Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PEMBAKARAN LAHAN
Kabut Asap Kian Tebal Selimuti Riau
SBMPTN
808 Peserta Ujian Gugur
KABUPATEN INDRAMAYU
KPUD Proses 484 Caleg
KOTA YOGYAKARTA
Gelar Workshop Hemat Energi
PENERIMAAN MAHASISWA
Ratusan Peserta SBMPTN Tak Hadir
PELANGGARAN HUKUM
Polisi Tangkap para Penimbun BBM
PESERTA SBMPTN
Pakai Kartu Peserta Palsu,
Syerly Korban Penipuan
BALI
Wali Murid Laporkan
Guru Gelapkan Tabungan
KINERJA APARATUR
Gubernur Jabar Raih
Penghargaan dari Mendagri
PAPUA BARAT
Lampu Suar Tanjung Bokoi
Sudah Aktif Kembali
KESEHATAN
Semarang Rintis
Puskesmas Ramah Lansia
YOGYAKARTA
Keluarga Sakinah Benteng
Hadapi Godaan Duniawi
arsip  
 
 
UNTUK BAYAR UTANG
Ibu Jual Anak Kandungnya Sendiri


Jumat, 25 Mei 2012
BANDUNG (Suara Karya): Sebuas-buas macan tak bakal memangsa anaknya. Sepertinya kalimat bijak ini tak berlaku bagi Ida Idayanti, warga Kampung Muara Ciwidey, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Wanita berusia sekitar 40 tahunan ini tega menjual anak kandungnya sendiri, Sri Eka Oktaviani (17), kepada seorang germo yang kemudian dijadikan wanita penghibur di Lubuk Linggau, Sumatera Utara.

Padahal dua bulan sebelumnya Sri Eka Oktaviani sudah dinikahkan dengan Septiadi (20) warga tetangga kampung di mana Ida dan Eka berdomisili, yaitu Kampung Pasung RT 3 RW 9 Desa Katapang Kecamatan Katapang. Perilaku busuk sang ibu berhati tega ini terungkap setelah Septiadi, melakukan pencarian dan melapor ke pihak kepolisian, kehilangan istrinya.

Penelusuran petugas dari Mapolres Bandung, terungkap bahwa Sri Eka menjadi korban perdagangan manusia (trafficking). Pelakunya di antaranya ibu kandungnya sendiri.

"Pada saat Sri dijemput dari rumah saya, saya sedang tidak ada dirumah. Cuma kata para tetangga dia dijemput sama teman ibunya yang bernama Sari pagi sekitar pukul 10.00. Setelah saya tunggu sampai tiga hari ternyata Sri enggak kembali lagi," papar Septiadi Kamis (24/5).

Sri Eka, Kamis kemarin sudah kembali dan berada di rumah bersama Septiadi. Sri Eka menuturkan, dirinya sekitar bulan Maret 2012 lalu dibawa ibunya ke Ciwidey untuk menemui seorang kenalan lamanya Ira. Namun sejak itu dia tidak boleh pulang dan malam harinya langsung dibawa ke Lubuk Lingau melalui jalan darat menggunakan bis lintas Sumatera.

Sampai akhirnya Sri Eka diperkerjakan sebagai wanita penghibur di sebuah cafe dan karaoke bernama Pondok Bunda. Tiga hari lalu, Sri Eka berhasil menghubungi Septiadi dan kakak iparnya Dadang Rohimat. Septiadi dan Dadang Rohimat langsung bereaksi dan melaporkan ke pihak kepolisian hingga akhirnya Sri Eka berhasil dibawa pulang.

"Kakak saya mencari kabar kebenarannya kepada Ida yang juga ibu mertua saya itu. Awalnya dia tidak mau terus terang, tapi setelah didesak dia ngaku kalau anaknya itu disuruh kerja di toko pakaian di Jakarta," ujar Septiadi.

Namun, karena sebelumnya telah mendapatkan informasi langsung dari istrinya, Septiadi bersama Dadang tidak mempercayainya begitu saja. Septiadi dan keluarganya terus menjalin komunikasi melalui telepon dengan Sri, hingga akhirnya mengambil kesimpulan untuk melaporkan hal tersebut kepada Pihak Kepolisian.

"Katanya istri saya disuruh kerja untuk membayar utang-utang ibunya. Saya juga enggak tahu nilainya berapa dan hutang untuk keperluan apa," kata Septiadi.

Keyakinan kalau istrinya ini dijual sama ibunya sendiri semakin menguat. Setelah dia bisa bekomunikasi dengan Sri. "Sri mengaku bekerja sebagai wanita penghibur yang bertugas menemani laki-laki hidung belang di cafe dan karaoke tersebut." kata Septiadi. (Agus Dinar)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i