Minggu, 26 Mei 2013
HARIAN UMUM SUARA KARYA
DITERBITKAN OLEH:
PT SUARA RAKYAT MEMBANGUN
SURAT IZIN: KEPUTUSAN MENPEN NOMOR
070/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986,
TANGGAL 1 MARET 1986

Perintis:
Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani, Sapardjo

Penasihat:
Aburizal Bakrie, M Jusuf Kalla,
Akbar Tandjung

Pemimpin Umum:
Airlangga Hartarto

Wakil Pemimpin Umum:
Lalu Mara Satriawangsa

Pemimpin Redaksi/
Penanggung Jawab:

Ricky Rachmadi

Wakil Pemimpin Redaksi:
Kodrat Wahyu Dewanto

Redaktur Pelaksana:
Djunaedi Tjunti Agus

Wakil Redaktur Pelaksana:
Asep Yayat, Victor A Simandjuntak

Dewan Redaksi:
Ricky Rachmadi (Ketua),
Kodrat Wahyu Dewanto,
Djunaedi Tjunti Agus,
Asep Yayat,
Victor A Simandjuntak

Kepala Badan Litbang dan
Pengembangan Usaha:

Tiara Tohir

Redaktur Senior:
Bambang Soesatyo

Redaktur:
Sabpri Piliang, AAGDWA Ariwangsa, Ami Herman,
B Pudja Rukmana, Dwi Putro Agus Asianto, Mohamad Guntur S,
Kentos Reza Artoko, Yudiarma, Jimmy Ratu Radjah

Wakil Redaktur:
Lerman Sipayung, Laksito Adi Darmono, Yon Parjiyono,
Syamsudin Walad, Abdul Choir, Agus Haryanto,
Andry Bey Rusmanto, Indra D Himrat,
Budi Seno P Santo, Rully Ariefandi

Staf Redaksi:
H Singgih Budi Setiawan, Nunun Nurbaiti, Tri Wahyuni, Devita Dahlia,
Wilmar Pasaribu, Hanif Sobari, Joko Sriyono,
Sadono Priyo, Silli Mela Novi, Syamsuri S, Wem Fauzi, Muhamad Kardeni,
Nefan Kristiono, Andira, Sugandi, Hedi Suryono, Tri Handayani,
Kartoyo DS, Bayu Legianto, Feber Sianturi

Kontributor:
Ashari Nasution, Markon Piliang (Jakarta), Agus Dinar (Bandung),
Wahyudi HR, Pudyo Saptono (Semarang), Bambang Sugiarto (Yogyakarta),
Endang Kusumastuti (Solo), Manahan Tampubolon (Medan), Adrizas (Pekanbaru),
Chairul Ishar Wisnu (Serang), Hedi Suhaedi (Sukabumi), Tarwono (Bogor),
Windrarto (Depok), Yacob Nauli (Sorong), Bonne Pukan (Kupang),
Darwis Kusi (Makassar), Dina Kristina (Bandar Lampung), Kusyana (Indramayu), Muhajir (Bekasi)

Tim Penyunting Bahasa:
Wahiduddin (Wakil Kepala Bagian)
Sonny Heru Kusumo (Staf)

Kabag Pracetak:
Kusyanto

Wakil Kabag Pracetak:
Budi Pitoyo

Staf Pracetak:
Sugiyo, Suharno Glinka,
Sugeng Pramono, Chotimah,
Pramuji, Chaliri CH,
Harno

Staf SK Online:
Ari Wibowo, Elma Efly, Atim

Pemimpin Perusahaan:
Rakhmat Junaedi

Wakil Pemimpin Perusahaan:
Ph Ateng Winarno

Pemasaran & Iklan:
Manaek Sinaga

Sirkulasi dan Distribusi:
St N Haryaka

Keuangan:
Chairul Wahid

Alamat Redaksi & Tata Usaha:
Jalan Bangka Raya No 2
Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp: 7191352 dan 7192656
Faksimil: 71790746

e-mail: redaksi@suarakarya-online.com
Bagian Iklan: Telp: 7182270/71
Faksimil: 7182271

Pengaduan Dan Permintaan Langganan:
Telp: 7192656 - 7191352

Tarif Iklan Koran:
Hitam Putih: Umum Rp 39.000,-
Duka Cita: dari Keluarga Rp 29.000,-
dari Perusahaan Rp 33.000,-
Khusus 1 kolom X 100 mm Rp 33.000,-(per mmk), Mini: Rp 33.000,-/baris
Warna: 1 warna spot harga Rp 41.000,-
2 warna spot harga Rp. 45.000,-
Separasi warna (full colour) Rp. 55.000,-
Halaman I Rp 125.000,- (per mmk).

