ABAIKAN PBB Korut Tetap Lanjutkan Program Nuklir
Senin, 7 Mei 2012
SEOUL (Suara Karya): Korea Utara, kemarin, berikrar akan meneruskan dengan apa yang disebutnya program-program nuklir damai dan ruang angkasa, mengabaikan seruan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara yang kemunis itu mengecam satu pernyataan yang dikeluarkan, Kamis, oleh Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis dan Inggris di sela-sela satu pertemuan non-proliferasi senjata nuklir di Wina.
Mereka menyatakan "sangat cemas" dan mendesak Pyongyang "menahan diri dari aksi-aksi lebih jauh yang mungkin menimbulkan kekhawatiran mendalam di kawasan itu termasuk uji-yji coba nuklir".
Ada dugaan kuat Korut mungkin akan melakukan uji coba nuklir ketiganya setelah satu peluncuran roket yang gagal 13 April yang memicu kecaman internasional.
Seorang pakar muklir Korea Selatan mengatakan Korut telah merampungkan persiapan-persiapan bagi uji coba nuklir ketiga, sementara foto-foto satelit di lokasi uji coba Punggye-ri menunjukkan pekerjaan mengalami kemajuan.
Pernyataan Kamis itu adalah satu "tindakan ilegal yang melanggar" hak Korut untuk menggunakan ruang angkasanya dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, kata seorang juru bicara Korut yang tidak disebut namanya melalui media resmi.
"Kami akan tetap menjaga kedaulatan negara kami, didasarkan pada pencegahan nuklir untuk mempertahankan diri, dan tetap melanjutkan pengembangan ruang angkasa damai kami dan pembangunan industri tenaga nuklir kami," kata juru bicara itu.
Menlu AS Hillary Clinton Jumat di Beijing mengatakan Washigton siap bekerja sama dengan Pyongyang jika mereka melakukan perubahan, tetapi ia menyatakan keraguannya tentang niat-niat pemerintah itu.
Sebelumnya, PBB menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan negara Korea Utara sebagai respon atas usaha peluncuran roket yang gagal bulan lalu. Keputusan untuk membekukan aset ketiga perusahaan itu sekaligus melarang ketiganya terlibat dalam perdagangan global itu sudah disetujui komite sanksi Dewan Keamanan PBB.
Ketiga perusahaan itu adalah Green Pine Conglomerate, Amroggang Development Bank Corporation dan Korea Heungjin Trading Company.
Dewan Keamanan PBB mengatakan ketiga perusahaan ini terlibat dalam pendanaan, ekspor dan memperoleh persenjataan.
Utusan Amerika Serikat untuk PBB Susan Rice mendukung keputusan itu dan mengatakan bahwa sanksi itu merupakan respon tepat atas provokasi Korea Utara.
"Langkah ini akan menambah isolasi Korea Utara dan membuat Pyongyang semakin sulit untuk mengembangkan program persenjataannya," kata Rice.
Sebagai tambahan, komite sanksi juga menyepakati sejumlah hal dan teknologi yang terlarang untuk ditransfer ke Korea Utara. (AP/Adi)
|
|