Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
MILITER
Korsel Beli Rudal Pemecah Bunker
MONETER
IMF: Spanyol Harus Perangi Pengangguran
PENYADAPAN
AS Gagalkan 50 Rencana Teroris
RUSIA
Gudang Amunisi Meledak,
Ribuan Warga Diungsikan
PROTES TURKI
Pemerintah Ancam Gerakan Militer
PENCEMARAN LINGKUNGAN
ASEAN Gelar Pertemuan
Mendadak Bahas Asap RI
KRISIS SURIAH
Arab Saudi Kirim Rudal Bantu Oposisi
BAJAK LAUT
Ancaman Beralih ke Afrika Barat
KEUANGAN EROPA
Spanyol Segera Bangkit
PENYADAPAN
Rusia Berang, Indonesia Masih Sabar
PROTES KEKERASAN
Demonstrasi Turki Makin Meluas
PENYADAPAN
Snowden: KTT G-20 Juga Diretas
arsip  
Israel Bekukan Pembangunan Permukiman
Komunis Culik Tentara Filipina
Hong Kong Tolak Serahkan Snowden
Dialog Berdasarkan Hukum
AS Hukum Mati Pembunuh
Sekjen PBB Desak Rujuk Nasional Irak
arsip  
 
 
WEF
Suu Kyi: Dunia Harus Bantu Myanmar


Sabtu, 2 Juni 2012
BANGKOK (Suara Karya): Tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi menyerukan agar dunia internasional membantu negerinya yang tengah berbenah.

Berbicara di World Economic Forum (WEF) di Bangkok, Suu Kyi menekankan hal terpenting bagi Myanmar adalah ketersediaan lapangan kerja dan pelatihan bagi warga muda negeri itu.

"Saya berdiri di sini bukan untuk memberi tahu Anda soal apa yang harus dilakukan, tapi saya ingin katakan," kata Suu Kyi dalam pidato besar pertamanya di luar negeri dalam 20 tahun terakhir.

Dia mendesak para investor untuk segera masuk ke Myanmar agar menciptakan peningkatan taraf hidup bagi warga Burma. "Kami tak ingin investasi justru membawa ketidakadilan dan memberi keistimewaan bagi mereka yang sudah mendapatkannya. Yang kami inginkan adalah pekerjaan," tambah Suu Kyi.

Suu Kyi menambahkan, pelatihan keterampilan kerja adalah sebuah kunci utama bagi warga Myanmar untuk mendapatkan pekerjaan yang diciptakan para investor.

"Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan dasar. Kami lebih membutuhkan pelatihan dasar ketimbang pendidikan tinggi," ujarnya.

Saat ini, pemerintah sipil Myanmar yang didukung militer telah melakukan serangkaian reformasi untuk membuka negeri yang selama ini sangat tertutup.

Kondisi negeri itu kini juga lebih bebas untuk gerakan oposisi, bahkan Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi yang selama ini dilarang bisa mengikuti pemilihan umum belum lama ini.

Kemenangan NLD dalam pemilu, membuat Suu Kyi dan tokoh-tokoh oposisi lain kini duduk di parlemen Myanmar. Bahkan Suu Kyi kini bisa lebih aktif berperan baik di dalam dan di luar negeri setelah dalam 20 tahun terakhir menghabiskan banyak waktunya sebagai tahanan rumah. (Ant/Adi)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i