Kamis, 20 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
MILITER
Korsel Beli Rudal Pemecah Bunker
MONETER
IMF: Spanyol Harus Perangi Pengangguran
PENYADAPAN
AS Gagalkan 50 Rencana Teroris
RUSIA
Gudang Amunisi Meledak,
Ribuan Warga Diungsikan
PROTES TURKI
Pemerintah Ancam Gerakan Militer
PENCEMARAN LINGKUNGAN
ASEAN Gelar Pertemuan
Mendadak Bahas Asap RI
KRISIS SURIAH
Arab Saudi Kirim Rudal Bantu Oposisi
BAJAK LAUT
Ancaman Beralih ke Afrika Barat
KEUANGAN EROPA
Spanyol Segera Bangkit
PENYADAPAN
Rusia Berang, Indonesia Masih Sabar
PROTES KEKERASAN
Demonstrasi Turki Makin Meluas
PENYADAPAN
Snowden: KTT G-20 Juga Diretas
arsip  
Israel Bekukan Pembangunan Permukiman
Komunis Culik Tentara Filipina
Hong Kong Tolak Serahkan Snowden
Dialog Berdasarkan Hukum
AS Hukum Mati Pembunuh
Sekjen PBB Desak Rujuk Nasional Irak
arsip  
 
 
PERTAHANAN
Turki Mobilisasi Militer ke Perbatasan


Jumat, 29 Juni 2012
ANKARA (Suara Karya): Turki, Kamis (28/6) memperkuat pertahanan di perbatasan dengan Suriah dengan memobilisasi tentara serta menyiagakan senjata-senjata antipesawat udara dan berbagai jenis senjata lain.

Sebuah konvoi besar-besaran truk militer yang mengangkut persenjataan memasuki pangkalan militer dekat kota perbatasan, Yayladagi, seperti yang ditunjukkan tayangan televisi Turki, TRT, Kamis. Juga dilaporkan, sejumlah senjata antipesawat udara dan mortir darat ke udara juga dipasang di sejumlah titik di sepanjang perbatasan.

Turki memperingatkan Suriah untuk menjauhkan tentaranya dari perbatasan kedua negara atau mereka harus siap menghadapi respons bersenjata.

Hubungan antara Turki dengan Suriah memburuk menyusul ditembaknya pesawat tempur F-4 Phantom milik Turki oleh negara tetangganya itu.

Sekitar 33.000 warga negara Suriah mengungsi ke Turki. Negara itu juga menjadi tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok sipil oposisi serta anggota Tentara Pembebasan Suriah yang berjuang melawan rezim Assad. Turki memutuskan membawa kasus penembakan pesawat militer F-4 Phantom miliknya ke forum Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Langkah itu diambil berdasarkan hak Turki sesuai Pasal 4 Traktat Atlantik Utara yang ditandatangani di Washington DC, AS, 4 April 1949. NATO telah menggelar pertemuan darurat di markas besarnya di Brussels, Belgia, Selasa (26/6), namun belum ada kesepakatan terhadap insiden itu.

Pertemuan itu membuka kemungkinan adanya intervensi militer NATO terhadap Suriah untuk menghentikan gelombang kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 15.000 orang sejak demonstrasi anti-pemerintah pecah, Maret 2011.Namun secara terbuka, beberapa menteri luar negeri (menlu) negara anggota NATO telah menolak intervensi militer sebagai reaksi yang tepat terhadap insiden penembakan itu. Kendati demikian, bukan berarti peluang untuk itu sama sekali tertutup. Pasal 5 Traktat Atlantik Utara membuka kemungkinan respons militer bersama jika salah satu anggota diserang musuh. Turki adalah salah satu anggota kunci NATO sejak 18 Februari 1952. (AP/Adi)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i