PERTAHANAN Turki Mobilisasi Militer ke Perbatasan
Jumat, 29 Juni 2012
ANKARA (Suara Karya): Turki, Kamis (28/6) memperkuat pertahanan di perbatasan dengan Suriah dengan memobilisasi tentara serta menyiagakan senjata-senjata antipesawat udara dan berbagai jenis senjata lain.
Sebuah konvoi besar-besaran truk militer yang mengangkut persenjataan memasuki pangkalan militer dekat kota perbatasan, Yayladagi, seperti yang ditunjukkan tayangan televisi Turki, TRT, Kamis. Juga dilaporkan, sejumlah senjata antipesawat udara dan mortir darat ke udara juga dipasang di sejumlah titik di sepanjang perbatasan.
Turki memperingatkan Suriah untuk menjauhkan tentaranya dari perbatasan kedua negara atau mereka harus siap menghadapi respons bersenjata.
Hubungan antara Turki dengan Suriah memburuk menyusul ditembaknya pesawat tempur F-4 Phantom milik Turki oleh negara tetangganya itu.
Sekitar 33.000 warga negara Suriah mengungsi ke Turki. Negara itu juga menjadi tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok sipil oposisi serta anggota Tentara Pembebasan Suriah yang berjuang melawan rezim Assad. Turki memutuskan membawa kasus penembakan pesawat militer F-4 Phantom miliknya ke forum Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Langkah itu diambil berdasarkan hak Turki sesuai Pasal 4 Traktat Atlantik Utara yang ditandatangani di Washington DC, AS, 4 April 1949. NATO telah menggelar pertemuan darurat di markas besarnya di Brussels, Belgia, Selasa (26/6), namun belum ada kesepakatan terhadap insiden itu.
Pertemuan itu membuka kemungkinan adanya intervensi militer NATO terhadap Suriah untuk menghentikan gelombang kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 15.000 orang sejak demonstrasi anti-pemerintah pecah, Maret 2011.Namun secara terbuka, beberapa menteri luar negeri (menlu) negara anggota NATO telah menolak intervensi militer sebagai reaksi yang tepat terhadap insiden penembakan itu. Kendati demikian, bukan berarti peluang untuk itu sama sekali tertutup. Pasal 5 Traktat Atlantik Utara membuka kemungkinan respons militer bersama jika salah satu anggota diserang musuh. Turki adalah salah satu anggota kunci NATO sejak 18 Februari 1952. (AP/Adi)
|
|