Sabtu, 18 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Surat Pembaca 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
Benarkah LHI dan AF
Setali Tiga Uang?
Harga Pangan
Tak Kunjung Turun
Kondisi Stasiun
Kian Tertata Apik
WNA Tidak Bayar
Pesangon PHK
Menunggu Kepastian
Harga BBM
Tarif Tol dan
Kondisi Jalan Reguler
Soal Kebanggaan Gunakan
Produk Dalam Negeri
Ekonomi Nasional Meningkat
Sesuai Target Awal
BBM Membuat Rakyat Bingung
Klarifikasi Berita Reklamasi Pantura Jakarta
Lagi-lagi, Sampah!
Tingkatkan Kualitas Produk Lokal
arsip  
Benarkah LHI dan AF
Setali Tiga Uang?
Harga Pangan
Tak Kunjung Turun
Kondisi Stasiun
Kian Tertata Apik
WNA Tidak Bayar
Pesangon PHK
Menunggu Kepastian
Harga BBM
Tarif Tol dan
Kondisi Jalan Reguler
arsip  
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
Rumors
arsip  
Menanti Eksekusi
Terpidana Narkoba
Waduk Pluit Milik Publik
Jerat Pajak
Pemburu Suap
Caleg Pembolos
Silakan Minggir
Budaya Malu
Kegagalan UN
Drama Penyitaan
arsip  
 
 
Menumbuhkan Sikap
Peduli terhadap
Nasib Orang Utan


Rabu, 16 Mei 2012
Hewan langka adalah hewan yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Apabila dibiarkan, maka kita termasuk orang yang zalim. Secara tidak langsung, kita bisa dianggap menyiksa hewan tersebut. Kelangsungan hidup generasi hewan langka bergantung pada bagaimana pihak yang berwajib - dalam hal ini Kementerian Kehutanan - beserta yayasan-yayasan yang bergerak di bidang pelestarian alam, memerhatikan kesejahteraan mereka. Termasuk di antaranya adalah orang utan.

Data menyebutkan bahwa populasi orang utan tidak lagi membaik. Sekarang ini di Indonesia hanya ada sekitar 50.000 ekor orang utan dan sepertinya terus berkurang. Hal ini menyusul adanya kasus pembantaian terhadap sekitar 750 ekor orang utan di Kalimantan, November tahun lalu.

Kekejaman terhadap orang utan juga terkuak, diduga akibat aksi orang-orang negeri jiran dari perusahaannya yang bernama PT Khaleda, di mana telah ditemukan empat ekor tengkorak orang utan di area pabrik itu.

Hal demikian tentu membuat sejumlah pihak, khususnya para pencinta binatang, naik pitam. Bagi mereka yang peduli, kasus 'pembantaian' orang utan jelas merupakan tindakan yang sangat disesalkan. Apalagi, di dunia internasional, PBB pun telah meminta agar orang utan di Indonesia dilindungi. Untung di Indonesia masih ada menteri dan elite-elite pejabat negara yang peduli terhadap nasib binatang langka termasuk orang utan ini. Mereka bahkan merasa tergugah hatinya mendengar nasib orang utan di negeri ini yang kian kurang diperhatikan.

Sebanyak tiga orang utan yang berpotensi punah pun telah dilepaskan di hutan Kalimantan agar bisa kembalu menikmati habitat asalnya. Yang diharapkan, semua pihak yang bergerak dalam bidang pelestarian alam pun memberikan kontribusi positifnya.

Meski hewan berbeda dengan makhluk berakal - manusia -, namun mereka pun tetap mempunyai hak untuk hidup, yang tak boleh diambil semena-mena. Sikap pejabat yang peduli terhadap ancaman kepunahan binatang langka merupakan contoh yang baik bagi generasi muda. Bagaimanapun kita tidak boleh bosan-bosannya menjaga keserasian antar-makhluk hidup. Kita harus menjadi contoh positif untuk senantiasa menghargai dan menyayangi keberadaan hewan di sekitar kita.

Mei Arianti
Jalan Tabah 1
Kelapa Gading Barat
Jakarta Utara 14240

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i