Senin, 20 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
SEMENANJUNG KOREA
Lagi, Korut Luncurkan Tiga Rudal
KONFLIK SURIAH
Bashar Tidak Akan Mundur
Diplomat
KERJA SAMA

RI-China Kembangkan Pusat Kelautan
KONFLIK BILATERAL
Filipina Bantah Tembak Nelayan Taiwan
BENCANA ALAM
China Siaga Badai dan Banjir
DISKRIMINASI
Survei: Warga Hong Kong Ternyata Rasis
PERTAHANAN
Korut Punya 100 Misil Jarak Pendek
PENEMBAKAN NELAYAN
Taiwan Tolak Maaf Filipina
BENCANA ALAM
Tornado Hancurkan Sejumlah Kota di AS
BILATERAL
Korsel Minta Indonesia Sadarkan Korut
MATA-MATA
Rusia Anggap AS Tidak Tahu Adat
KEUANGAN
Van Rompuy: Lapangan Kerja Prioritas Eropa
arsip  
Kerusakan Rel, Kereta Tabrakan
Pastor Ditangkap Petugas Keamanan
Toko Miras Diserang, 12 Tewas
Helpline PRT Indonesia
Buron Paling Dicari Tertangkap
Kebakaran Landa Gedung Putih
arsip  
 
 
DIPLOMAT
Vladivostok Makin Penting bagi Indonesia


Senin, 7 Mei 2012
MOSKWA (Suara Karya): Vladivostok saat ini makin penting bagi peningkatan kerja sama Indonesia dengan Rusia di berbagai sektor, seperti investasi, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Bukan saja merupakan salah satu kota terbesar dan berkembang di wilayah Timur Jauh Rusia yang akan menjadi tuan rumah KTT APEC September 2012, melainkan juga merupakan jembatan penghubung perekonomian dan perdagangan Rusia dengan kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Djauhari Oratmangun saat bertemu dengan Gubernur Primosrky Krai Vladimir Mikhlushevsky di Vladivostok pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Vladimir Mikhlushevsky menyatakan bahwa wilayah Primorsky Krai dan kota Vladivostok sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah Timur Jauh Rusia. Wilayah ini berbatasan langsung dengan kawasan pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan dekat dengan pusat-pusat perkembangan ekonomi APEC.

"Itulah yang menjadi alasan Rusia memilih Rusky Island di Vladivostok menjadi lokasi KTT APEC September 2012 mendatang.

Diharapkan Indonesia dapat berperan aktif memanfaatkan geliat ekonomi wilayah Timur Jauh Rusia ini," kata Vladimir Mikhlushevsky.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Djauhari Oratmangun menyampaikan niatnya untuk segera mendorong para pelaku bisnis Indonesia memanfaatkan potensi ekonomi yang dimiliki Primorsky Krai.

"Kita akan mengajak sektor pemerintah dan swasta Indonesia untuk lebih sering berkunjung ke Vladivostok. Waktu tempuh perjalanan udara langsung Vladivostok-Indonesia hanya kurang lebih 6 jam, lebih pendek dari penerbangan langsung Vladivostok-Moskow yang mencapai 9 jam atau Moskow-Jakarta," kata Dubes Djauhari Oratmangun.

Ketertarikan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia diungkapkan juga oleh Ketua KADIN Primorsky Krai Vladimir Brezhnev dalam pertemuan terpisah dengan Dubes Djauhari Oratmangun.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Acting Rektor Far Eastern Federal University (FEFU) Igor Vatulin dibahas berbagai upaya peningkatan kerjasama di bidang pendidikan, seperti pengiriman mahasiswa dan tenaga pengajar.

Dubes Djauhari Orantmangun memberikan kuliah umum tentang perkembangan hubungan Indonesia-Rusia kepada staf pengajar dan mahasiswa FEFU.

"Kami berterima kasih atas dukungan KBRI Moskow selama ini terhadap kelangsungan Jurusan Bahasa Indonesia dan Pusat Studi dan Budaya Indonesia di FEFU," kata Igor Vatulin.

Menurut Sekretaris Satu KBRI Moskow Dodo Sudradjat, selama di Vladivostok, Dubes Djauhari Oratmangun berkesempatan meninjau infrastruktur dan fasilitas penyelenggaraan KTT APEC 2012 di Rusky Island yang berjarak 20 km dari kota Vladivostok dimana Indonesia akan hadir. (Deplu/Kardeni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i