Tarif iklan belum termasuk PPN 10 persen

Bank Mandiri Kebayoran Baru No 126-007 4000349.
Giro Pos No 12745.

ISSN 0215-3130

Isi diluar tanggung jawab Percetakan


ooOoo

" >

PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Opini 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
"Mainan" Pemekaran Wilayah
Oleh Bernando J Sujibto
Korupsi, Hukum dan Makna Demokrasi
Oleh Ahmad Maskur
Menaruh Harap pada KPK
Oleh Mariyadi Faqih
Memiskinkan Koruptor
Oleh Muhammad Najib
Kebohongan Daftar Bacaleg 2014
Oleh M Djadijono
Meningkatkan Kualitas Caleg
Oleh Asmadji AS Muchtar
Reformasi Masih Sebatas Impian
Oleh Singgih B Setiawan
Pilpres 2014, Momen Kebangkitan?
Oleh Sehabudin el-Bugury
Kearifan Lokal Wonogiri
Oleh Haryono Suyono
Ekonomi Global dan Ketahanan Pangan
Oleh Eddy Suntoro
Menggagas Sekolah Transformatif
Oleh Intan Indah Prathiwie
Kompetisi Memilih Sekolah
Oleh A Kardiyat Wiharyanto
arsip  
Tim Menembak TNI-AD
Juara di Australia
Hukum Orang yang
Patut Dihukum Terkait Kasus AF
Uang Rakyat
Dihambur-hamburkan!?
Semangat Harkitnas,
Semangat Menjaga
Kepentingan Nasional
Ayo Bangkit...
Tingkatkan Kualitas Produk Lokal
Benarkah LHI dan AF
Setali Tiga Uang?
arsip  
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
arsip  
Tantangan Gubernur BI
Menakar Kadar
Peserta Pemilu
Partai Agama Beban Agama
Partai Tak Harus Kotor
Presensi Wakil Rakyat
Menanti Eksekusi
Terpidana Narkoba
arsip  
 
 
Mengurai Benang Kusut Kemiskinan
Oleh Joseph Henricus Gunawan


Rabu, 9 Mei 2012
Pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena tergerusnya daya beli masyarakat yang merosot tajam, yakni melindungi pasar domestik dengan menopang pelaku ekonomi yang dominan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sekarang berjumlah mencapai 55,21 juta unit usaha atau 99,98% dari total pelaku bisnis. Lonjakan yang signifikan karena pada 2009 berjumlah 49,8 juta unit usaha melalui program pemberdayaan masyarakat miskin yang diimplementasikan secara terintegrasi, koordinatif, terencana, terarah, terukur, tertib, dan tersinergi untuk memampukan mereka bersaing dalam perekonomian global.

Dengan menunjang UMKM dapat memicu perluasan dan menciptakan lapangan kerja. UMKM menyerap tenaga kerja sebanyak 101,72 juta atau 97,24% dari total angkatan kerja yang terserap di seluruh sektor kegiatan ekonomi dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 673,9 triliun atau 55,6% dari total PDB dengan nilai investasi sebesar Rp 640,4 triliun atau 52,9%.

Untuk menekan angka kemiskinan, pemerintah harus mengoptimalkan UMKM melalui pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan peningkatan produktivitas, daya saing, kinerja, pengetahuan, keterampilan, kualitas barang/produk, utilitas, kapasitas, kompetensi SDM, sikap, mental, perilaku dalam meningkatkan jaringan usaha, berani memanfaatkan dan mengambil peluang untuk bersaing di mancanegara.

