Selasa, 18 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KESEHATAN
Semarang Rintis
Puskesmas Ramah Lansia
YOGYAKARTA
Keluarga Sakinah Benteng
Hadapi Godaan Duniawi
PESTA KULINER
TBY Kembalikan Khitah Pasar Kangen Jogja
HUT KE-46
Pemkab Sorong Fokus
Bangun Jalan AIMAS
KILAS METROPOLITAN
Caleg Golkar Indramayu Memenuhi Syarat
PAPUA BARAT
Keselamatan Pelayaran
Tanggungjawab Bersama
PAPUA
Massa Bakar Markas
dan Asrama Polres
TANAH LOT
Forum Pemred Saksikan Pengolahan Sampah
JAWA TENGAH
Polisi Mabuk Tembak
Satpam hingga Tewas
KOTA YOGYAKARTA
Pesta Rakyat di Alun-alun
Keraton Berlangsung Meriah
PERCEPATAN PEMBANGUNAN SUMUT
Kemenko Kesra Gelontorkan
Bantuan Rp 548,8 Miliar
PULAU TERPENCIL
Pemberdayaan Masyarakat
Jadi Perhatian Pemerintah
arsip  
 
 
PENDIDIKAN
Masuk SMA RSBI Mahal,
SSN Jadi Pilihan


Kamis, 14 Juni 2012
CIANJUR (Suara Karya): Minat bersekolah di SMA negeri berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sangat rendah karena mahalnya biaya masuk. Karena itu, calon siswa dari kalangan menengah ke bawah lebih memilih mendaftar ke SMA negeri berstatus sekolah standar nasional (SSN) karena biaya masuknya terbilang murah.

Beberapa orangtua murid mengatakan, biaya masuk ke SMA negeri berstatus RSBI yang sangat mahal tidak terjangkau, kecuali bagi orang-orang berkantong tebal. "Bagi saya, lebih baik anak saya mendaftar ke SMA berstatus SNN. Kalau diterima, biaya masuknya terjangkau," kata Saefudin yang sehari-harin bekerja sebagai pedagang.

Hal senada diungkapkan Sulaeman, salah seorang pegawai negeri sipil (PNS). "Kalau berbicara fasilitas dan mutu anak bersekolah di SMA berstatus RSBI, boleh juga. Tetapi, SMA berstatus SNN juga bagus," ujarnya.

Kepala SMA Negeri I/ RSBI Cianjur, Drs HM Danur, MMPd, menjelaskan, dalam penerimaan murid baru tahun ajaran 2012/ 2013 yang mendaftar 530 orang, yang diterima 374 orang.

Dikemukakan, biaya masuk berupa uang dana tahunan (UDT) sebesar Rp 7 juta dan uang dana bulanan (UDB) sebesar Rp 250 ribu/bulan. Sedangkan tahun ajaran 2011/2012 besarnya UDT Rp 6 juta, dan UDB Rp 250 ribu/bulan.

Sedangkan Kepala SMA Negeri 2 (Smanda) Cianjur yang berstatus SNN, Aep Saefudin, ketika dihubungi Suara Karya di ruang kerjanya, Jumat (8/6) siang, mengatakan, jumlah pendaftar pada tahun ajaran baru 2012/2013 mencapai 1.100 orang, sedangkan yang diterima 320 orang. Bagi murid baru, untuk UDT hanya dikenakan Rp 3.250.000 dan UDB-nya hanya Rp 150 ribu/bulan. (Man Suparman)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i