan Tiga Rudal
KONFLIK SURIAH
Bashar Tidak Akan Mundur
Diplomat
KERJA SAMA

RI-China Kembangkan Pusat Kelautan
KONFLIK BILATERAL
Filipina Bantah Tembak Nelayan Taiwan
BENCANA ALAM
China Siaga Badai dan Banjir
DISKRIMINASI
Survei: Warga Hong Kong Ternyata Rasis
PERTAHANAN
Korut Punya 100 Misil Jarak Pendek
PENEMBAKAN NELAYAN
Taiwan Tolak Maaf Filipina
BENCANA ALAM
Tornado Hancurkan Sejumlah Kota di AS
BILATERAL
Korsel Minta Indonesia Sadarkan Korut
MATA-MATA
Rusia Anggap AS Tidak Tahu Adat
KEUANGAN
Van Rompuy: Lapangan Kerja Prioritas Eropa
arsip  
Kerusakan Rel, Kereta Tabrakan
Pastor Ditangkap Petugas Keamanan
Toko Miras Diserang, 12 Tewas
Helpline PRT Indonesia
Buron Paling Dicari Tertangkap
Kebakaran Landa Gedung Putih
arsip  
 
 
LIBERALISASI PERBANKAN
China Naikkan Batas Kepemilikan Asing


Sabtu, 5 Mei 2012
BEIJING (Suara Karya): Pemerintah China akan menaikkan ambang batas kepemilikan asing pada perusahaan sekuritas patungan dan membolehkan investor negara lain untuk bertransaksi di bursa komoditas dan berjangka negara tersebut. Langkah ini dilakukan China untuk meliberalkan perbankan dan membangun pasar modal.

Diberitakan Reuters, keputusan ini dibocorkan oleh seorang pejabat Amerika Serikat di sela-sela pertemuan Dialog Strategi Ekonomi keempat China dan AS di Beijing, Jumat (4/5). Menurutnya, Pemerintah Beijing telah menyetujui untuk meningkatkan kepemilikan asing hingga 49 persen, dari sebelumnya 33 persen.

"Langkah ini akan memberikan kesempatan yang penting dalam membantu memperkuat pasar modal China," kata pejabat yang menolak mennyebutkan namanya itu.

Pejabat tersebut melanjutkan, membuka peluang lebih luas bagi asing di China akan membantu diversifikasi pasar modal Negeri Tirai Bambu.

"Kami melihatnya sebagai bagian dari sebuah pola besar menuju sektor finansial China yang lebih terbuka dan liberal," kata dia.

Keputusan pemerintah China ini merupakan bagian dari reformasi keuangan China. Sebelumnya April lalu, sumber di Bank Rakyat China dan Komisi Kebijakan Sekuritas China mengatakan, Beijing akan menggodok reformasi dalam 12 bulan ke depan untuk mendorong arus modal dua arah, diversifikasi bisnis finansial dan meningkatkan nilai lindung mata uang.

Menurut sumber Gedung Putih, AS dalam pertemuan tersebut juga akan meminta Beijing untuk menghapuskan batas 20 persen dalam kepemilikan asing di bank patungan. Beberapa bank AS tercatat memiliki saham di berbagai bank di China, di antaranya Goldman Sach, Citigroup, Bank of America, RBS, dan UBS. (AP/Kentos)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i