Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
kilas politik 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PDIP Siapkan Pengganti Taufiq Kiemas
Penandaan Surat Suara Akan Disederhanakan
Keterwakilan Perempuan Alami Kemajuan
PKPI Keberatan Laporkan Dana Kampanye
Pilgub Maluku Habiskan Rp 95 Miliar
KIP Aceh Plenokan
Kuota Caleg 120 Persen
Indonesia Rawan Disintegrasi
Indonesia Rawan Disintegrasi
Soekarno Penggali Pertama Pancasila
DPR Protes Kriminalisasi
di UKIP Papua
Calon DPR Asal Aceh Dites Mengaji
Lemhannas Latih 1.200 Caleg
Soal Wawasan Kebangsaan
arsip  
BILATERAL
Marty Diundang ke Myanmar
KASUS BUPATI ACENG
Putusan Pemakzulan
Tak Bisa Di-PTUN-kan
REGIONAL
Presiden Hadiri KTT D8
Paris, Kota Tak Ramah bagi Turis
MALAYSIA
DPR Minta Pemerintah
Selidiki Tewasnya 4 TKI
KUNJUNGAN DIPLOMASI
Hillary Puji RI Selesaikan Rohingya
arsip  
DOKTER PTT
Visi Indonesia Sehat Jangan Cuma Mimpi
Endang Agustini Syarwan Hamid
Pekerja Sosial
Ali Wongso
Penyambung Lidah Buruh
Soemarsono
Penyeimbang
Syamsul Mu'arif
Politisi Segala Zaman
Firman Subagyo
Perjuangkan UKM
arsip  
PDIP Siapkan Pengganti Taufiq Kiemas
Penandaan Surat Suara Akan Disederhanakan
Keterwakilan Perempuan Alami Kemajuan
PKPI Keberatan Laporkan Dana Kampanye
Pilgub Maluku Habiskan Rp 95 Miliar
KIP Aceh Plenokan
Kuota Caleg 120 Persen
arsip  
 
 
PBNU Tak Mau Terjebak
Polemik Lady Gaga


Senin, 28 Mei 2012
SURABAYA -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tidak ingin terjebak dalam polemik pro kontra pementasan diva top Lady Gaga di Tanah Air. Ormas yang mensinyalir ada sponsor dan kekuatan politik dari kubu yang pro dan yang kontra itu, bertekad akan tetap berada di tengah dan tidak memihak pada salah satu kubu.

Menurut Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, pihaknya tidak ingin NU terjebak dalam politik pro dan kontra tersebut. "Saya ingin NU tetap ada di tengah, tidak terjebak perangkap mereka yang mendatangkan ataupun yang menolak. Mohon itu bisa dipahami dengan benar," ujarnya saat berada di PWNU Jatim, akhir pekan kemarin.

Dia menyatakan bahwa NU tidak memiliki kepentingan dalam polemik tersebut. Secara pribadi, Said yang alumni Ponpes Lirboyo itu bertekad tidak akan menonton walaupun ada pihak yang memberinya tiket gratis atau bahkan menjemputnya untuk menghadiri hiburan tersebut. "Saya pernah nyantri, masih mengerti mana norma-norma Islam yang benar," tegasnya. Dalam pandangannya, seni harusnya bisa mengangkat harkat dan martabat manusia. Kesenian seperti yang ditampilkan Lady Gaga adalah salah satu yang menjatuhkan martabat manusia dan idealnya harus ditolak. (Andira)

Ma'arif Institut Beri Penghargaan Kemanusiaan

JAKARTA- Ma'arif Institute, Sabtu malam, menganugerahi penghargaan kepada dua tokoh lokal, Charles Patrick Edward Burrows OMI dan Ahmad Bahrudin, yang menaruh perhatian pada kegiatan kemanusiaan. "Keduanya menerima penghargaan atas karya yang mengutamakan kepentingan masyarakat banyak di Cilacap dan Salatiga, Jawa Tengah. "Mereka adalah orang yang beragama secara otentik, berasal dari dua agama yang berbeda namun memiliki satu tujuan sama, kemanusiaan. Mereka berdua sungguh luar biasa," kata pendiri Maarif Institute Buya Syafii Maarif, di Jakarta.

Charles Patrick Edward Burrows (69) atau akrab disapa Romo Carolus memegang peranan sangat penting dalam kemajuan sejumlah desa di Cilacap. Sementara itu, Ahmad Bahrudin, yang kerap disapa Kang Din, merupakan pendiri paguyuban petani Qoryah Thayyibah di Salatiga, Jawa Tengah. Paguyuban tersebut didirikan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada para petani setempat, agar dapat meningkatkan produksi hasil panenan mereka. Maarif Awards merupakan penghargaan bagi orang-orang yang memiliki dedikasi di bidang kemanusiaan. (Ant)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i