Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PROTES TURKI
Pemerintah Ancam Gerakan Militer
PENCEMARAN LINGKUNGAN
ASEAN Gelar Pertemuan
Mendadak Bahas Asap RI
KRISIS SURIAH
Arab Saudi Kirim Rudal Bantu Oposisi
BAJAK LAUT
Ancaman Beralih ke Afrika Barat
KEUANGAN EROPA
Spanyol Segera Bangkit
PENYADAPAN
Rusia Berang, Indonesia Masih Sabar
PROTES KEKERASAN
Demonstrasi Turki Makin Meluas
PENYADAPAN
Snowden: KTT G-20 Juga Diretas
KRIMINAL
Presiden Putin Dituduh Mencuri Cincin Berlian
SKANDAL
Menteri Korupsi, PM Ceko Mundur
SEMENANJUNG KOREA
Korut Usulkan Dialog dengan AS
PILPRES IRAN
Hassan Rouhani Ungguli Kandidat Konservatif
arsip  
Komunis Culik Tentara Filipina
Hong Kong Tolak Serahkan Snowden
Dialog Berdasarkan Hukum
AS Hukum Mati Pembunuh
Sekjen PBB Desak Rujuk Nasional Irak
Myanmar Kandangkan Pesawat China
arsip  
 
 
RUSIA
Putin Kembali Jabat Presiden


Selasa, 8 Mei 2012
MOSKWA (Suara Karya): Untuk termin ketiga, Vladimir Putin menjadi presiden Rusia. Menduduki jabatan dua periode pada 2000-2008, Putin "beristirahat" sejenak pada 2008-2012 untuk menjadi perdana menteri Rusia. Setelah itu, sejak 2012 sampai dengan 2016 kelak, mantan anggota dinas rahasia Uni Soviet (KGB) ini kembali menjadi presiden Rusia.

Putin resmi dilantik di Kremlin. Ia adalah pemenang pemilihan presiden pada Maret 2012. Ia menominasikan mantan presiden Dmitry Medvedev sebagai perdana menteri Rusia dalam pemerintahan barunya.

Sejak tahun 2000, Rusia mengalami geliat ekonomi yang seakan belum terhentikan. Hal ini terlihat dari pesatnya pertumbuhan warga kelas menengah, sebuah fenomena yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Rusia, bagian dari Uni Soviet yang sudah ambruk.

Kantor berita Agence France Presse (AFP) menuliskan, Rusia mengalami fenomena yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yakni pesatnya pertumbuhan warga kelas menengah.

Di Rusia, misalnya, Citibank mengalami peningkatan bisnis yang juga pesat berkat pertumbuhan ekonominya. Salah satu faktor yang mendorong semua ini adalah hasil nasionalisasi kekayaan minyak dan gas negara. Kebutuhan energi serta harga migas yang meningkat turut membantu kelancaran pembangunan negara.

Di bawah kepemimpinan almarhum Presiden Boris Yelstin, banyak kekayaan negara ini yang lenyap karena diswastakan sesuai anjuran Dana Moneter Internasional (IMF) dan Barat.

Putin membalikkan semua itu, termasuk dengan memenjarakan Mikhail Khodorkovsky, seorang ligarki Rusia yang kini sedang berada di penjara.

Di bawah Putin, Rusia juga berjaya di panggung internasional, termasuk dengan bergabungnya negara ini dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, China, dan Afrika Selatan).

Hal inilah yang jarang menjadi sorotan utama pers Barat, yang relatif selalu memandang buruk kepemimpinan Putin. Masalah hak asasi, kecurangan pemilu, tuntutan oposisi selalu mendominasi pemberitaan soal Putin.

Putin menjadi presiden periode 2000-2008 dan menjabat perdana menteri periode 2008-2012. Periode ini yang menjadi presiden adalah Dmitry Medvedev. (AFP/Kardeni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i