FINAL LIGA CHAMPIONS Antara Beban dan Motivasi Bayern
Jumat, 18 Mei 2012
MUNICH (Suara Karya): Liga Champions memberi kesempatan Bayern Munich untuk menghindar dari musim tanpa gelar.
Hal itu niscaya bisa menjadi beban, meski kenyataan bahwa Bayern akan bermain di kandang sendiri sudah mengubahnya menjadi motivasi.
Bayern gagal merebut gelar juara Bundesliga dari Borussia Dortmund musim ini. Untuk kali kedua beruntun, Dortmund pun berhasil menjuarai Bundesliga.
Dortmund kembali jadi penghalang Bayern dalam meraih titel Piala Jerman. Di ajang tersebut, Bayern menyerah 2-5 dari Dortmund di partai puncak.
Dengan demikian, satu-satunya peluang Bayern menyudahi musim dengan gelar musim ini tinggal tersisa di kancah Liga Champions. Kini giliran Chelsea yang menghadang.
"Kami tidak terlalu membebani diri kami sendiri karena itu adalah sebuah laga kandang, kami mesti menggunakannya untuk keuntungan kami sendiri," tegas kiper Bayern Manuel Neuer di situs FIFA.
Final Liga Champions kali ini memang akan dihelat di Allianz Arena yang merupakan markas Bayern. Faktor itulah yang disebut Neuer sudah membuat timnya akan tampil dengan motivasi tinggi.
"Kami akan menghuni hotel yang sama seperti laga kandang biasa, kami menempati ruang ganti kami sendiri, kami memiliki semua hal yang membuat kami nyaman dan kami mesti memaksimalkannya," ujarnya.
"Kemudian kami juga akan didukung penuh para suporter. Kami harus memaksimalkan keuntungan itu. Kami sudah tidak sabar lagi, ini adalah partai terpenting musim ini dan kami tahu laga itu kian dekat. Ini adalah titel terbesar yang bisa Anda menangi dalam sepakbola level klub," seru kiper Jerman tersebut. Sementara itu di pihak Chelsea, di final Liga Champions empat tahun lalu Didier Drogba gagal mengantar Chelsea jadi juara. Tahun ini, saat The Blues kembali masuk partai puncak, laga menghadapi Bayern Munich akan dijadikan penebusan. Drogba bukan saja gagal menjadikan Chelsea juara Liga Champions di final musim 2007/2008. Saat The Blues akhirnya tunduk oleh Manchester United melalui adu penalti, striker asal Pantai Gading itu sudah tidak ada di lapangan karena dapat kartu merah di menit 116.
Setelah empat tahun berlalu, Drogba mengaku masih belum bisa melupakan apa ang terjadi Luzhniki Stadium. Karenanya, saat bisa kembali menjejak laga puncak Liga Champions, dia bertekad menjadikan laga akhir pekan ini jadi penebusan atas apa yang terjadi sebelumnya.
"Setelah di Moskow, kami berpikir akan masuk ke final di tahun berikutnya. Tapi ini Liga Champions, sangat sulit mencapai final dan kami sangat pantas berada di sini tahun ini. Tidak baik membicarakan masa lalu karena kami akan punya momen hebat di sini. Saya akan mencoba memastikan itu buat rekan-rekan saya, ini akan jadi sesuatu yang hebat," sahut Drogba di Guardian.
Drogba hampir dipastikan akan jadi starter dalam laga final, Minggu (21/5) mendatang. Dalam enam pertandingan terakhir bersama 'Si Biru', striker 34 tahun itu berhasil mencetak tiga gol. Hebatnya lagi, gol-gol tersebut datang di laga krusial yakni saat menang 1-0 atas Barcelona di Stamford Bridge dan menang 2-1 atas Liverpool di final Piala FA.
"Saya sudah menjalani banyak (pertandingan penting) bersama Chelsea, tapi yang satu ini akan menjadi spesial karena ini merupakan kali kedua kami lolos ke final Liga Champions. Kami akan melakukan apapun untuk bisa berada di sana dan kami siap bermain menghadapi tim Jerman ini," tuntas dia. (Syamsudin W)
|
|