Epy Kusnendar Berkat Jeng Ana, Bisa Berakting Lagi
Senin, 4 Juni 2012
Aktor komedi dan pantomim Epy Kusnendar kini bisa tersenyum dan berakting lagi. Dia juga mengucapkan kata syukur alhamdulillah berkali-kali setelah lolos dari maut berkat pertolongan Allah yang diberikan melalui Jeng Ana. "Tanpa bantuan Allah yang diberikan melalui Jeng Ana, mustahil saya bisa begini. Soalnya, saya sudah divonis mati dalam tempo empat bulan oleh para dokter yang memastikan saya kena tumor otak," ujar Epy Kusnendar kepada masyarakat pemirsa TVOne, Kamis lalu.
Seusai tampil menjadi bintang tamu di acara Coffee Break bersama Ratu Herbal Jeng Ana di Studio TVOne, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis lalu, bintang film Suami-Suami Takut Istri ini juga menuturkan, dirinya divonis dokter kena tumor otak akibat jatuh yang menyebabkan kepalanya membentur benda tumpul.
Musibah itu menyebabkan Epy sering mendadak kehilangan kontrol, lalu pingsan. Parahnya lagi, jika sedang mengemudi kendaraan di jalan padat lalu lintas, kepala Epy kerap mendadak pusing. "Sampai suatu saat, dalam keadaan tidak sadarkan diri, istri melarikan saya ke rumah sakit terdekat. Setelah dirawat dan diopname beberapa hari, barulah para dokter menegaskan saya kena tumor otak. Untuk penyembuhan, kepala saya harus dioperasi. Biayanya sangat besar. Saya pusing memikirkan biaya itu karena sumber kehidupan saya hanyalah honor main film," ujar Epy memelas.
Karena tidak sanggup menanggung biaya operasi yang sangat besar, maka Epy memutuskan kabur dari rumah sakit itu. Lalu? "Saya minta dilarikan ke Klinik Herbal Jeng Ana di Jalan Kalibata Timur 1 No 47, Jakarta Selatan. Saya mendengar banyak hal tentang Klinik Herbal Jeng Ana semasih di rumah sakit. Teman-teman artis yang pernah ditolong Jeng Ana yang mengabari saya. Alhamdulillah, ternyata saya cocok dengan pengobatan Jeng Ana. Hanya dalam tempo 20 hari saya dirawat, penderitaan saya berkurang drastis. Semuanya berkat herbal yang saya konsumsi setiap hari," ujar komedian ini.
Dan, yang membuat Epy tidak mungkin melupakan jasa Jeng Ana, dia kabur dari rumah sakit yang merawatnya karena para dokter ahli yang menanganinya sudah memvonisnya akan mati, jika dalam empat bulan ke depan tumor otaknya tidak segera diangkat. "Nyatanya, sekarang sudah lebih empat bulan, saya masih diberi umur panjang oleh Allah. Bahkan, kini sudah bisa senyum lagi. Bisa jualan akting lagi. Tapi, saya terus mengonsumsi herbal dari Jeng Ana. Saya juga diberi bahan minuman sarang semut yang saya konsumsi sampai sekarang," ujar Epy.
Menurut Jeng Ana, tumor otak yang diderita aktor kelahiran Garut, 1 Mei 1964, ini akibat darah beku yang mengendap lama di kepala setelah jatuh tempo hari. Agar bisa normal kembali, Epy diobati dengan beragam bentuk ramuan herbal. Tidak cuma itu, kebiasaan Epy minum teh dan kopi di setiap waktu senggangnya diganti dengan minuman dari ramuan sarang semut. "Alhamdulillah, karena Epy semangat ingin sembuh dan disiplin mengonsumsi herbal, dia kini sudah bisa aktif lagi. Bahkan menurut cerita istrinya, Epy bisa nyetir lagi meski tidak sesering dulu," ujar Jeng Ana.
Dengan keberhasilan menolong Epy dari ancaman maut akibat tumor otak, reputasi Jeng Ana di kalangan artis sudah tidak diragukan lagi. Sebelumnya Jeng Ana juga pernah menolong artis komedian Rini S Bonbon. Artis itu, akibat serangan diabetes melitus stadium akhir, telah divonis dokter harus diamputasi sebelah kakinya yang membusuk. Karena takut diamputasi, Rini kabur dari rumah sakit dan langsung meminta bantuan Jeng Ana. Setelah diberi ramuan herbal selama beberapa hari, Rini pun sembuh tanpa harus kehilangan sebelah kaki.
Artis lain yang rajin berobat ke Klinik Herbal Jeng Ana cukup banyak. Presenter dan penyanyi Ratna Listy, misalnya, menjadikan herbal dari Klinik Herbal Jeng Ana sebagai ramuan perawat kecantikannya. Menurut Jeng Ana, pengobatan dengan metode herbal sangat minim menimbulkan efek samping. Biaya pengobatannya juga sangat terjangkau. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak warga masyarakat di Jabodetabek mengandalkan pengobatan herbal dari Klinik Herbal Jeng Ana yang ada di Jakarta, Bali, Bandung, Tangerang, dan Pekanbaru. (Ami Herman)
|
|