Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Olahraga 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
SINGAPURA TERBUKA
Tommy Dapat Pelatihan Khusus
LINBOL
SFC Incar Runner-up
ISL
Persipura Harap Segera Kunci Gelar Juara
RADJA NAINGGOLAN
Sowan ke Roy Suryo Sebelum Latihan
PIALA KONFEDERASI
Nigeria Bantai Tahiti
6-1, Oduamadi Hattrick
PIALA KONFEDERASI
Italia Waspadai Kebangkitan Jepang
PENCAK SILAT
Indonesia Terjunkan 17 Pesilat
pada Pra-SEA Games Myanmar
LAYAR SEA GAMES
Tidak Dibela KOI,
Target Diturunkan
GOLF JUNIOR
Tirto dan Sindy
Juara Indonesia Open Junior
Linbol
Jacksen Ingin Persipura
Segera Juara ISL 2013
RADJA NAINGGOLAN
Lewat Sepak Bola Mengenal Tanah Leluhur
LA NYALLA MATTALITI
Persilakan 6 Exco yang Dipecat Cari Keadilan
arsip  
Rasmanudin Tantang Cooper
Spurs Unggul di Laga Kelima
Pelari Kenya Berjaya di Bali
Monfils Mundur dari Wimbledon
Spurs Ungguli Heat 2-1
Riau Juara Umum Perahu Naga Internasional
arsip  
Piala Konfederasi
Spanyol Tundukkan Uruguay 2-1
LIGA INGGRIS
Ada Mourinho, Hadirkan Drama dan Persaingan
LAGA PERSAHABATAN
Brasil Libas Prancis 3-0
LIGA ITALIA
Benitez Butuh Suasana Kondusif di Napoli
PIALA KONFEDERASI
Difavoritkan, Pemain Spanyol Kelelahan
LIGA CHAMPIONS
Hapus Kutukan, Bayern Muenchen Memang Gila
arsip  
Jakarta Menanti Kepastian ISG
Oleh: Gungde Ariwangsa*
Sulitnya Menjadi Tuan di Rumah Sendiri
Oleh: Markon Piliang
Untung Ada Hendra/Ahsan
Oleh: Gungde Ariwangsa
Indonesia Open Mengetuk
Peran Bapak Angkat
Oleh: Gungde Ariwangsa
Indonesia Open, Turnamen Bulutangkis
Dalam Bungkus Rokok
Oleh: Gungde Ariwangsa
Meredupnya Magnet Super
Bulutangkis Indonesia Terbuka
Oleh: Gungde Ariwangsa
arsip  
KALAH TELAK
Timnas U-23 Gantikan
Posisi Timnas Senior
arsip  
SEA GAMES
Prima Minta Cabang Olahraga
Fokus pada Atlet Emas
SEA GAMES
Biliar Incar Tiga Emas di Myanmar
SEA GAMES
Menpora Bersyukur, Senam Kecewa
SEA GAMES 2013
Kemenpora Targetkan 122 Emas
untuk Pertahankan Juara Umum
PERSIAPAN SEA GAMES
24 Cabang Daftarkan
Atlet ke Satlak Prima
ASIAN GAMES 2019
Indonesia Siap Ikuti Biding Tuan Rumah
arsip  
 
 
BULUTANGKIS
Simon Penyelamat,
Tontowi/Liliyana Antiklimaks


Senin, 18 Juni 2012
JAKARTA (Suara Karya): Simon Santoso menjadi penyelamat Indonesia pada turnamen bulutangkis Djarum Indonesia Open Super Series 2012 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/6).

Simon mempersembahkan satu-satunya gelar untuk tuan rumah setelah di final, kemarin, menundukkan pemain China, Du Pengyu, dengan skor 21-18, 13-21, dan 21-11. Ini merupakan gelar pertama Simon pada turnamen berhadiah total 650.000 dolar Amerika Serikat itu sekaligus menghapus paceklik Indonesia.

Sayang, sukses Simon tidak mampu disempurnakan oleh ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang tampil antiklimaks di final. Pasangan harapan Indonesia itu ditundukkan duet Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, 17-21, 21-17, dan 13-21.

Kekalahan Tontowi/Liliyana membuat pembagian gelar jadi merata, Indonesia, Thailand, India, China, dan Korea Selatan masing-masing satu gelar.

Begitu smes Simon tidak dapat dikembalikan Du Pengyu saat kedudukan 20-11, Istora Senayan langsung bergemuruh. Ribuan penonton berteriak Indonesia berulang-ulang sambil sesekali meneriakkan nama Simon Santoso.

Usai pertandingan, Simon mengaku permainan Du Pengyu sangat sulit diatasi, terutama di game kedua. Namun, berkat kesabaran dan permainan taktisnya, dia berhasil mencuri kemenangan di game pertama dan game ketiga. "Du Pengyu memang pemain yang ulet. Untuk menghadapi dia, ya saya harus lebih sabar," ujar Simon.

Simon pun mengaku, meski ada beban dalam dirinya untuk menjadi juara, namun hal tersebut tidak begitu memengaruhi permainannya. "Beban memang ada, tetapi saya tidak terlalu membuatnya menjadi beban," katanya.

Kemenangan ini bagi Simon juga menjadi penambah motivasinya untuk menghadapi Olimpiade London yang akan berlangsung Juli-Agustus mendatang. Bahkan, ia mengatakan, gelar juara itu makin meningkatkan rasa percaya dirinya menghadapi Olimpiade.

Sementara itu, tiga gelar sebelumnya terdistribusi merata ke beberapa negara. Pada partai pertama yang mempertemukan sesama ganda China, di mana Wang Xiaoli/Yu Yang merebut gelar ganda putri setelah mengalahkan Zhao Yunlei/Tian Qing, 17-21, 21-9, dan 21-16.

Juara ganda putra DIO 2009, Lee Yong Dae, yang didukung penuh publik Istora, bersama pasangan Jung Jae Sung berhasil kembali ke podium setelah mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark dengan 23-21, 19-21, dan 21-11. Sedangkan tunggal putri diraih pemain India, Saina Nehwal, yang mengalahkan Li Xuerui dari China, 13-21, 22-20, dan 21-19. (Markon Piliang)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i