Minggu, 19 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Internasional 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
DISKRIMINASI
Survei: Warga Hong Kong Ternyata Rasis
PERTAHANAN
Korut Punya 100 Misil Jarak Pendek
PENEMBAKAN NELAYAN
Taiwan Tolak Maaf Filipina
BENCANA ALAM
Tornado Hancurkan Sejumlah Kota di AS
BILATERAL
Korsel Minta Indonesia Sadarkan Korut
MATA-MATA
Rusia Anggap AS Tidak Tahu Adat
KEUANGAN
Van Rompuy: Lapangan Kerja Prioritas Eropa
TIMUR TENGAH
Suriah Kembali Gempur Pemberontak
INSIDEN PERBATASAN
Taiwan Tarik Perwakilan,
Aquino Minta Maaf
MATA-MATA
Rusia Usir Agen CIA
RUJUK NASIONAL
Fatah-Hamas Bentuk Pemerintah Bersatu
WABAH PENYAKIT
WHO: Saat Ini Ada
3 Kasus Koronavirus
arsip  
Pastor Ditangkap Petugas Keamanan
Toko Miras Diserang, 12 Tewas
Helpline PRT Indonesia
Buron Paling Dicari Tertangkap
Kebakaran Landa Gedung Putih
Asia Terancam Teroris Mancanegara
arsip  
 
 
MILITER
Iran Uji Rudal Baru


Rabu, 4 Juli 2012
TEHERAN (Suara Karya): Otoritas Iran melakukan uji coba rudal balistik di wilayah gurun Kavir yang disinyalir mampu mencapai wilayah Israel.

Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian latihan perang berjudul Great Prophet 7 yang digelar sejak Senin (2/7) hingga Rabu (4/7). Televisi Iran, Al-Alam melaporkan, angkatan bersenjata Iran yang biasa disebut Garda Revolusioner Iran meluncurkan rudal jarak menengah, Shahab-3, ke sebuah target yang ada di kawasan gurun Kavir. Rudal Shahab-3 diketahui memiliki jangkauan sejauh 2.000 km. Ini berarti rudal ini mampu menjangkau wilayah Israel yang hanya berjarak sekitar 1.000 km dari Iran.

Selain meluncurkan rudal Shahab-3 tersebut, Iran juga meluncurkan dua rudal jarak dekat, yakni Shahab-1 dan Shahab-2, yang memiliki jangkauan sejauh 300-500 km. Menurut kantor berita Fars, puluhan rudal dengan tipe yang berbeda-beda diluncurkan dari sejumlah lokasi berbeda di Iran ditujukan kepada satu target yang ada di Gurun Kavir.

Dilaporkan bahwa target tersebut berbentuk replika markas militer yang dibangun di atas gurun. Selain itu, replika tersebut tampak seperti fasilitas milik asing, tepatnya menyerupai markas milik AS di Afghanistan.

"Dalam latihan ini, kami menggunakan rudal dengan jangkauan sejauh 2.000 km, tapi sesuai rencana rudal tersebut hanya menjangkau target sejauh 1.300 km," ujar Kepala Divisi Dirgantara pada Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, seperti dilansir oleh AFP, kemarin.

Hajizadeh merupakan pejabat yang bertanggungjawab atas pengembangan rudal di Iran. Menurut kantor berita ISNA, pada hari latihan terakhir esok hari, Garda Revolusioner Iran juga akan menerjunkan pesawat-pesawat pengebomnya.

Meskipun Iran telah berulang kali melakukan uji coba rudal dan pelatihan militer di wilayahnya, namun latihan perang kali ini dinilai memiliki pesan khusus bagi Israel dan Amerika Serikat (AS). Iran seolah ingin memperingatkan Israel dan AS untuk berpikir 2 kali jika ingin menyerang Iran.

"Pesan dari latihan militer 'Grand Prophet 7' ini adalah untuk menunjukkan kebulatan tekad, semangat dan kekuatan rakyat Iran dalam mempertahankan nilai-nilai dan kepentingan bangsa," tutur orang nomor dua dalam angkatan bersenjata Iran, Jenderal Hossein Salami kepada kantor berita IRNA. (Ant/Kardeni)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i