CAPRES GOLKAR Rapimnas Mantapkan ARB
Sabtu, 9 Juni 2012
KENDARI (Suara Karya): Rapat Rimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Golkar di Jakarta pada 28 Juni 2012 hanya akan memantapkan penetapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) sebagai calon presiden periode 2014-2019.
"Tidak ada agenda lain dalam Rapimnas III Partai Golkar pada 28 Juni 2012 nanti, kecuali hanya menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden periode 2014-2019," kata fungsionaris DPP Partai Golkar La Ode Djeni Hasmar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/6).
Sedangkan menyangkut strategi Partai Golkar untuk memenangkan pemilu presiden dan pemilu anggota legislatif, baru akan dibahas pada rapimnas berikutnya yang akan digelar pada Oktober 2012 di Jakarta.
Meski demikian, tutur La Ode, setelah rapimnas khusus penetapan Ical sebagai calon presiden pada 28 Juni 2012 selesai, seluruh jajaran kader Partai Golkar, mulai dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa, sudah harus bekerja keras merebut simpati rakyat sehingga Ical bisa menjadi presiden periode 2014-2019.
"Langkah awal yang wajib dilakukan oleh setiap pengurus dan kader Partai Golkar, menyosialisasikan Ical sebagai calon presiden dari Partai Golkar, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten sampai ke pelosok desa, bahkan sampai ke gunung-gunung dan laut," katanya.
Saat ini, tutur Djeni, Partai Golkar baru sebatas menetapkan target rekrutmen kader baru sebanyak 100 kader pada setiap desa dan kelurahan.
Mengenai bagaimana strategi Golkar untuk mencapai target tersebut, kata dia, baru akan dibahas melalui rapimnas pada Oktober 2012 di Jakarta.
"Untuk mencapai target itu, tentu seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Golkar harus bahu-membahu bekerja sama merebut simpati rakyat dengan menggunakan cara-cara yang terhormat dan elegan," katanya.
Agar masyarakat bisa bersimpati pada Partai Golkar, lanjut Djeni, maka setiap kader Golkar yang turun di tengah-tengah masyarakat harus mampu berempati dan tampil sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
Artinya, ucap Djeni, kader Partai Golkar harus dapat merasakan apa yang menjadi kesulitan rakyat dan mampu memberikan solusi dari kesulitan rakyat tersebut.
"Kalau itu bisa dilakukan kader-kader partai Golkar, kita optimis Pemilu legislatif mupun pemilu presiden dapat dimenangkan," katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Sultra Ridwan BAE, mengatakan, pihaknya sudah siap memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.
Kesiapan tersebut dimulai dengan pola rekrutmen kader baru, dimana setiap kader Golkar mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga ke tingkat desa, wajib merekrut 11 kader.
"Sejak menggulirkan pola rekrutmen itu, Partai Golkar Sultra sudah mampu merekrut kader baru sebanyak 58.000 lebih," katanya.
Dia berharap, jumlah tersebut terus meningkat, sehingga Golkar bisa menjadi pemenang pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.
Sementara itu, Partai Golkar menjadikan hasil survei terhadap sejumlah tokoh yang akan maju dalam bursa capres sebagai penyemangat.
"Meski hasil survei dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang dilansir Rabu (6/6) menunjukkan bahwa ARB berada di posisi keempat, namun elektabilitasnya terus naik," kata Ketua DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman di sela-sela deklarasi dukungan DPD Partai Golkar Sleman untuk ARB di Sleman, Yogyakarta, kemarin.
Menurut dia, elektabilitas ARB dalam beberapa waktu ini terus meningkat dan dukungan dari daerah juga terus bermunculan. "Dulu angka elektabilitas cuma satu digit, saat ini terus meningkat dan sudah dua digit," katanya.
Ia mengatakan, peningkatan tersebut tercapai melalui perjuangan dan ketulusan. "Golkar tidak mempermasalahkan ranking yang diperoleh Ical dalam survei, yang penting bagaimana kader berjuang untuk mendongkrak elektabilitas Ical, sehingga mampu menjadi tokoh terpopuler," katanya.
Gandung mengatakan, waktu dua tahun hingga pelaksanaan pemilihan presiden 2014 sangat cukup bagi Ical menjadi favorit rakyat.
"Dalam mewujudkan impian itu bukan hanya tugas kader di daerah yang berjuang, tetapi ARB juga harus aktif dan harus bisa memahami rakyat kecil, sekaligus mencari solusi," katanya.
Ia mengatakan, Ical merupakan satu-satunya calon presiden yang diusung Partai Golkar, karena partai beringin tidak ingin ada konvensi lagi.
"Konvensi menyebabkan kader terjerumus pada dinamika transaksional. Itu merupakan malapetaka karena siapa ingin terpilih harus bayar. Selain itu Ical sebagai ketua umum merupakan lambang partai, sehingga harus dicalonkan sebagai presiden," katanya.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sleman Poerwanto Johan Riyadi menyatakan, siap menjalankan hasil musyawarah nasional Partai Golkar yang memutuskan Ical sebagai calon presiden 2014. (Yudhiarma/Ant/Rully)
|
|