Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PROTES TURKI
Pemerintah Ancam Gerakan Militer
PENCEMARAN LINGKUNGAN
ASEAN Gelar Pertemuan
Mendadak Bahas Asap RI
KRISIS SURIAH
Arab Saudi Kirim Rudal Bantu Oposisi
BAJAK LAUT
Ancaman Beralih ke Afrika Barat
KEUANGAN EROPA
Spanyol Segera Bangkit
PENYADAPAN
Rusia Berang, Indonesia Masih Sabar
PROTES KEKERASAN
Demonstrasi Turki Makin Meluas
PENYADAPAN
Snowden: KTT G-20 Juga Diretas
KRIMINAL
Presiden Putin Dituduh Mencuri Cincin Berlian
SKANDAL
Menteri Korupsi, PM Ceko Mundur
SEMENANJUNG KOREA
Korut Usulkan Dialog dengan AS
PILPRES IRAN
Hassan Rouhani Ungguli Kandidat Konservatif
arsip  
Komunis Culik Tentara Filipina
Hong Kong Tolak Serahkan Snowden
Dialog Berdasarkan Hukum
AS Hukum Mati Pembunuh
Sekjen PBB Desak Rujuk Nasional Irak
Myanmar Kandangkan Pesawat China
arsip  
 
 
KABINET MESIR
Mursi Merangkul Dewan Militer


Jumat, 29 Juni 2012
KAIRO (Suara Karya): Presiden terpilih Mesir, Mohammad Mursi juga merangkul Dewan Militer Mesir (SCAF) ke dalam kabinet koalisi Pemerintahan Mesir yang baru. Mursi memberikan posisi Menteri Pertahanan dan Keamanan kepada Ketua SCAF Hussein Tantawi. Mursi juga memastikan posisi Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri akan diisi oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir itu.

Mursi sendiri akan memegang secara penuh tampuk pimpinan Mesir Sabtu besok. Dia akan tetap mempertahankan lembaga Mahkamah Agung Militer dan sejumlah institusi militer lain di pemerintahannya hingga konstitusi baru terbentuk dan pemilu parlemen digelar di Negeri Piramida itu. Perdana Menteri Mesir Kamal El-Ganzouri yang sebelumnya memimpin kabinet, telah mengajukan surat mundurnya ke Dewan Militer Mesir, Senin (25/6), sehari setelah Mohammad Mursi dinyatakan menang dalam pilpres.

Hingga saat ini, beredar pula laporan yang menyebutkan bahwa Mursi akan memilih seorang perempuan penganut agama Kristen Koptik sebagai perdana menteri. Namun Suratkabar Al-Shorouk menyebutkan, peraih Nobel Perdamaian Mohammed El Baradei juga berpotensi untuk menduduki kursi kepala pemerintahan Mesir.

Sosok ElBaradei selama ini sudah tidak asing di kalangan masyarakat Mesir. Selain dikenal sebagai Peraih Nobel Perdamaian, ElBaradei juga dikenal sebagai tokoh reformasi. Ia pun sempat menduduki posisi sebagai kepala Badan Atom Internasional (IAEA).

Pria itu juga sempat menjadi calon Presiden Mesir, namun El Baredei tidak meneruskan upayanya untuk bersaing demi mendapatkan kursi kepala negara Mesir. Pemerintahan Mesir yang baru nantinya akan terdiri dari berbagai fraksi politik dan tidak hanya terbatas pada kalangan Ikhwanul Muslimin saja.

Sejumlah politisi dari kelompok Salafi pun dipastikan akan begabung dalam kabinet. Ini tentunya tidak menjadi keheranan karena Salafi juga mendukung Ikhwanul Muslimin dalam pemilu.Rabu (27/6) Mursi mengukir sejarah baru dengan menunjuk perempuan sebagai salah satu wakil presiden (wapres) Mesir.

Sebelum pemilu presiden, Morsi melarang perempuan ikut dalam persaingan kursi presiden. Namun, setelah memenangkan pemilu, dia berbalik menyatakan akan berdiri membela hak-hak kaum perempuan. (AP/Adi)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i