PBNU Tak Mau Terjebak Polemik Lady Gaga
Senin, 28 Mei 2012
SURABAYA -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tidak ingin terjebak dalam polemik pro kontra pementasan diva top Lady Gaga di Tanah Air. Ormas yang mensinyalir ada sponsor dan kekuatan politik dari kubu yang pro dan yang kontra itu, bertekad akan tetap berada di tengah dan tidak memihak pada salah satu kubu.
Menurut Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, pihaknya tidak ingin NU terjebak dalam politik pro dan kontra tersebut. "Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," ujarnya saat berada di PWNU Jatim, akhir pekan kemarin.
Dia menyatakan bahwa NU tidak memiliki kepentingan dalam polemik tersebut. Secara pribadi, Said yang alumni Ponpes Lirboyo itu bertekad tidak akan menonton walaupun ada pihak yang memberinya tiket gratis atau bahkan menjemputnya untuk menghadiri hiburan tersebut. "Saya pernah nyantri, masih mengerti mana norma-norma Islam yang benar," tegasnya. Dalam pandangannya, seni harusnya bisa mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan idealnya harus ditolak. (Andira)
Ma'arif Institut Beri Penghargaan Kemanusiaan
JAKARTA- Ma'arif Institute, Sabtu malam, menganugerahi penghargaan kepada dua tokoh lokal, Charles Patrick Edward Burrows OMI dan Ahmad Bahrudin, yang menaruh perhatian pada kegiatan kemanusiaan. "Keduanya menerima penghargaan atas karya yang mengutamakan kepentingan masyarakat banyak di Cilacap dan Salatiga, Jawa Tengah. "Mereka adalah orang yang beragama secara otentik, berasal dari dua agama yang berbeda namun memiliki satu tujuan sama, kemanusiaan. Mereka berdua sungguh luar biasa," kata pendiri Maarif Institute Buya Syafii Maarif, di Jakarta.
Charles Patrick Edward Burrows (69) atau akrab disapa Romo Carolus memegang peranan sangat penting dalam kemajuan sejumlah desa di Cilacap. Sementara itu, Ahmad Bahrudin, yang kerap disapa Kang Din, merupakan pendiri paguyuban petani Qoryah Thayyibah di Salatiga, Jawa Tengah. Paguyuban tersebut didirikan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada para petani setempat, agar dapat meningkatkan produksi hasil panenan mereka. Maarif Awards merupakan penghargaan bagi orang-orang yang memiliki dedikasi di bidang kemanusiaan. (Ant)
|
|