Minggu, 19 Mei 2013
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Nusantara 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
KECELAKAN TAMBANG
Gubernur: Freeport Harus
Utamakan Keselamatan Pekerja
JAMINAN SOSIAL
Jawa Barat Paling Siap Menerapkan SJSN
TERORISME
Pelaku Berencana Ganggu Pemilu 2014
SEPARATISME
Oknum Aparatur Pemerintah Jadi Penyandang Dana OPM
PENUMBUHAN POSDAYA
7 Pemda Se-Keresidenan Pekalongan
Ditantang Berantas Kemiskinan
PENDIDIKAN
Guru Besar Unair: Kurikulum 2013
Sama Persis Semasa VOC
RESTAURANT DAN CULTURAL THEATER
Saptohoedojo Beri Sajian Khusus untuk Wisatawan
PILGUB BALI
Dua Lembaga Survei
"Bersaing" Unggulkan Calon
TAMBANG LONGSOR
14 Karyawan Freeport Ditemukan, 4 di Antaranya Tewas
KOTA SORONG
Warga Mengenal Aiptu LS
sebagai Pengusaha Besar
Kilas Metropolitan & Nusantara
Dinkop Cianjur Sehatkan 170 Koperasi
PEMENGGAL KEPALA
Tersangka Memakan Hati
Ibu Kandung Sendiri
arsip  
 
 
PAPUA
Polisi Selidiki Kematian
Istri Anggota TNI


Selasa, 10 Juli 2012
JAYAPURA (Suara Karya): Polisi masih menyelidiki kasus kematian Eva Kristiani (23) istri Sertu Muhadi, yang ditemukan tewas pada Senin sekitar pukul 06.30 WIT di jalan di kawasan belakang kantor wali kota, Distrik Jayapura Selatan, Kodya Jayapura.

Korban ditemukan, anggota TNI Pratu Muchson yang hendak melintas menuju ke kantornya di Kodam XVII Cenderawasih. Temuan mayat itu kemudian dilaporkan ke Polsek Jayapura Selatan.

Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare ketika dihubungi Antara, mengakui adanya penemuan mayat dan saat ini jenazah korban dibawa ke RSUD Dok II Jayapura untuk dilakukan otopsi.

Dikatakan dia, saat ditemukan jenazah korban tergeletak dengan luka tusuk di pinggir jalan yang menghubungkan jalan menuju kawasan Polimak dan Kodam XVII Cenderawasih, Kodya Jayapura.

Di tubuh korban terdapat enam luka tusukan yakni di dahi, leher, tangan, namun berbagai barang milik korban ditemukan disekitar tubuh korban. Ketika ditanya apakah korban dibunuh di TKP, Kapolresta Jayapura mengakui, pihaknya menduga korban dibunuh ditempat lain kemudian dibuang di ruas jalan tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna mengungkap motif dan pelaku pembunuhan!" aku AKBP Alfred.

Hingga saat ini jenazah korban masih berada di ruang mayat RSUD Dok II Jayapura.

Terkait masalah keamanan, Bupati Kabupaten Supiori Provinsi Papua Fredrick Menufandu meminta Mabes Polri tidak melikuidasi keberadaan Kepolisian Resor Supiori karena sangat vital untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah itu.

Bupati Menufandu yang dihubungi di Supiori, Senin, berharap, penggabungan Polres Supiori ke Polres Biak perlu dipertimbangkan Mabes Polri. Penggabungan itu dikhawatirkan tidak memberikan rasa nyaman kepada warga Kabupaten Supiori. Ia mengakui, sejak markas Polres Supiori dibentuk di wilayah kabupaten pemekaran Supiori situasi kamtibmas di daerah itu sangat kondusif.

"Adanya rencana penggabungan Polres Supiori ke Polres Biak oleh Mabes Polri dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Apalagi letak geografis Kabupaten Supiori berbatasan dengan daerah lain yang rawan ancaman kelompok separatis serta berdekatan dengan negara tetangga Republik Valau," ungkap Fredrick Menufandu. Fredrick Menufandu mengakui, jika keberadaan Polres Supiori belum memenuhi syarat memiliki polsek sesuai ketentuan maka Mabes Polri dan Polda Papua perlu memberikan kesempatan kepada pemkab untuk membantu peningkatan status pos polisi menjadi polsek. (Ant/Hanif S)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i