Lemahnya daya saing ekonomi Indonesia dalam persaingan global terkendala minimnya anggaran sektor infrastruktur karena APBN-P 2012 ludes untuk membayar utang dan gaji pegawai. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat rawan dan meniupkan sinyal bahaya karena pemerintah selalu menerapkan kebijakan anggaran yang ditutup dengan utang dan penarikan utang baru hanya digunakan untuk membayar kewajiban utang karena pendapatan negara tidak bisa menutup pengeluaran dan pemanfaatan yang tidak produktif. Dengan demikian, utang tidak bisa menjadi modal untuk menciptakan nilai tambah yang dapat dijadikan pegangan untuk membayar kembali pinjaman.

Untuk menjaga agar ekonomi tetap tumbuh tinggi serta strategi yang ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah tertinggal dan perbatasan, pemerintah harus menggenjot pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tepat sasaran. Pemerintah harus jeli dan peka dalam mengevaluasi pembangunan infrastruktur supaya konsep pengembangan selanjutnya lebih matang.

Namun, akuntabilitas, evaluasi, dan transparansi proyek pembangunan infrastruktur sangat penting dan harus mudah diakses, diketahui rakyat demi tercapainya pembangunan infrastruktur yang bermanfaat dan dapat langsung dinikmati oleh rakyat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Indonesia, realisasi pembangunan infrastruktur yang sangat vital pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ternyata terganjal kesiapan proyek dan proyek infrastruktur yang ditawarkan ke investor asing sudah berubah peruntukannya. Dalam pembangunan infrastruktur, perlu visi dan fokus pada meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata melihat keuntungan bisnis yang justru akan menyisakan masalah bagi rakyat setempat berkaitan dengan pembebasan lahan atau ekses sosial dan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan menunjukkan semakin banyaknya output nasional sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat serta memprioritaskan ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai kebijakan nasional dengan melibatkan multisektor. Berhasil mengentaskan rawan pangan berarti mampu juga mengurangi angka kemiskinan dan menurunkan pengangguran yang sekaligus juga berarti memperkokoh ketahanan nasional.

Sejak krisis global 2008, menurut data laporan Organisasi Buruh Internasional terbaru, sekitar 50 juta orang kena PHK dan angka pengangguran global diperkirakan akan menembus angka 202 juta orang atau 6,1 persen dan meningkat 3 persen atau 6 juta orang dari 196 juta orang pada 2011. Memburuknya dan tidak stabilnya kondisi ekonomi dunia dikhawatirkan bisa berimplikasi dan berimbas pada perekonomian nasional terutama ekspor Indonesia karena UMKM berkontribusi terhadap ekspor sebesar Rp 183,8 triliun atau 20,2 persen.

Pemerintah harus terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai sejumlah kebijakan peraturan perundangan, peningkatan akses terhadap permodalan, akses pemasaran dan distribusi ke pasar yang potensial, akses penguasaan dan adopsi teknologi baru untuk inovasi, berkreasi menciptakan dan mengembangkan produk baru, agar mampu menghadapi persaingan global.

Pemerintah harus lebih terbuka, transparan menerima keterlibatan dari berbagai unsur seluruh komponen bangsa yang memiliki potensi dalam perbaikan dan perumusan strategi kebijakan yang berpihak kepada rakyat untuk mengoptimalkan langkah pembangunan infrastruktur. Strategi penanggulangan dan pengentasan kemiskinan melalui pemerataan pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tolok ukur dan barometer peningkatan kesejahteraan rakyat adalah penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, dan meningkatnya pendapatan rakyat perkapita.

Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang penanganannya membutuhkan keterkaitan berbagai pihak. Kemiskinan harus diselesaikan secara struktural dan nyata, murni tanpa maksud politis. Ke depan, diharapkan kehidupan masyarakat miskin yang marginal dapat terangkat, mampu melepaskan diri dari kubangan lumpur kemiskinan dan masalah kesenjangan sosial yang terjadi akibat ketidakmerataan pembangunan infrastruktur, ketidakadilan, dan korupsi yang merajalela. ***

Penulis adalah peneliti sosial ekonomi, alumnus
University of Southern Queensland (USQ), Australia.

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i