PILKADA GABUNGAN Lebih Menghemat Anggaran
Rabu, 4 Juli 2012
KUPANG (Suara Karya): Rancangan pilkada gabungan, yaitu pemilihan Gubernur NTT dan kepala daerah Kabupaten Sikka, tahun 2013 mendatang sangat berdampak baik, terutama dari sisi penghematan anggaran dari APBD dua daerah.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Medah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Frans Salem di Kupang, Selasa (3/7). Keduanya dihubungi terkait penggabungan pilkada Provinsi NTT dan pilkada Kabupaten Sikka yang akan dilangsungkan bersamaan pada 18 Maret 2013 mendatang.
Medah dan Salem mengakui, sudah ada pembahasan perubahan kebutuhan anggaran pilkada bersama pemerintah dan dewan, baik provinsi maupun Kabupaten Sikka, beberapa waktu lalu. Saat itu disepakati, prinsip koordinasi dengan membagi beban tanggungan bersama-sama.
Dijelaskannya, terjadi perubahan kebutuhan dari semula untuk APBD I berjumlah Rp 150 miliar, jumlah yang berhasil dihemat hampir mencapai Rp 4 miliar, sementara penghematan APBD Kabupaten Sikka mencapai Rp 4,5 miliar.
Dengan penghematan itu, maka total biaya Pilgub NTT dengan APBD I yang sedianya digelontorkan sebesar Rp 150 miliar turun menjadi Rp 146 miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Sikka, yang dipangkas sebesar Rp 4,5 miliar dari total anggaran Rp 17 miliar sehingga yang disiapkan hanya sebesar Rp 12,5 miliar.
"Anggaran yang berhasil diamankan jelas bisa dialihkan untuk kebutuhan pembangunan yang lain. Anggaran yang telah ditetapkan itu sudah diperhitungkan juga untuk putaran kedua yang dilaksanakan pada 16 Mei 2013," katanya.
Menurut Medah, dengan adanya penghematan anggaran seperti itu, maka jelas membuktikan pilkada gabungan lebih efisien jika dibanding pilkada tunggal. Efisiensi itu dari segi biaya dan juga dari segi waktu. (Bonne Pukan)
|
|