MPR Undang BJ Habibie
Selasa, 22 Mei 2012
JAKARTA- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas bertemu mantan presiden BJ Habibie sekaligus mengundang untuk hadir para peringatan pidato bung Karno, 1 Juni nanti. Dalam pertemuan ini juga di bicarakan mengenai empat pilar berbangsa dan bernegara.
"Saya dan beliau tadi bicarakan soal Empat Pilar Negara dan juga mengundang pak BJ Habibie untuk hadir para peringatan pidato bung Karno, 1 Juni nanti," kata Ketua MPR Taufiq Kiemas usai bertemu mantan presiden BJ Habibie di kediaman Patra Kuningan Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut Taufiq Kiemas mengatakan Habibie bersedia untuk menghadiri peringatan tersebut. Taufiq menjelaskan setelah tahun lalu menghadirkan pembicara para mantan pemimpin negara yakni mantan presiden dan wapres. Untuk tahun ini tambah Taufiq akan menghadirkan pembicara masyarakat madani yakni PBNU, PP Muhammadiyah, KWI dan PGI.
Sementara BJ Habibie menegaskan gagasan sosialisasi Empat Pilar yang digagas Ketua MPR Taufiq Kiemas dinilainya sangat tepat. "Ini tepat sekali. Sekarang ini terjadi krisis nilai-nilai kehidupan yang berakar dari budaya dan agama masing-masing, akibat dibanjiri nilai-nilai asing melalui berbagai jejaring sosial yang akhirnya akan mengganggu harmoni nilai-nilai yang ada," kata Habibie. (Rully/Ant)
Tim SAR TNI Ditarik
JAKARTA (Suara Karya): Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, anggota TNI yang membantu evakuasi korban pesawat Sukhoi SuperJet 100 akan ditarik dalam waktu dekat. "Rencananya, jika beberapa hari ini akan selesai, akan kami tarik anggota kami," ujar Agus usai menghadiri pengukuhan Pengurus Pusat Generasi Muda FKPPI di Jakarta n, Senin (21/5).
Agus menjelaskan, penarikan anggota TNI tersebut lantaran keberadaan tim SAR di Gunung Salak dinilai sudah cukup. "Karena begini ya, secara umum tugas evakuasi sudah cukup oleh Basarnas. Mungkin tinggal satu tim (TNI) saja yang disisakan," terangnya.
Meski demikian, Agus mengingatkan, penarikan anggota TNI dalam evakuasi Sukhoi sepenuhnya tergantung dari hasil evaluasi kerja yang dipimpin Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo. "Tapi semua itu tergantung evaluasi dari Kabasarnas," kata Agus. (Feber S)
|
|