Rabu, 19 Juni 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
PENERIMAAN MAHASISWA
Ratusan Peserta SBMPTN Tak Hadir
PELANGGARAN HUKUM
Polisi Tangkap para Penimbun BBM
PESERTA SBMPTN
Pakai Kartu Peserta Palsu,
Syerly Korban Penipuan
BALI
Wali Murid Laporkan
Guru Gelapkan Tabungan
KINERJA APARATUR
Gubernur Jabar Raih
Penghargaan dari Mendagri
PAPUA BARAT
Lampu Suar Tanjung Bokoi
Sudah Aktif Kembali
KESEHATAN
Semarang Rintis
Puskesmas Ramah Lansia
YOGYAKARTA
Keluarga Sakinah Benteng
Hadapi Godaan Duniawi
PESTA KULINER
TBY Kembalikan Khitah Pasar Kangen Jogja
HUT KE-46
Pemkab Sorong Fokus
Bangun Jalan AIMAS
KILAS METROPOLITAN
Caleg Golkar Indramayu Memenuhi Syarat
PAPUA BARAT
Keselamatan Pelayaran
Tanggungjawab Bersama
arsip  
 
 
PILKADA GABUNGAN
Lebih Menghemat Anggaran


Rabu, 4 Juli 2012
KUPANG (Suara Karya): Rancangan pilkada gabungan, yaitu pemilihan Gubernur NTT dan kepala daerah Kabupaten Sikka, tahun 2013 mendatang sangat berdampak baik, terutama dari sisi penghematan anggaran dari APBD dua daerah.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Frans Salem di Kupang, Selasa (3/7). Keduanya dihubungi terkait penggabungan pilkada Provinsi NTT dan pilkada Kabupaten Sikka yang akan dilangsungkan bersamaan pada 18 Maret 2013 mendatang.

Medah dan Salem mengakui, sudah ada pembahasan perubahan kebutuhan anggaran pilkada bersama pemerintah dan dewan, baik provinsi maupun Kabupaten Sikka, beberapa waktu lalu. Saat itu disepakati, prinsip koordinasi dengan membagi beban tanggungan bersama-sama.

Dijelaskannya, terjadi perubahan kebutuhan dari semula untuk APBD I berjumlah Rp 150 miliar, jumlah yang berhasil dihemat hampir mencapai Rp 4 miliar, sementara penghematan APBD Kabupaten Sikka mencapai Rp 4,5 miliar.

Dengan penghematan itu, maka total biaya Pilgub NTT dengan APBD I yang sedianya digelontorkan sebesar Rp 150 miliar turun menjadi Rp 146 miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Sikka, yang dipangkas sebesar Rp 4,5 miliar dari total anggaran Rp 17 miliar sehingga yang disiapkan hanya sebesar Rp 12,5 miliar.

"Anggaran yang berhasil diamankan jelas bisa dialihkan untuk kebutuhan pembangunan yang lain. Anggaran yang telah ditetapkan itu sudah diperhitungkan juga untuk putaran kedua yang dilaksanakan pada 16 Mei 2013," katanya.

Menurut Medah, dengan adanya penghematan anggaran seperti itu, maka jelas membuktikan pilkada gabungan lebih efisien jika dibanding pilkada tunggal. Efisiensi itu dari segi biaya dan juga dari segi waktu. (Bonne Pukan)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i