PELACURAN Kekeringan Paksa Wanita India Jadi PSK
Rabu, 4 Juli 2012
HYDERABAD (Suara Karya): Kekeringan dan kemiskinan mendorong banyak wanita India terjerembab ke dunia pelacuran. Termasuk Aruna Raju, seorang pekerja seks berusia 45 tahun. Wabah kekeringan di Negeri Bollywood telah menyengsarakan kehidupannya, bahkan 4 anggota keluarganya pun tewas sejak 18 tahun lalu.
Sebelum pindah ke Hyderabad, Aruna tinggal di Distrik Nizamabad dan bekerja sebagai petani. Perempuan itu menanam kapas, jagung dan cabe. Namun pada pertengahan 1990, hujan menjadi tidak teratur dan tanah pun semakin kering.
Ayah Aruna mengalami depresi dan 4 tahun kemudian meninggal. Ibu dan kedua adiknya pun tewas karena kekurangan gizi, sementara suaminya terpaksa meninggalkannya karena tidak sanggup memberi makan keluarganya.
"Itulah yang menjadi alasan, mengapa saya datang ke Hyderabad. Saya harus mencari jalan untuk hidup," ujar Aruna, Selasa (3/7).
Raji Ratlawat (25) juga mengalami masalah yang sama dengan Aruna. Kekeringan yang melanda desanya, membuatnya jatuh miskin dan memaksanya bermigrasi menjadi seorang pekerja seks di Hyderabad.
Hyderabad dan Mumbai merupakan kota pelacuran tertinggi di India. Terdapat 25 ribu PSK di Hyderabad, 60 persen di antaranya dari desa-desa yang dipaksa untuk bekerja sebagai penjaja seks.
Pada tahun 2007, Departemen Perempuan dan Perkembangan Anak melaporkan lebih dari 3 juta perempuan di India menjadi PSK, dengan 35,47 persen dari mereka memasuki perdagangan sebelum usia 18 tahun.
Human Rights Watch memperkirakan PSK di India sekitar 20 juta, dengan Mumbai sendiri menjadi rumah bagi 200.000 pekerja seks, terbesar di Asia. Menurut Laporan Pemberdayaan Masyarakat di Andhra Pradesh, 42 persen lahan pertanian di India rusak akibat kekeringan.
Distrik terparah yang terkena wabah kekeringan adalah Anantapur, insiden bunuh diri juga sering ditemukan di wilayah tersebut.
Kebanyakan dari perempuan-perempuan di wilayah itu pergi dari desanya ke Hyderabad dan Mumbai, dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Dan hal inilah yang diklaim menjadi alasan meningkatnya jumlah PSK di Negeri Bollywood yang dalan 5 tahun terakhir naik 50 persen.
Survei besar pertama, bulan April 2011 yang dilakukan Pusat Advokasi Stigma dan Marginalisation (CASAM), yang merupakan bagian dari SANGRAM, sebuah LSM besar yang berhubungan dengan pekerja seks, mengungkapkan PSK di India juga melibatkan banyak anak-anak di bawah umur.
Mereka memasuki perdagangan seks ketika masih berusia 12. Andhra Pradesh dan Bengal Barat merupakan wilayah paling banyak menghasilkan PSK di bawah umur, meliputi 26 persen dari total prostitusi di negeri ini. Pelacuran anak adalah masalah utama di India melibatkan sekitar 1,2 juta anak. (AP/Adi)
|
|