Selasa, 18 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KESEHATAN
Semarang Rintis
Puskesmas Ramah Lansia
YOGYAKARTA
Keluarga Sakinah Benteng
Hadapi Godaan Duniawi
PESTA KULINER
TBY Kembalikan Khitah Pasar Kangen Jogja
HUT KE-46
Pemkab Sorong Fokus
Bangun Jalan AIMAS
KILAS METROPOLITAN
Caleg Golkar Indramayu Memenuhi Syarat
PAPUA BARAT
Keselamatan Pelayaran
Tanggungjawab Bersama
PAPUA
Massa Bakar Markas
dan Asrama Polres
TANAH LOT
Forum Pemred Saksikan Pengolahan Sampah
JAWA TENGAH
Polisi Mabuk Tembak
Satpam hingga Tewas
KOTA YOGYAKARTA
Pesta Rakyat di Alun-alun
Keraton Berlangsung Meriah
PERCEPATAN PEMBANGUNAN SUMUT
Kemenko Kesra Gelontorkan
Bantuan Rp 548,8 Miliar
PULAU TERPENCIL
Pemberdayaan Masyarakat
Jadi Perhatian Pemerintah
arsip  
 
 
JAMBI
Perusakan dan Pembakaran
di Perkebunan JAW Murni Kriminal


Kamis, 24 Mei 2012
JAKARTA (Suara Karya): Situasi dan kondisi di perkebunan kelapa sawit milik PT Jambi Agrowijaya (JAW), di Simpang Meranti, Desa Mentawak Ulu, Kecamatan Air Itam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pascaperusakan dan pembakaran yang dilakukan sekelompok warga, Sabtu (19/5) lalu, saat ini telah kembali aman, terkendali, dan kondusif. Pemda dan aparat keamanan setempat menyimpulkan bahwa kejadian itu murni merupakan aksi kriminal yang dilakukan sejumlah orang yang mengatasnamakan warga masyarakat.

Aksi-aksi penyerangan yang destruktif dan anarkistis tersebut juga tidak mengganggu kegiatan operasional dan produksi PT JAW yang merupakan anak perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).

"Saya sudah mendapat laporan terkini dari tempat kejadian, saat ini kondisi di sana sudah kembali kondusif. Produksi PT JAW tetap berjalan seperti biasa, tanpa gangguan," kata Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Ambono Janurianto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/5) pagi.

Dijelaskan oleh Ambono, pada Senin petang telah diadakan pertemuan yang membahas kejadian itu di lokasi kejadian. Pertemuan itu dihadiri oleh Bupati Sarolangun Cek Hendra, Kapolres Sarolangun AKBP Satria, Ketua DPRD Sarolangun Hariatia, sejumlah aparat pemda, kepala desa dan pemuka masyarakat setempat.

Pertemuan itu telah menyimpulkan bahwa peristiwa pembakaran dan perusakan aset-aset PT JAW itu merupakan aksi atau tindakan kriminal murni. "Jika itu merupakan tindakan kriminal, harus ditindaklanjuti dengan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku," kata Ambono.

Pihak kepolisian setempat telah menyiapkan sejumlah langkah penindakan terhadap sejumlah oknum masyarakat yang dicurigai melakukan provokasi dan aksi anarkistis dengan merusak dan membakar sejumlah aset milik PT JAW dan karyawan PT JAW.

Dari pertemuan itu juga diketahui bahwa kelompok yang melakukan penyerangan dan anarki tersebut bukan merupakan warga Sarolangun.

Ambono menjelaskan, tidak ada gangguan berarti terhadap proses produksi PT JAW di Sarolangun, Jambi. "Seluruh kegiatan di kebun berjalan seperti biasa, tidak ada gangguan berarti. Suasana sudah kembali normal. Kita menunggu tindakan aparat," ujarnya.

Menurut dia, aksi destruktif itu telah merusak 60 unit rumah dari 64 unit rumah yang berdiri di lokasi, 15 hektare area tanaman sawit, 3 unit sepeda motor, sandang pangan milik karyawan penghuni rumah yang dibakar. "Perkiraan kerugian total sekitar Rp 5 miliar," kata Ambono.

PT JAW juga akan segera menyiapkan hunian sementara bagi karyawan yang rumahnya dibakar. Juga memasok sembako, bahan kebutuhan pangan dan sandang seperti selimut dan sebagainya (Dwi Putro AA)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i