CALON PRESIDEN ARB: Tak Ada Perpecahan di Golkar
NAIK KRL -- Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie berada dalam gerbong kereta ketika menumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat, (11/5), dalam kunjungan kerja ke Depok, Jabar. (Suara Karya/Hedi Suryono)
Sabtu, 12 Mei 2012
DEPOK (Suara Karya): Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menegaskan, tidak ada perpecahan di dalam tubuh partai berlambang pohon beringin terkait dengan penetapan dirinya sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden 2014.
"Sejak awal memang tidak ada perpecahan, hanya perbedaan pendapat. Dan, hal itu akan diselesaikan pada rapat pimpinan nasional khusus (rapimnassus) nanti," ujar ARB kepada wartawan usai memberikan ceramah motivasi di SMA/SMK Cakra Buana, Sawangan, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5).
Hadir mendampingi ARB, Ketua Pemenangan Pemilu (PP) Jawa 1 DPP Partai Golkar Ade Komarudin, Ketua DPP Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur dan Rizal Malarangeng, Wakil Sekjen Lalu Mara Satriawangsa, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Golkar DPR Zulkarnaen Djabar, Ketua DPD I Partai Golkar Jabar Irianto Syafiudin, Sekretaris DPD I Partai Golkar Jabar Iswara, dan Ketua DPD II Partai Golkar Depok Babay Suhaemi.
Menurut ARB, soal penetapan dirinya sebagai capres menunggu hasil rapimnassus yang berlangsung pada Juli mendatang. Menjawab soal hubungan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, ARB menyatakan tak ada masalah dan sudah ada pertemuan dengan Akbar Tandjung beberapa waktu lalu.
"Masing-masing pihak menjalankan kewenangannya dan masalah sudah selesai. Kita tetap harmonis dan semuanya berjalan baik. Jadi, tidak ada perpecahan di internal Partai Golkar," katanya.
Ade Komarudin yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) mengatakan, pencapresan Aburizal Bakrie sebagai satu-satunya capres Partai Golkar tinggal menunggu penetapan.
ARB dan rombongan datang ke SMA/SMK Cakra Buana untuk memberikan ceramah motivasi bisnis dan kewirausahaan di hadapan 500 siswa. "Wirausaha itu bermula dari ide. Jangan takut, harus berani bermimpi dan mewujudkannya menjadi kenyataan. Untuk menjadi orang sukses, kita tidak boleh lari dari kesulitan. Kita diuji dengan kisah sukses dan gagal. Dan, setiap kesulitan itu harus dihadapi," ujarnya.
Seperti pengalaman pahitnya, ARB mengaku menghadapi masa-masa sulit dengan tenang, sampai akhirnya bisa bangkit lagi seperti sekarang ini. "Untuk bisa bangkit, perlu semangat pantang menyerah dan tidak lari dari tanggung jawab," ujarnya.
ARB mengisahkan pengalaman pada tahun 1998 saat krisis ekonomi melanda, perusahaannya pernah mengalami kerugian luar biasa sehingga dililit utang triliunan rupiah, sementara aset yang dimiliki hanya miliaran rupiah. Perbankan yang tadinya sangat menghormatinya, tiba-tiba memandang dia seperti sampah.
"Saat itu, saya menjadi orang yang paling miskin dari para pengemis karena utang yang bertumpuk. Namun, kegagalan itu tidak harus membuat saya putus asa, tetapi harus dijadikan hikmah untuk mencari jalan lebih baik," katanya.
ARB juga mengaku mendapatkan inspirasi dari ucapan almarhum ayahnya yang mengatakan, "Kamu boleh berkiprah di bidang apa saja, tapi satu yang tak boleh kamu tinggalkan, yakni kecintaan pada bangsa Indonesia, negara, dan orang-orang sekitar kita. Kalau kecintaan itu ada, pasti kita akan memberikan yang terbaik."
Kepada para siswa, ia juga menekankan pentingnya mengembangkan ide untuk memulai usaha. Bukan uang yang utama, namun justru gagasan atau ide. "Yang terpenting terus jaga semangat, ide, dan konsistensi. Jangan patah hati dan jangan katakan saya tak bisa. Untuk menjadi wirausaha, tidak harus selalu pandai, namun yang diperlukan hanya cukup tahu," katanya.
Memulai acara road show di Kota Depok, Aburizal Bakrie bersama rombongan berangkat menggunakan commuter line atau KRL dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Depok Baru dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
"Sudah saatnya jasa transportasi umum seperti kereta api perlu dibenahi, sehingga konsumen merasa nyaman dan tenteram. Jika perlu, PT KAI menambah gerbong kereta untuk mengantisipasi kepadatan penumpang," ujarnya.
Menurut dia, sebagai sarana transportasi, KRL merupakan salah satu alat transportasi massal yang murah dan tepat sebagai transportasi perkotaan.
"Saya kira, perlu ada penambahan gerbong untuk mengangkut penumpang agar tidak berdesak-desakan. Kemudian soal kebersihan, kenyamanan, dan keamanan," katanya.
Setelah mencoba menikmati coummuter line, Aburizal mengakui, saat ini sudah relatif bersih dan nyaman, tapi penambahan gerbong baru mutlak dilakukan. Karena itu, penambahan gerbong menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. "Kesan saya sudah cukup bagus dan nyaman," ujarnya.
Kunjungan Aburizal ke Depok merupakan rangkaian road show PP Jawa I. Setelah memberikan ceramah motivasi, Aburizal Bakrie melakukan shalat Jumat di Masjid Cakra Buana, dilanjutkan berdialog dengan pedagang ayam dan pengusaha kecil Pasar Dewi Sartika, serta dialog dengan konfeksi Bulak Timur, Cipayung (Depok), dan terakhir mengunjungi Redaksi Radar Depok. (Rully)
|
|