Demo Buruh dan Demokrasi
Sabtu, 2 Juni 2012
Peringatan Hari Buruh Sedunia secara serentak oleh sejumlah elemen masyarakat pada 1 Mei lalu semula diperkirakan akan terjadi anarkisme. Ternyata, May Day tersebut berlangsung damai. Jalan-jalan protokol Ibukota seperti dihiasi oleh para buruh yang tumplek bleg sejumlah kawasan Jakarta.
Memang, peringatan itu tidak hanya di Jakarta, tetapi juga terjadi di beberapa kota lainnya di Indonesia. Dalam aksi itu, ribuan buruh mengusung beberapa isu, seperti upah minimum regional, upah murah, outsourcing, tuntutan hari buruh sebagai libur nasional, dan lain sebagainya.
Kegiatan memperingati hari buruh yang diekspresikan melalui aksi untuk menyampaikan aspirasi demi kepentingan rakyat banyak dalam kehidupan negara demokrasi merupakan suatu yang wajar dan dapat dimaklumi. Yang penting, penyampaian aspirasi tersebut tetap dalam koridor hukum dan demokrasi, dengan memperhatikan etika serta tidak bersifat anarkis.
Sehingga, aspirasi yang disampaikan tidak kontra produktif. Karena, aksi anarkisme justru sangat merugikan, dan akan menodai citra Indonesia serta merendahkan harga diri kita sebagai bangsa yang bermartabat dan demokratis.
Di sisi lain, aksi besar-besaran yang melibatkan ratusan ribu massa tersebut tentunya berpotensi dapat menimbulkan sejumlah kerawanan terhadap tindakan yang bersifat anarkis dan kerusuhan, sehingga patut diwaspadai. Walau waktu itu tidak terjadi aksi-aksi anarkisme, namun hal itu tidak terlepas karena melakukan upaya-upaya antisipatif dan terus meningkatkan kewaspadaan. Karena, berdasarkan pengalaman sebelumnya sejumlah aksi buruh di beberapa daerah tidak jarang berlangsung ricuh, bahkan anarkis. Masyarakat kita masih rentan terprovokasi, ibarat daun kering yang sangat mudah terbakar.
Memang, kondisi ini apabila tidak disadari dan diantisipasi secara dini, dikhawatirkan akan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, yang pada gilirannya tidak menutup kemungkinan berpotensi mengancam stabilitas keamanan nasional. Kita mengharapkan agar aksi Hari Buruh Sedunia tersebut bisa menjadi contoh untuk menjaga agar kondisi ttap aman, tertib dan damai, tanpa adanya tindakan yang melanggar hukum. Situasi kondusif ini tentu berkat kesigapan kita bersama untuk mewaspadai kemungkinan adanya upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin menciptakan instabilitas.
Akhirnya, sebagai warga bangsa, saya berharap agar semua pihak mampu mengendalikan diri dan berpikir jernih untuk lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional.
Drs Paiman
Jati Padang, Pasar Minggu
Jakarta Selatan
|
|